Membumikan Halal : Bersama Mahasiswa UMM Bebas UAS & Lulus Skripsi hingga Berhak Dampingi Sertifikasi Halal UMKM
ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM: Membangun industri halal bukan hanya soal penyediaan produk makanan halal saja, tetapi mencakup empat elemen penting, yakni barang dan jasa, infrastruktur, sumber daya manusia, serta dukungan pemerintah. Bergotong-royong membangun ekosistem halal adalah kerja besar lintas sektor: akademisi, pelaku usaha, regulator, dan masyarakat, dimana Indeks literasi ekonomi syariah kita masih di bawah 50 persen. Pelibatan mahasiswa dalam inisiatif "Go Halal" di Indonesia sangat didorong oleh pemerintah, khususnya Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), dengan peran utama sebagai pendamping Proses Produk Halal (P3H) dan agen literasi halal. Mahasiswa berperan sebagai duta produk halal dan menggerakkan literasi halal di lingkungan sekitar.
Tiga pilar utama yaitu civitas akademika, pemerintah, dan pelaku industri, harus bersemangat bersama dalam mengembangkan industri halal. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini juga diharapkan melahirkan generasi sadar halal, menjadi agen-agen pembangun ekosistem halal yang berkelanjutan dan inklusif. Dalam kegiatan Inovasi dan IPTEKS, mahasiswa juga terlibat dalam aspek riset dan pengembangan teknologinya
Oleh karena itu PS P3 Halal UMM secara terus menerus mengajak mahasiswa untuk berperan aktif dengan aksi nyata dalam penguatan ekosistem halal di Indonesia, bahkan menjadi Pusat Kajian Pangan Aman-Halal pertama di Indonesia yang berdiri sejak Tahun 2008. Mempunyai kurikulum 2-4 SKS pada MK manajemen Pangan Aman-halal, Manajemen Gizi Institusi Aman & Halal, pada Prodi Teknologi Pangan, Agribisnis di Lingkungan Fak Pertanian_peternakan UMM, serta pada Program FAI (Ekonomi Syari’ah) dan FH (Pendidikan dan Pelatihan Kemahiran Hukum) UMM.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik khusus dengan fokus pendampingan sertifikasi halal bagi UMK di daerah pedesaan atau daerah binaan, serta memberi ruang agar mahasiswa punya pengalaman praktis di lapangan. Melalui program-program ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan kompetensi teknis, tetapi juga berkontribusi nyata dalam memperkuat ekosistem halal nasional dan sekaligus mahasiswa dapat menyelesaikan tugasnya hingga lulus tepat waktu. Tugas tersebut dapat dilanjutkan menjadi judul skripsinya tanpa harus melakukan penelitian lagi yang membutuhkan waktu dan biaya tidak sedikit.
Program Pendamping Proses Produk Halal (P3H), Mahasiswa dilatih dan direkrut untuk menjadi pendamping yang membantu Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dalam memperoleh sertifikasi halal secara gratis (program SEHATI); Mengedukasi pelaku UMK tentang pentingnya sertifikasi halal dan manfaatnya bagi bisnis mereka; Membantu UMK mempersiapkan dokumen dan data yang diperlukan untuk pengajuan sertifikasi melalui sistem, serta Memberikan bimbingan dalam penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) di lokasi produksi. PS P3 Halal UMM bersama MK terkait melakukan kegiatan intregrasi-kolaboratif, mahasiswa yang telah berhasil meloloskan Seritifkat Halal UKM yang didampingi hasil kegiatan pelartihan, akan dibebaskan dari kegiatan UAS berhasil memperoleh nilai A, dan bisa menjadi tema bahan Tugas akhir agar mahasiswa lulus tepat waktu, dan melanjutkan dengan riset sosial mengalanlisis hasil tuitik kritis keharamannya produk UKM yang didampinginya. Dari sebanyak 90 mahasiswa, dalam tempo 4 minggu 36 orang telah berhasil menuntaskan tugas terstruktur, hingga ada 10 mahasiswa sukses membantu mengawal UKM hingga terbit Sertifikat Halal produknya, antara lain : 8 Minuman Bu Neneng sengkaling; Bumbu pecel Bu Romlah Singosari Malang, dan Dimsun Littlebite.
Agen Perubahan dan Literasi: Mahasiswa, sebagai generasi muda yang dominan, dianggap sebagai agen perubahan (agent of change) yang efektif untuk menyebarluaskan informasi dan gaya hidup halal di masyarakat. Mahsiswa juga diharapkan sebagai penggerak gaya hidup Halal, mendorong kesadaran konsumsi produk halal di kalangan milenial dan masyarakat luas.
Oleh : Prof Dr.Ir. Elfi Anis Saati, MP. Ketua PS. P3Halal - UMM (Pusat Studi. Penelitian & Pengembangan Produk Halal-UMM)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?