99 Siswa SD Terbaik se-Kabupaten Malang Ikuti Olimpiade PAI
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Kabupaten Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu Pendidikan Agama Islam melalui pelaksanaan Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat SD se-Kabupaten Malang. Kegiatan bergengsi ini diikuti oleh 99 siswa terbaik hasil seleksi ketat dari 33 kecamatan, yang sebelumnya telah melewati tahapan penyaringan di tingkat kecamatan masing-masing.
Olimpiade PAI ini menjadi ajang strategis untuk mengukur kompetensi akademik sekaligus membentuk karakter religius peserta didik sejak dini. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, H. Sahid, para Pengawas PAI, Tim Independen dari MTsN 1 Malang, Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI), kepala sekolah, serta guru pendamping. Acara berlangsung khidmat dan tertib dengan dipandu oleh MC Sri Asih.
Ketua KKG PAI Kabupaten Malang, Bahrodin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Olimpiade PAI merupakan wadah bagi peserta terbaik se-Kabupaten Malang.
“Olimpiade ini diawali dari seleksi tingkat kecamatan. Berdasarkan usulan KKG PAI kecamatan, penyelenggaraannya dilakukan secara independen,” jelasnya.
Ia menambahkan, sistem pelaksanaan lomba sepenuhnya dipercayakan kepada Tim IT MTsN 1 Malang, mulai dari pengolahan, pengeditan, hingga pengunggahan soal melalui Google Form. Penilaian dilakukan secara objektif berdasarkan ketepatan jawaban dan kecepatan waktu. Peserta juga diminta fokus penuh serta mematuhi seluruh instruksi panitia.
“Atas segala keterbatasan dalam pelaksanaan, kami mohon maaf,” ujarnya.
Sementara itu, H. Sahid, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, memberikan apresiasi tinggi kepada KKG PAI atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai bermutu dan bernilai strategis.
“Kegiatan ini bukan sekadar lomba, tetapi alat ukur kompetensi anak-anak di tengah lebih dari 250 ribu siswa di Kabupaten Malang,” tegasnya.
Ia juga memotivasi para peserta dengan menyampaikan bahwa sertifikat Olimpiade PAI dapat menjadi jalur prestasi untuk melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri atau MTs Negeri tanpa tes, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Waktu kalian singkat. Kelak kalianlah yang akan menggantikan para pendahulu. Teruslah belajar. Kesuksesan bukan ditentukan oleh keturunan, tetapi oleh kesungguhan dalam menuntut ilmu,” pesannya.
H. Sahid bahkan meyakini, dari ajang Olimpiade PAI ini kelak akan lahir para pemimpin masa depan, mulai dari gubernur, bupati, dokter, guru, hingga tokoh-tokoh bangsa lainnya.
Mewakili Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Rosita Dewi, Sekretaris Dinas Pendidikan, menyampaikan permohonan maaf karena Kepala Dinas tidak dapat hadir akibat agenda mendadak kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke SDN Panggungrejo 4. Ia mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya Olimpiade PAI dan menegaskan bahwa kegiatan ini tidak semata-mata bertujuan mencari juara.
“Lebih dari itu, harus ada nilai dan makna yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Rosita Dewi berharap Olimpiade PAI mampu melahirkan generasi yang kuat iman, bertakwa, berkarakter, serta menjunjung tinggi nilai toleransi. Ia juga berpesan agar lomba dijadikan sebagai sarana mengukur kemampuan diri dan bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas belajar, karena pengalaman jauh lebih bermakna daripada sekadar hasil.
Kepada para guru, ia mendorong peningkatan profesionalisme serta kolaborasi aktif dalam wadah KKG. Mengakhiri sambutannya, Rosita Dewi menutup dengan pantun ringan yang disambut senyum para hadirin,
“Ubur-ubur ikan lele, pesertanya cakep-cakep, le,”
sekaligus secara resmi membuka Olimpiade PAI SD Kabupaten Malang.
Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Khoirul, Koordinator Bidang Pengawas PAI, dan dilanjutkan dengan pelaksanaan Olimpiade yang dipandu secara profesional oleh Tim MTsN 1 Malang.
Olimpiade PAI ini diharapkan menjadi momentum penting dalam melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam iman, akhlak, serta karakter kebangsaan.
Pewarta: Refan Purba



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?