Banner Iklan

Ketua Tanfidziyah MWC NU Widodaren Ngawi Daud Sunaryo, Sebut Masjid Jadi Kapal di Rutinan Ahad Legi

Abdullah
04 Januari 2026 | 21.13 WIB Last Updated 2026-01-06T16:15:20Z

 

Kyai Daud Sunaryo Ketua Tanfidziyah MWC NU Widodaren mengisi acara inti Dalam Rutinan Malam Ahad Legi Ranting NU Widodaren, Kabupaten Ngawi.

NGAWI.JATIMSATUNEWS.COM:

Rutinan Lailatul Ijtima dan Istighosah Ranting NU Widodaren diisi oleh tokoh nomor satu di MWC NU Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. (04/01/2026)

Bertempat di Masjid Al Amin Dusun Kajangan, Desa Widodaren Lor, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi Jawa Timur lailatul ijtima dan istighosah yang jatuh pada malam 15 bulan Rajab 1447 H atau Sabtu malam (03/01/2026) ini menjadi sebuah momentum untuk sadar tentang hakikat dunia.

Ketua Syuriyah Ranting NU Widodaren Yai Totok Subiyanto menjadi imam istighosah, membuat para jamaah yang hadir larut dalam hangatnya pelukan doa.

Menariknya, dalam acara inti tidak dibahas tentang sejarah bulan Rajab, karena pembicara Kyai Daud Sunaryo lebih memilih untuk, menyampaikan terkait hakikat harta benda yang menjadi daya tarik besar dalam kehidupan di dunia ini.

"Janji masjide apik nandakne masyarakate apik. Masjid ini suatu simbol yang menunjukkan kekayaan daripada masyarakat Kajangan. Bahkan Masjid menjadi perahu atau kapal yang dikendarai saat melewati jembatan Sirathal Mustaqim kelak. Sok seng iso selamat ki wong seng numpak kapal iku. Nah Masjid Al Amin iso dadi kendaraane wong Kajangan," sebut Daud Sunaryo dengan nada penuh kebanggaan kepada masyarakat Dusun Kajangan.

Tokoh di Ranting NU Widodaren mendampingi Ketua Tanfidziyah di depan mimbar Masjid Al Amin Dusun Kajangan

Diketahui baru enam bulan yang lalu, yaitu di bulan Juni 2025 Masjid Al Amin diresmikan oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono. Di mana orang nomor satu di Kabupaten Ngawi itu menyebutkan fungsi masjid untuk kemaslahatan umat.

Di sisi lain, orang nomor satu di organisasi NU Kecamatan Widodaren menyebutkan tafsir dari sebuah hadits Rasulullah SAW, terkait tibanya sebuah zaman, saat umat menyukai 5 perkara dan melupakan 5 perkara lainnya.

Selanjutnya sebagai solusi, laki-laki yang berdomisili di Dusun Kedungprahu itu menyebutkan pentingnya harmonisasi dalam hidup. Seperti giat bekerja atau anjuran berharta  dan tetap giat beramal sholeh, atau tidak melupakan akhirat.

Sebelumnya takmir Masjid Al Amin Dusun Kajangan, Sarno menyampaikan terkait pentasyarufan zakat, infaq, dan sedekah melalui lembaga Laziznu Ranting Widodaren. Di mana telah disalurkan sebanyak 270 pcs sembako, untuk para yatim dan dhuafa.

Hal ini terkait anjuran untuk memperbanyak amal ibadah termasuk sedekah dan memperbanyak doa di bulan Rajab, bulan yang menjadi momem peristiwa Isra Mi'raj Kanjeng Nabi Muhammad SAW, dengan kado sholat lima waktu untuk umatnya.

Para jamaah nampak khusyuk mengikuti sesi acara, para penerima tamu perempuan memakai gamis dengan jilbab coksu yang seragam. Sementara penerima tamu laki-laki memakai baju kebanggaan organisasi NU. 

Acara berlangsung khidmah, aman, dan lancar dengan penjagaan keamanan dari Banser, yang juga mengambil posisi sejak dari jalan besar sebelah timur terminal Gendingan untuk memudahkan jalan jamaah. (Qony)


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ketua Tanfidziyah MWC NU Widodaren Ngawi Daud Sunaryo, Sebut Masjid Jadi Kapal di Rutinan Ahad Legi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now