DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Suara Mahasiswa DEM Madura Soal Keadilan Energi
JAKARTA | JATIMSATUNEWS.COM: Isu keadilan energi kembali mengemuka setelah Dewan Energi Mahasiswa (DEM) Madura secara terbuka menyampaikan aspirasi strategis terkait peran Pulau Madura dalam menopang pasokan energi Jawa Timur. Aspirasi tersebut disampaikan dalam audiensi bersama Anggota DPD RI, Lia Istifhama, di Kantor DPD RI, Jakarta, Rabu (21/01), dan langsung mendapat apresiasi dari senator asal Jawa Timur tersebut.
Audiensi yang dipimpin Ketua DEM Madura, Abdul Syakur, mengungkapkan bahwa sekitar 60 hingga 70 persen pasokan minyak dan gas bumi (oil and gas) Jawa Timur bersumber dari aktivitas energi di Pulau Madura. Meski demikian, kontribusi besar tersebut dinilai belum sepenuhnya berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat Madura.
“Potensi energi Madura sangat besar. Namun yang kami pertanyakan adalah sejauh mana pengelolaannya benar-benar berpihak pada masyarakat daerah,” tegas Abdul Syakur.
Selain persoalan produksi dan distribusi manfaat, DEM Madura juga menyoroti keberadaan sembilan kontraktor migas yang beroperasi di wilayah Madura dan sekitarnya. Mahasiswa menilai, sektor energi semestinya membuka ruang lebih luas bagi keterlibatan tenaga kerja lokal serta memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
Isu penguatan sumber daya manusia turut menjadi perhatian. DEM Madura mendorong adanya program beasiswa bagi putra-putri Madura, termasuk perempuan, serta pembukaan program studi yang relevan dengan sektor migas. Langkah tersebut dinilai penting agar generasi muda Madura tidak hanya menjadi penonton di daerah yang kaya akan sumber daya energi.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Anggota DPD RI Lia Istifhama menilai gerakan DEM Madura sebagai contoh kepemimpinan mahasiswa yang kritis, berani, dan solutif.
“Mahasiswa hari ini tidak sekadar mengkritik, tetapi juga membawa gagasan dan solusi. Ini penting agar kebijakan energi tidak menjauh dari kepentingan daerah,” ujar Lia Istifhama.
DPD RI Lia Istifhama juga menegaskan perlunya intervensi negara agar pengelolaan energi tidak semata berorientasi pada target produksi, melainkan turut memperhatikan aspek sosial, budaya, serta keberlanjutan masyarakat Madura.
Sebagai bentuk tindak lanjut, Lia Istifhama menyatakan kesiapannya untuk memberikan surat rekomendasi serta mengawal aspirasi DEM Madura ke kementerian dan lembaga terkait.
“Energi bukan sekadar soal sumber daya, tetapi juga soal keadilan. Dan suara mahasiswa harus didengar,” pungkasnya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?