Fakultas Kedokteran UNISMA Tetap Jadi Favorit, Lulus Ujian Nasional > 95 Persen dan Siapkan Dokter Profesional Berkarakter
MALANG |JATIMSATUNEWS.COM: Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Malang (UNISMA) terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu fakultas favorit yang diminati masyarakat. Keunggulan FK UNISMA dalam kualitas lulusan dapat dilihat dari kelulusan ujian nasional >95% sejak tahun 2020 dan bahkan 100% berturut-turut sejak tahun 2020 - 2022, sehingga alumni nya selalu siap terjun ke dunia kerja menjadi daya tarik utama FK UNISMA.
Dekan Fakultas Kedokteran UNISMA menjelaskan, dalam lima tahun terakhir, sejak tahun akademik 2020–2022, tingkat kelulusan mahasiswa FK UNISMA pada Ujian Nasional tercatat sempurna, yakni 100 persen dengan kelulusan > 95% di tahun 2023 - 2025 ini. Capaian ini menjadi bukti kuat bahwa sistem pendidikan profesi dokter di UNISMA berjalan sangat optimal.
“Selama hampir tiga tahun sebelum November 2023, tidak ada mahasiswa kami yang gagal di Ujian Nasional. Setelah itu ada yang gagal, itu pun 1-2 orang yang kemudian lulus saat mereka mengulang ujian di periode berikutnya. Ini menunjukkan bahwa pendidikan profesi di FK UNISMA benar-benar menyiapkan dokter yang siap bekerja, bukan sekadar siap dilatih,” ujarnya.
Menurutnya, lulusan FK UNISMA yang telah mengantongi Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP) tidak lagi membutuhkan pembinaan panjang. Mereka dinilai telah matang secara kompetensi dan mental profesional, sehingga banyak yang langsung direkrut oleh rumah sakit maupun fasilitas kesehatan tempat mereka menjalani pendidikan profesi dan internship.
Pendidikan profesi dokter di FK UNISMA ditempuh melalui jejaring rumah sakit pendidikan yang luas. Saat ini, mahasiswa menjalani koas dan internship di tujuh rumah sakit pendidikan, di antaranya RS Blambangan Banyuwangi, RS Mardi Waluyo Blitar, RS Kanjuruhan Kepanjen, RS dr. Mohammad Anwar Sumenep, RS dr. Mohammad Zyn Sampang, RS Islam UNISMA sebagai rumah sakit pendidikan milik yayasan UNISMA dan RS Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan sebagai rumah sakit pendidikan utama. Selain itu, mahasiswa juga ditempatkan di puskesmas dan fasilitas layanan kesehatan lainnya sehingga memiliki pengalaman belajar dan pendidikan profesi yang cukup.
“Proses pendidikan profesi berlangsung selama 100 minggu atau sekitar dua tahun ini benar-benar membentuk mahasiswa menjadi dokter yang siap terjun ke masyarakat,” jelasnya.
Dari sisi penerimaan mahasiswa, FK UNISMA secara nasional sebenarnya memiliki kuota hingga 150 mahasiswa. Namun FK UNISMA membatasi jumlah penerimaan mahasiswa FK di 120 mahasiswa per angkatan. Pembatasan tersebut dilakukan demi menjaga rasio dosen dan mahasiswa serta menjamin kualitas pendidikan.
“Standar ideal rasio dosen dan mahasiswa adalah 1 banding 5 atau maksimal 1 banding 10. Karena keterbatasan jumlah dosen, kami memilih menahan kuota agar kualitas tetap terjaga,” ungkapnya.
Ia juga mengakui bahwa tantangan terbesar fakultas kedokteran saat ini adalah ketersediaan dosen. Banyak dokter lebih memilih praktik dibandingkan mengajar. Oleh karena itu, FK UNISMA mulai menyiapkan strategi jangka panjang dengan membina lulusan dan mahasiswa terbaik agar kelak dapat dikembangkan menjadi dosen.
“Kami sadar, kalau menunggu orang datang melamar sebagai dosen, akan sulit. Maka kami mulai menyiapkan bibit dari mahasiswa sendiri,” tambahnya.
Dekan FK UNISMA juga menekankan pentingnya pengabdian lulusan kepada daerah asal. Ia kerap mendorong para mahasiswa dan alumni untuk kembali ke kampung halaman, terutama daerah yang masih kekurangan dokter.
“Pulang ke daerah itu bentuk bakti kepada orang tua dan masyarakat. Banyak daerah yang masih kekurangan dokter, dan kehadiran lulusan FK UNISMA di sana sangat berarti,” katanya.
Selain fokus pada pendidikan, Fakultas Kedokteran UNISMA juga siap berkontribusi dalam kegiatan besar kampus, termasuk peringatan Hari Lahir (Harlah) UNISMA. FK UNISMA akan mendukung penuh penyediaan layanan kesehatan dengan menyiapkan tenaga medis, mahasiswa, perawat, hingga ambulans, bekerja sama dengan fakultas dan unit lain di lingkungan UNISMA.
“Sebagai fakultas kedokteran, tentu kontribusi kami adalah di bidang kesehatan. Kami siap mendukung penuh kegiatan UNISMA demi kelancaran dan keselamatan semua pihak,” pungkasnya.
Dengan komitmen kuat pada kualitas, pengabdian, dan profesionalisme, Fakultas Kedokteran UNISMA terus mengukuhkan diri sebagai pilihan unggulan bagi calon dokter masa depan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?