Banner Iklan

Dari Aktivis PMII hingga Guru Besar, Prof. Dr. Hj. ST Rodliyah Dikukuhkan sebagai Guru Besar Manajemen Kurikulum UIN KHAS Jember

Anis Hidayatie
21 Januari 2026 | 15.19 WIB Last Updated 2026-01-21T08:19:38Z


Dari Aktivis PMII hingga Guru Besar, Prof. Dr. Hj. ST Rodliyah dan Suami Prof. Khusnuridlo.

JEMBER | JATIMSATUNEWS.COM: Kabar membanggakan mengemuka dari dunia pendidikan Islam. Prof. Dr. Hj. ST Rodliyah, M.Pd. resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Manajemen Kurikulum dan Program Pendidikan di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Ahmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Rabu (21/1/2026).

Pengukuhan ini disambut hangat oleh berbagai kalangan diantaranya civitas FITK, Pascasarjana, Ketua Asosiasi Profesi PERMAPENDIS, Keluarga Besar Besar PP Ar Raudloh, Yayasan Baiturrahman, Jamaah Nuru Sobah, Pembina Alumni Mambaul Maarif Jombang, dan para Alumni Program Doktor UIN Khas & Kolega termasuk keluarga besar SD Baiturrohman Jember yang secara khusus menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas capaian akademik tertinggi tersebut. Momen yang menegaskan dedikasi panjang Prof. Rodliyah dalam dunia pendidikan, keilmuan, dan pengabdian umat.

Perempuan kelahiran Mojokerto, 11 September 1968 ini bukanlah sosok baru dalam dunia aktivisme dan akademik. Semasa muda, ia dikenal aktif sebagai Ketua KOPRI (Korp Putri PMII) Ketawanggede Kota Malang semasa kuliah di IAIN Sunan Ampel hingga kemudian bersuamikan lelaki yang juga pernah jadi ketua komisariat di sana, Prof. Khusnuridlo.

Saat ini, Prof. Rodliyah berstatus sebagai PNS dan dosen Pascasarjana UIN KHAS Jember, dengan pangkat Pembina Utama Madya (IV/d). Latar belakang pesantren menjadi fondasi kuat dalam perjalanan intelektualnya.

 Pengukuhan Guru Besar ini menjadi puncak dari perjalanan akademiknya yang dimulai dari MI hingga menempuh pendidikan tinggi di IAIN Sunan Ampel Malang dan Universitas Negeri Malang.

Sebagai istri dari Prof. Dr. H. Moh. Khusnuridlo, M.Pd., akademisi UIN KHAS Jember  Prof. Khusnuridlo menegaskan bahwa perjalanan mereka berdua memiliki akar yang sama.

“Yang jelas, kita berdua dari pesantren, aktivis PMII dan Muslimat, dan kini berkiprah sebagai akademisi di kampus yang sama UIN KHAS,” ungkap Prof. Khusnuridlo.

Menariknya, dalam prosesi pengukuhan tersebut juga dilakukan peluncuran buku karya bersama Prof. Rodliyah dan Prof. Khusnuridlo. Karya ini disebut-sebut memiliki nilai historis dan intelektual yang kuat, bahkan dianalogikan seperti karya legendaris Kartini–Kartono dalam bidang psikologi pada masanya, karena merepresentasikan dialog keilmuan pasangan akademisi dalam perspektif pendidikan dan kemanusiaan.

Sebagai istri Ketua Yayasan Al-Baiturrohman, Prof. Rodliyah tak hanya berkiprah di ranah kampus, tetapi juga aktif mendukung pengembangan lembaga pendidikan dasar dan keagamaan.

 Sosoknya merepresentasikan perpaduan harmonis antara aktivisme, keilmuan, pesantren, dan pengabdian keluarga.

Bagi sang suami Pengukuhan ini bukan hanya capaian personal, tetapi juga inspirasi bagi perempuan, akademisi muda, dan generasi pesantren bahwa konsistensi, keilmuan, dan integritas dapat mengantarkan pada puncak prestasi akademik nasional. Momen yang menegaskan dedikasi panjang Prof. Rodliyah dalam dunia pendidikan, keilmuan, dan pengabdian umat. Ans


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dari Aktivis PMII hingga Guru Besar, Prof. Dr. Hj. ST Rodliyah Dikukuhkan sebagai Guru Besar Manajemen Kurikulum UIN KHAS Jember

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now