Banner Iklan

Dari Hygiene Kit hingga Bersih-Bersih Sekolah, Ini Aksi Nyata UMM Berbagi Pulihkan Aceh Tamiang

Anis Hidayatie
10 Januari 2026 | 10.49 WIB Last Updated 2026-01-10T03:49:41Z


Dari Hygiene Kit hingga Bersih-Bersih Sekolah, Ini Aksi Nyata UMM Berbagi Pulihkan Aceh Tamiang

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Komitmen kemanusiaan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui program "UMM Berbagi untuk Negeri" terus bergulir secara masif di wilayah terdampak bencana Sumatera. Memasuki tahap ketiga, Kampus Putih tidak sekadar mengirimkan bantuan logistik, melainkan menerjunkan tim ahli yang terdiri dari dosen dan teknisi untuk memimpin percepatan pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang sejak awal Januari 2026.

Fokus utama tim kali ini adalah menghidupkan kembali denyut nadi pendidikan yang sempat lumpuh total akibat banjir bandang. Langkah konkret terlihat di Kecamatan Bandar Pusaka, di mana tim UMM Berbagi berjibaku membersihkan endapan lumpur tebal yang menimbun ruang-ruang kelas di Madrasah Aliyah (MA) Al Hikmah dan Raudhatul Athfal (RA) Darul Muta'allimin, Desa Sunting.

Ir. Ary Bakhtiar, M.Si., IPM., ASEAN Eng., Koordinator UMM Berbagi untuk Negeri, menegaskan bahwa normalisasi fasilitas pendidikan menjadi prioritas utama timnya. Ia menggambarkan kondisi lapangan yang cukup berat, di mana material sisa banjir membuat aktivitas belajar mengajar mustahil dilakukan tanpa intervensi alat dan tenaga yang memadai.

"Tim kami langsung bergerak cepat membersihkan lumpur pekat yang memenuhi ruang kelas di MA Al Hikmah dan RA Darul Muta'allimin. Target kami jelas, agar anak-anak bisa segera kembali bersekolah dengan aman dan nyaman. Selain pembersihan fisik, kami juga mendistribusikan paket hygiene kit kepada para guru dan siswa di Dusun Anggrek. Ini adalah pendekatan komprehensif; kami perbaiki fisiknya, sekaligus kami jaga kesehatan warga sekolahnya," jelas Ary.

Berbeda dengan gelombang sebelumnya yang didominasi oleh semangat juang mahasiswa dalam fase tanggap darurat, penerjunan tahap ketiga ini membawa misi spesifik rehabilitasi dan rekonstruksi.

Eka Kadarpa Utama Dewayani, MM., salah satu relawan sekaligus dosen UMM dalam tim tersebut, menjelaskan perubahan strategi ini. Menurutnya, komposisi tim yang diisi oleh jajaran dosen dan tenaga ahli disesuaikan dengan kebutuhan lapangan yang kini bergeser ke arah pemulihan infrastruktur vital dan manajemen posko.

"Berdasarkan hasil asesmen lapangan terakhir, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah sektor WASH (Water, Sanitation, and Hygiene) serta pendampingan psikososial. Oleh karena itu, tim tahap ketiga ini memiliki tugas spesifik untuk pengelolaan logistik, perbaikan sarana air bersih, hingga trauma healing. Kami ingin memastikan sistem pendukung kehidupan di sini kembali berfungsi," ungkap Eka.

Pergeseran fokus wilayah operasi ini juga merupakan respons cepat atas mandat Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur. Sumber daya yang sebelumnya terkonsentrasi di Langkat, Sumatera Utara, kini digeser penuh ke Aceh Tamiang mengingat eskalasi kebutuhan penanganan yang lebih intensif di wilayah tersebut. ANS 

Aksi nyata ini mempertegas posisi UMM sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya hadir saat sorotan kamera tertuju pada bencana, namun tetap setia mengawal hingga fase pemulihan. Melalui sinergi antara pembersihan sarana pendidikan, bantuan kesehatan, dan dukungan psikososial, UMM Berbagi berupaya memastikan masyarakat Aceh Tamiang, khususnya generasi mudanya, dapat segera bangkit dan menatap masa depan kembali.(*)


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dari Hygiene Kit hingga Bersih-Bersih Sekolah, Ini Aksi Nyata UMM Berbagi Pulihkan Aceh Tamiang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now