![]() |
| "Wisata Alam Lembah Gunung Sari" Desa kucur, Kec. Dau |
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Di tengah banyaknya tempat wisata modern yang bermunculan dengan spot foto buatan, ada satu tempat di Kabupaten Malang yang tetap setia menjaga keaslian alamnya. Tempat itu adalah Wisata Lembah Gunung Sari, atau yang lebih dikenal dengan sebutan LGS. Terletak di Dusun Klampok, Desa Kucur, Kecamatan Dau, LGS kini mengusung semangat "LGS Survival". Semangat ini merupakan bentuk perjuangan pengelola untuk tetap mempertahankan wisata alam yang murah, sejuk, dan asli di tengah persaingan dunia pariwisata yang semakin ketat. LGS bukan sekadar kolam renang, melainkan sebuah kawasan hijau yang menawarkan ketenangan bagi siapa saja yang ingin melarikan diri sejenak dari hiruk-pikuk suasana kota.
Daya tarik utama yang membuat LGS begitu ikonik adalah suasana pedesaannya yang sangat kental. Hampir semua bangunan di sini, mulai dari gazebo untuk bersantai hingga jembatan yang melintasi area lembah, dibuat menggunakan bahan bambu. Pilihan ini membuat LGS terasa sangat menyatu dengan alam sekitarnya yang dipenuhi pepohonan rindang. Selain itu, kolam renang di LGS menjadi favorit karena airnya berasal langsung dari sumber mata air alami pegunungan. Airnya sangat jernih, segar, dan yang paling penting adalah tidak menggunakan kaporit. Hal inilah yang membuat para orang tua merasa tenang saat membiarkan anak-anak mereka berenang dalam waktu lama, karena air sumber alami jauh lebih ramah untuk kulit dan kesehatan.
Melihat jauh ke belakang, LGS memiliki catatan sejarah yang sangat membanggakan sebelum masa pandemi COVID-19 melanda. Tempat ini pernah menjadi tujuan wisata paling populer di wilayah Dau karena keunikan dan kesegarannya. Likah, salah satu pengelola yang sudah lama menjaga LGS, menceritakan kembali masa-masa ketika ribuan orang memadati area lembah ini setiap akhir pekan.
“Pengunjung terbanyak tembus 16 ribu, apalagi saat awal-awal buka itu sangat ramai,” ujar Likah, salah satu pengelola LGS, mengenang masa saat destinasi ini menjadi tujuan favorit wisatawan lokal.
Meskipun sempat mengalami masa sulit dengan penurunan pengunjung yang drastis akibat pandemi, LGS kini mulai bangkit kembali dengan wajah baru. Salah satu aktivitas yang kini menjadi daya tarik unggulan adalah kegiatan olahraga bersama. Dengan area terbuka yang sangat luas dan udara yang masih sangat bersih, LGS sering digunakan sebagai tempat senam massal. Setiap hari Minggu pagi, suasana lembah yang biasanya tenang berubah menjadi penuh semangat dengan diadakannya senam zumba atau senam pagi bersama. Banyak komunitas senam dari berbagai daerah sengaja datang ke LGS untuk berolahraga sambil menikmati pemandangan hijau. Melakukan senam di LGS memberikan sensasi yang berbeda karena paru-paru kita akan menghirup oksigen murni dari pepohonan sekitar, sehingga tubuh terasa jauh lebih segar dibandingkan berolahraga di dalam ruangan.
Ke depan, pihak pengelola memiliki rencana besar untuk mengelola LGS secara lebih serius dan profesional. Rencana pengelolaan lebih lanjut ini tidak akan merusak alam, melainkan menambah kenyamanan pengunjung. Mulai dari penataan area parkir yang lebih baik, perbaikan fasilitas gazebo, hingga pengembangan area camping ground bagi keluarga yang ingin merasakan sensasi bermalam di tengah hutan jati yang tenang. Pengelola ingin memastikan bahwa LGS bukan hanya sekadar tempat lewat, tetapi menjadi rumah kedua bagi keluarga dan komunitas untuk berkumpul. Dengan komitmen untuk tetap menjaga harga tiket yang terjangkau, LGS berharap bisa terus menjadi wisata unggulan di Kabupaten Malang yang membuktikan bahwa keaslian alam akan selalu memiliki tempat di hati masyarakat.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?