Ketua komisi C DPRD Kota Malang M. Anas Muttaqin berbincang dengan Walikota Wahyu Hidayat (Hem putih) saat kunjungan ke stand UMKM Genduk di Gedung Parkir Kayutangan
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Peresmian Gedung Parkir Kayutangan oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menjadi langkah strategis dalam penataan kawasan heritage yang selama ini menghadapi persoalan klasik keterbatasan lahan parkir. Mendapat perhatian pula dari DPRD Kota Malang, khususnya Komisi C, yang membidangi infrastruktur dan keuangan daerah.
Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Muhammad Anas Muttaqin, yang ikut mendampingi Wali Kota Wahyu Hidayat dalam peresmian gedung parkir tersebut, menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari penataan kawasan secara terintegrasi, tidak hanya menyelesaikan persoalan parkir, tetapi juga membuka peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi.
“Penataan kawasan terintegrasi ini memang menjawab problem utama di Kayutangan, yakni keterbatasan parkir. Dengan adanya gedung parkir, ke depan bukan hanya lebih tertib, tetapi juga berpotensi menambah PAD dari sektor retribusi,” ujar Anas.
Menurutnya, kawasan Kayutangan memiliki keterbatasan lahan parkir yang sudah lama menjadi keluhan masyarakat dan pengunjung. Selama ini, banyak kendaraan—khususnya sepeda motor—parkir di badan jalan, sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas dan mengurangi kenyamanan kawasan wisata heritage.
Dengan diresmikannya Gedung Parkir Kayutangan, Anas menjelaskan bahwa sepeda motor diarahkan seluruhnya masuk ke gedung parkir, sementara parkir di tepi jalan akan ditata lebih ketat.
“Estimasi kami, sepeda motor bisa seluruhnya masuk ke gedung parkir ini. Sehingga yang tersisa di tepi jalan nantinya hanya mobil, itu pun akan ditata dengan ketat, terutama di sisi kanan jalan. Intinya, parkir sembarangan harus dikurangi,” jelasnya.
Ia menambahkan, penataan parkir tepi jalan akan difokuskan untuk mobil dengan pengaturan yang lebih rapi dan terbatas. Hal ini dinilai penting agar kawasan Kayutangan tetap nyaman sebagai ruang publik dan destinasi wisata, tanpa kehilangan fungsi jalan sebagai jalur lalu lintas utama.
Terkait target PAD dari operasional Gedung Parkir Kayutangan, Anas menyampaikan bahwa saat ini masih dilakukan kajian oleh pihak pengelola dan pemerintah daerah. Namun ia optimistis, jika pengelolaan dilakukan secara profesional dan konsisten, kontribusi terhadap PAD akan signifikan.
“Untuk target PAD, tentu masih dikaji oleh pihak yang melakukan evaluasi dan perhitungan. Tapi secara prinsip, ini peluang yang baik. Selama ini potensi parkir ada, tapi tidak tertata. Sekarang kita tata, maka manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dan daerah,” ungkapnya.
Anas juga menekankan pentingnya pengawasan dan evaluasi berkelanjutan agar gedung parkir benar-benar berfungsi optimal, tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi solusi nyata yang berdampak pada lalu lintas, ekonomi kawasan, dan pendapatan daerah. ANS



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?