Banner Iklan

Mendapat Support Ghea Putri Walikota Malang, Chodijah Owner Gendhuk Suarakan Harapan Isi Gerai Gedung Parkir Kajoetangan

Anis Hidayatie
11 Januari 2026 | 19.42 WIB Last Updated 2026-01-12T10:15:44Z

 


Chodijah Owner Lurik e Gendhuk, Chodijah dan Gea, Suarakan Harapan UMKM Isi Gedung Parkir Kayutangan

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Peresmian Gedung Parkir Kayutangan oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat tak hanya menjadi momentum penataan kawasan heritage, tetapi juga panggung harapan bagi pelaku UMKM lokal. Salah satunya datang dari brand Gendhuk yang bertranformasi menjadi Lurik"e Gendhuk, Chodijah perajin handy craft dan fashion etnik Jawa.

Souvenir sederhana namun sarat makna itu dibuat dari kain etnik hasil tenun, sebagai simbol ketekunan, filosofi, dan nilai budaya yang selama ini dijaga oleh para perajin lokal. Chodijah menyebut, pilihan tersebut bukan tanpa alasan, melainkan berangkat dari kecintaannya pada kain lurik dan tenun tradisional Jawa.

“Awalnya saya tertarik dari motif lurik. Kelihatannya sederhana, hanya garis-garis, tapi setelah saya pelajari, ternyata lurik itu sangat dalam maknanya. Leluhur kita membuat motif lewat proses panjang, penuh rasa, tidak asal bikin,” tuturnya

Ia menjelaskan bahwa pada masa lalu, setiap motif lurik memiliki nama dan filosofi yang berkaitan dengan fenomena alam. Salah satunya motif Keluwung, yang berarti pelangi, melambangkan keberagaman warna dan harmoni kehidupan. Seiring waktu, lurik berkembang dengan warna dan motif yang semakin beragam, namun tetap menyimpan nilai budaya yang kuat.



Produk yang sempat dipegang Walikota Wahyu Gantungan kunci boneka memadukan dua jenis teknik tenun, yakni ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) dan ATM (Alat Tenun Mesin).

“Kalau ATM kualitasnya lebih halus, sedangkan ATBM itu punya tekstur khas. Bisa kasar atau rapat, tergantung siapa yang menenun, umurnya, semangatnya. Jadi tiap kain itu punya feel sendiri,” jelasnya..

Lebih dari sekadar souvenir, momen tersebut menjadi ruang bagi Lurik"e Gendhuk, Chodijah  menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Kota Malang. Ia bersyukur mendapat kesempatan mengisi stand UMKM di kawasan strategis Kayutangan, dan berharap fasilitas tersebut bisa berkelanjutan.

“Saya terima kasih sekali karena sudah diberi kesempatan mengisi stand di sini. Ini akses yang sangat bagus untuk pengunjung melihat produk UMKM. Harapannya, tempat ini benar-benar diberikan untuk UMKM, untuk show of force produk lokal,” ungkapnya.

Chodijah juga menyampaikan harapan agar Gedung Parkir Kayutangan ke depan tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas parkir, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi UMKM untuk memasarkan produk-produk kreatif.

“Pembukaan parkir kemarin itu saya benar-benar berharap gedung parkir bisa kami tempati untuk menjual produk UMKM, termasuk Lurik e Gendhuk,” ujarnya dalam wawancara khusus, Minggu (11/1/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Chodijah menyampaikan bahwa Lurik e Gendhuk turut didukung oleh berbagai pihak, di antaranya Ghea, putri almarhumah Ketua Dekranasda Kota Malang yang notabene putri Wali Kota Malang Wahyu Hidayat juga, serta Diskopindag yang saat itu hadir Dian, Kabid Perindustriannya. Kehadiran keduanya menjadi sinyal kuat dukungan pemerintah terhadap keberlangsungan UMKM lokal.

Dengan sentuhan budaya, karya handmade, dan harapan besar pada ruang-ruang publik yang ramah UMKM, Chodijah dan para perajin lain berharap Kayutangan benar-benar menjadi etalase ekonomi kreatif Kota Malang—tempat di mana infrastruktur modern dan kearifan lokal berjalan beriringan.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mendapat Support Ghea Putri Walikota Malang, Chodijah Owner Gendhuk Suarakan Harapan Isi Gerai Gedung Parkir Kajoetangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now