Banner Iklan

Gelar Triple DPD RI Lia Istifhama Bikin Ketua DPD RI Penasaran, Sejak S1 Kuliah di Tiga Kampus Sekaligus

Admin JSN
15 Januari 2026 | 19.13 WIB Last Updated 2026-01-15T12:15:16Z

 


DPD RI Lia Istifhama Bikin Ketua DPD RI Kepo, Sejak S1 Kuliah di Tiga Kampus Sekaligus

JAKARTA | JATIMSATUNEWS.COM: Ruang Sidang Paripurna DPD RI mendadak dipenuhi rasa penasaran, Rabu (15/1/2026). Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin secara terbuka mempertanyakan deretan gelar akademik yang disandang Senator Jawa Timur, DPD RI Lia Istifhama. Ketertarikan itu muncul lantaran tercantumnya gelar S.H., S.H.I., dan M.E.I. dalam forum resmi kenegaraan.

“Yang belum jelas dari pimpinan ini gelar S.H.I dan M.E.I nanti diperjelas bu. Kata teman-teman diperjelas,” ujar Sultan dari kursi pimpinan sidang.

Menanggapi hal tersebut, DPD RI Lia Istifhama menjelaskan bahwa capaian akademiknya berawal sejak jenjang sarjana. Ia mengungkapkan bahwa sejak S1, dirinya menempuh pendidikan di tiga perguruan tinggi secara bersamaan.

“Saya waktu S1 kuliah di tiga tempat, jadi ada gelar. Kemudian melanjutkan M.E.I dan doktoral ekonomi Islam,” jelas Ning Lia di hadapan sidang paripurna.

Fakta tersebut sontak menarik perhatian peserta sidang. Sejak S1, Ning Lia tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Sosiologi Universitas Airlangga (Unair) melalui jalur UMPTN (kini SNBT), Program Studi Sosiologi Islam UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA), serta pada malam hari kuliah di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Taruna Surabaya dengan prodi Hukum Islam (S.H.I.).

Menariknya, dua kampus negeri—Unair dan UINSA—dijalani secara bersamaan, sementara kuliah malam di STAI Taruna melengkapi perjalanan akademiknya. Di tengah padatnya jadwal kuliah, Ning Lia juga bekerja sebagai pengajar kursus privat.

Ketekunan tersebut mengantarkan DPD RI Lia Istifhama meraih gelar lintas disiplin yang jarang ditemui, memadukan ilmu sosial, hukum Islam, dan ekonomi Islam.

Pengakuan itu dibenarkan oleh Hery Prasetyo, rekan satu angkatan Ning Lia di Program Studi Sosiologi Unair tahun 2002, yang kini menempuh studi doktoral di Universitas Sydney, Australia.

“Lia sangat aktif di Sosiologi. Banyak diskusi dan kuliah lapangan yang justru membuat saya belajar dari dia,” ujar Hery mengenang.

Menurutnya, latar belakang Ning Lia sebagai warga Nahdliyin yang memiliki kepedulian kuat pada ekonomi mikro, masyarakat miskin kota, serta kelompok marginal, menjadikannya menonjol dalam berbagai diskusi akademik.

Sementara itu, Arifulinnuha, rekan kampus Ning Lia di Fakultas Syariah UINSA, juga membenarkan kesibukan akademik tersebut.

“Saya tahu betul bagaimana padatnya aktivitas Ning Lia saat itu. Meski sibuk, beliau tetap aktif dan konsisten,” kata Arif.

Bagi para koleganya, gelar S.H.I dan M.E.I yang disandang DPD RI Lia Istifhama bukan sekadar titel akademik. Lebih dari itu, ia menjadi cerminan perjalanan intelektual panjang yang kini menjadi modal penting dalam menjalankan tugas-tugas kebangsaan di Senayan.

Rasa penasaran pimpinan DPD RI pun terjawab. Di balik deretan gelar akademik tersebut, tersimpan kisah ketekunan, disiplin, dan komitmen intelektual yang menguatkan peran Ning Lia Istifhama sebagai wakil daerah dan legislator nasional. Ans


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Gelar Triple DPD RI Lia Istifhama Bikin Ketua DPD RI Penasaran, Sejak S1 Kuliah di Tiga Kampus Sekaligus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now