KKG PAI Kabupaten Malang Sosialisasikan Bahan Ajar PAI SD, Tekankan Etika Akademik dan Profesionalisme Guru
MALANG| JATIMSATUNEWS.COM: Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kabupaten Malang menggelar kegiatan Sosialisasi dan Penjelasan Teknis Penggunaan Bahan Ajar Pendidikan Agama Islam (PAI) bagi guru PAI jenjang Sekolah Dasar, Rabu (7/1/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Panji Dinas Pendidikan Kabupaten Malang dan diikuti oleh perwakilan guru PAI dari berbagai kecamatan.
Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari rampungnya penyusunan bahan ajar PAI yang dirancang sebagai suplemen pembelajaran yang kontekstual, aplikatif, serta relevan dengan karakter dan pola belajar generasi masa kini. Bahan ajar tersebut direncanakan mulai diberdayakan pada semester genap Tahun Pelajaran 2025/2026.
Ketua KKG PAI Kabupaten Malang, Bahrudin, M.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses panjang penyusunan bahan ajar, mulai dari fasilitasi hingga pendampingan teknis.
Ia menjelaskan, penyusunan bahan ajar ini melibatkan 33 orang Tim Inovator dan 6 orang Tim Penelaah yang bertugas menganalisis substansi materi, kelayakan isi, serta kesesuaiannya dengan kurikulum dan kebutuhan peserta didik. Melalui proses kajian yang matang, bahan ajar tersebut dinilai siap digunakan sebagai pendamping pembelajaran di sekolah.
“Bahan ajar ini kami hadirkan sebagai bahan pendamping dan bukan untuk diperjualbelikan. Tidak ada unsur komersialisasi di dalamnya. Kami berharap seluruh guru menjaga hak cipta dan etika akademik, serta menggunakannya secara bijak demi kepentingan pendidikan,” tegas Bahrudin.
Ia juga menekankan pentingnya pemahaman utuh atas materi sosialisasi, agar dapat disampaikan secara tepat kepada peserta didik dan dikomunikasikan secara proporsional kepada wali murid.
Dalam kesempatan yang sama, Bahrudin turut menyampaikan agenda lanjutan KKG PAI Kabupaten Malang, di antaranya Final Olimpiade PAI tingkat Kabupaten Malang yang dijadwalkan pada 13 Januari 2026, serta rencana launching dan expo bahan ajar PAI sebagai bagian dari upaya pemberdayaan guru di awal semester.
Sementara itu, M. Ali Imron Junaidi, Kasi Pendidikan Agama Islam (Pais) Kementerian Agama Kabupaten Malang, memberikan apresiasi tinggi atas ikhtiar dan kerja kolektif KKG PAI. Ia mengajak para guru PAI untuk meneladani ulama besar seperti Imam Nawawi, yang tidak hanya menjadi penulis karya, tetapi juga pemikir dan penafsir yang visioner.
“Kita jangan hanya menjadi generasi copy–paste pemikiran. Guru PAI harus mampu melahirkan karya yang bermanfaat dan berkelanjutan,” pesannya.
Ia kemudian menegaskan empat prinsip penting dalam pengembangan dan penggunaan bahan ajar, yakni keikhlasan niat, ketepatan materi sesuai fase perkembangan anak, ketepatan metode pembelajaran, serta perhatian terhadap kesejahteraan guru. Terkait kesejahteraan, ia menjelaskan bahwa tunjangan PPPK GPAI mulai tertanggung sejak September dan proses pencairannya tengah berjalan sesuai juknis dan mekanisme anggaran.
Di akhir sambutannya, pria asli Tumpang Kabupaten Malang ini juga mengapresiasi partisipasi aktif GPAI dalam peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama, serta mendorong agar ke depan GPAI tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga pelaksana kegiatan sosial dan keagamaan yang berdampak luas bagi masyarakat.
“Jika selama ini pelayanan kami di Pais belum maksimal, kami sangat terbuka terhadap kritik dan saran yang membangun,” pungkasnya.
Kegiatan sosialisasi ditutup dengan pemberian penghargaan kepada 33 Tim Inovator dan 6 Tim Penelaah Bahan Ajar PAI, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, pemikiran, dan kontribusi nyata dalam penguatan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Malang.
Pewarta: Refan Purba



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?