Banner Iklan

Ijazah Kubro dan Pengajian Bersama KH Abdul Hanan Ma'sum di Kedungprahu Widodaren Ngawi

Abdullah
31 Januari 2026 | 22.05 WIB Last Updated 2026-01-31T15:05:13Z

 

Pengunjung antusias turut serta untuk merasakan lubernya barokah pada Jumat malam 

NGAWI I JATIMSATUNEWS.COM:  

Pengajian dan Ijazahan Kubro Kitab Silahul Muballighin Juz 1 bersama ulama karismatik KH Abdul Hanan Ma'sum di Dusun Kedungprahu  Desa Widodaren Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi kali kedua berlangsung khidmah.(31/01/2026)

Nampak lautan pengunjung antusias turut serta untuk merasakan lubernya barokah pada Jumat malam (30/01/2026) di Jalan Gang Podo Rukun Kedungprahu RT 04 Desa Widodaren Kabupaten Ngawi.

Diketahui bahwa sang ulama karismatik, merupakan pendiri dan pengasuh Ponpes Fathul Ulum Kwagean Pare Kediri. 

"Maha guru dari teman kantor saya dan beliau adalah sahabat dari Syech Achmad Jauhari Umar Romo Yai Hanan Maksum," jelas M. Khoiri pada Jatimsatunews.

Menariknya, dalam nampak tilas KH Hannan Maksum diceritakan bahwa beliau adalah satu-satunya orang yang boleh mengubah teks Jawahirul Ma'ani di zaman Abah Yarkham Syech Achmad masih hidup.

Konsep acara dibuat untuk mengamalkan beberapa dzikir, sholawat, dan beberapa doa, seperti doa pada malam Nisfu Sya'ban yang jatuh pada Senin malam (2/2/2026) nanti. Selain munajad doa serentak atau istighosah, menjadi wasilah hajat para jamaah yang hadir. 

"Acara ini merupakan salah satu ajang silaturahmi para santri, berkumpul, ngalap berkah, dzikir bersama," jelas Ning Ikfi Kholifatul Lutfiah, S.H yang berasal dari Kedungprahu.

Selanjutnya disebut bahwa pemrakasa acara ijazah kubro ini adalah Kyai Abas Blitar. Namun untuk acara di Kedungprahu adalah Yai Tarmuji dan yang bertindak sebagai penanggung jawab adalah Mbah Sastro. Sementara itu, masyarakat Kedungprahu bahu-membahu untuk terselenggaranya acara. 

"Menurut saya dengan adanya acara ini, kita bisa menjadi tahu dan faham amalan-amalan apa aja atau dzikir-dzikir yang bisa kita lakukan setiap harinya. Hal ini karena ternyata dzikir itu, sangat penting kita lakukan, sebagai Taqarrub llallohu," sambung istri dari Gus Juki tersebut tersenyum lembut.

"KH Hannan Ma'sum menjadi panutan bagi kami semua. Beliau adalah anugerah, karena ilmunya, do'anya, yang benar-benar kita tunggu. Beliau adalah sosok Kyai yang alim, istiqomah, sabar, dan penuh karismatik," tutup putri dari Alm. Kyai Asroful Anam Kedungprahu tersebut bangga.

Selanjutnya keterkaitan amalan atau ijazahan menjadi salah satu bentuk royadloh jalur langit. Di mana di dalamnya mencakup ibadah, doa, wirid, yang di lakukan secara teratur, tertekstur, dan terencana.  

Namun perlu diketahui bahwa amalan atau ijazahan harus diimbangi dengan usaha. Di mana riyadloh bisa dimaknai dengan tirakat yang perlu konsistensi dalam menjalaninya.

Acara berlangsung dari bakda isya sampai jam 12 malam, dengan pengamanan dari Banser NU, pemuda Karang Taruna, dan keamanan setempat.(Qony)


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ijazah Kubro dan Pengajian Bersama KH Abdul Hanan Ma'sum di Kedungprahu Widodaren Ngawi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now