Gus Ulul Albab Mengisi Mauidhoh Hasanah di Rutinan Lailatul Ijtima dan Istighosah Malam Selasa Kliwon Spesial Harlah Satu Abad NU di Gedung MWC NU Widodaren Ngawi.
NGAWI I JATIMSATUNEWS.COM:
Rutinan Lailatul Ijtima dan Istighosah Malam Selasa Kliwon Spesial Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama MWCNU Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi, perdana diisi oleh Agus Muhammad Ulul Albab, M.Pd dari Ponpes Syarifatul Ulum Katerban Sekaralas. (13/1/2026).
Bertempat di Gedung Bersama MWC NU RT 05 RW 02, Dusun Widodaren Kidul, Desa Widodaren, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur pada senin malam (12/01/26) kegiatan istighosah bersama Grup Hardrah Pencinta Sholawat Nabi (Pesona) Desa Sekaralas berlangsung khidmah dan meriah.
Di mana malam lailatul ijtima yang diisi dengan kegiatan istighosah serta albarzanji kali ini, menjadi kali pertama di tahun 2026 dan menjadi sangat istimewa, karena sekaligus memperingati bulan rajab yang mulia dan Harlah Satu Abad NU.
Rais Syuriyah MWC NU Widodaren, Kyai Mochtar Khudlori menjadi imam istighosah, nampak para jamaah yang hadir larut dalam hangatnya pelukan doa, melangitkan hajat dalam jeda yang penuh getaran makna.
Selanjutnya dalam sambutan, terdapat empat hal yang disampaikan oleh Ketua Tanfidziyah MWC NU Widodaren, Kyai Daud Sunaryo. Hal ini terkait mendekat kepada Allah di bulan Rajab, Harlah Satu Abad NU di Widodaren, Even pertama JQH Widodaren pada tanggal 17 Januari mendatang, dan jadwal rutinan bulan depan.
Dalam acara inti Gus Ulul menyebut tentang perintah Nabi Muhammad SAW terkait anjuran muslim di bulan Rajab, yang antara lain; memperbanyak taubat, istighfar, serta melakukan ibadah puasa. Hal ini bertujuan agar menjadikan titik zenit rindu seorang hamba akan datangnya bulan Ramadhan.
Tak hanya itu pengasuh PP Syarifatul Ulum Katerban itu juga menyebutkan tentang nikmat terbesar menjadi manusia. hidup menjadi umatnya Nabi Muhammad SAW, selain ditakdirkan menjadi muslim, bisa sujud kepada Allah SWT, hingga kenikmatan lain yang tak terhitung jumlahnya. Di mana semua itu adalah kebesaran Allah sebagai Pencipta yang sempurna.
"Bulan Rajab ini bulan yang mulia, yang keberadaannya tidak bersanding dengan tiga bulan mulia lain. Namun Rajab menjadi istimewa karena menjadi bulan di mana Kanjeng Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu sholat, melalui peristiwa Isra Mi'raj," jelas putra dari Alm. Kyai M. Anies Al Affad tersebut dengan tutur kata yang lembut dan mantap.
Isra Mi'raj sendiri ternyata bisa dijelaskan melalui ilmu Fisika Quantum, di mana Nabi Muhammad SAW mengendarai Buraq, yang memiliki kecepatan cahaya atau 10x3⁸ m/s². Selain definisi Allah sebagai Dzat yang tidak bisa diserupakan dengan sesuatu yang lain.
Gus Ulul juga menjelaskan terkait Islam menjadi agama yang masuk akal, sesuai dengan riwayat dari Imam Abu Hanifah, "Tidak ada agama lain, yang lebih masuk akal selain Islam."
Menariknya, Gus Ulul juga menjelaskan terkait salah satu bacaan dalam sholat, yang sebenarnya merupakan dialog antara Nabi Muhammad SAW dengan Allah SWT. Di mana salah satunya adalah bentuk kemesraan dan besarnya cinta Nabi untuk umatnya.
Kiranya sungguh besar rasa cinta Nabi Muhammad SAW pada umatnya. Hal ini berbanding terbalik dengan orang-orang yang mengaku cinta Nabi, tapi tidak mau menjalankan sunnah.
"Mari kita memperbanyak istighfar, memperbanyak doa, dan mengurangi dosa di bulan Rajab ini. Hal ini karena kelas kita masih sebagai hamba yang awam, soale kalau fastabiqul khairat itu berat," tandas Gus Ulul Albab tegas dengan nada yang penuh kasih.(Qony)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?