Banner Iklan

Ceria dan Bahagia menjadi Bagian dari RA Perwanida Pandaan

Admin JSN
02 Januari 2026 | 16.44 WIB Last Updated 2026-01-02T09:49:20Z


Ceria dan Bahagia menjadi Bagian dari RA Perwanida Pandaan

ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM: Tidak terasa sudah hampir 18 tahun saya menjadi bagian dari RA Perwanida, suatu lingkungan yang tidak pernah saya impikan dan tidak pernah saya bayangkan sebelumnya untuk menjadi guru. Karena Ketika ingat kenangan kecil kalua ditanya cita cita saya ingin menjadi “insinyur pertanian” karena dari kecil hobby saya sangat menyenangi dunia pertanian mulai dari menanam bawang, sayur kangkong, sawi dan tanaman kebun lainnya.

Di tambah lagi Ketika di tk saya mempunyai kenangan tidak menyenangkan dengan teman main saya, apalagi Ketika melihat orang tua saya yang juga berprofesi sebagai guru begitu sangat sibuk dan melelahkannya Ketika mulai membuat persiapan untuk mengajardan membuat soal ujian disekolahnya waktu itu.

 Lulus TK lanjut ke Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), cita-cita saya masih konsisten ingin menjadi insinyur pertanian. Namun ketika lulus Sekolah Menengah Atas impian saya mulai goyah. Sebagai siswa SMA saya ingin melanjutkan kuliah dan mengambil jurusan jurnalistik karena pada saat itu menjadi seorang jurnalis begitu sangat menyenangkan dan menantang apalagi banyak televisi swasta dan tabloid tabloid yang bermunculan seperti jamur di musim hujan dan juga adanya kebebasan untuk menyampaikan pendapat lewat media komunikasi. Lagi lagi saya mengabaikan saran dari orang tua untuk melanjutkan kuliah di Pendidikan akhirnya saya mengambil jurusan komunikasi jurnalistik dan alhamdulillah orang tua terus mensuport keinginan anaknya.

 Seiring dengan waktu, Ketika lulus dari kuliah dan menyandang gelar sarjana tiba tiba keinginan untuk menjadi jurnalis mulai memudar. Dan akhirnya mulai mencari cari lowongan pekerjaan dan sempat bekerja di sebuah Lembaga Pendidikan dibagian front office. Dan ternyata jiwa untuk mengabdi di dunia pendidikan itu tidak pudar meskipun dialihkan ke pekerjaan lain.

 Pada tahun 2007 alhamdulillah ada tawaran untuk menjadi guru di taman kanak kanak tepatnya di RA. Perwanida. Awalnya asing dan bingung harus menghadapi banyak sekali anak anak kecil dengan latar belakang yang berbeda beda dituntut harus sabar, bisa ngemong, bisa menyanyi, bisa mewarnai, bisa nyuapi, bisa nyeboki dan harus bisa segalanya.


Dan pengalaman yang paling teringat sampai sekarang yaitu Ketika awal masuk tiba tiba harus mengantar anak untuk buang air besar dan dia bilang kalau “mama tidak begini caranya” dari situ mulailah lebih belajar untuk bagaimana cara menghadapi anak kecil dengan berbagai macam karakter.

 Dan akhirnya hingga saat ini berada di dunia Pendidikan terutama Pendidikan anak paud sangat menyenangkan karena ternyata tidak hanya kita harus mengedukasi anak anak didik saja, ternyata orang tua, kakek nenek dan semua anggota keluarga yang terlibat juga harus kita edukasi tentang cara mendidik anak untuk mencapai dan menggapai cita citanya dan tentunya menjadi anak yang sholih sholihah kebanggaan keluarga.

Mereka adalah sosok yang ngangenin seperti Ketika libur tidak bisa melihat wajah polos mereka, yang selalu tertawa ceria Ketika bermain dan Ketika kita datang mereka berlarian menghampiri kita untuk berebut menggandeng tangan salim dan memeluk kita sambal berceloteh tentang yang mereka alami di rumah. Dan senang sekali Ketika karakter yang kita tanamkan ke mereka sudah mulai terlihat seperti dengan saling berbagi, mengucapkan kata terimakasih, permisi dan lainnya.

Dan Ketika mengingat tingkah laku lucu anak sholih sholihah kadang membuat kita tertawa dan juga gregetan Ketika mulai tantrum, tapi bagaimanapun mereka adalah Amanah yang harus kami bimbing untuk menjadi generasi islami yang Tangguh dan siap untuk menghadapi tantangan dimasa depan.

Hal itulah yang membuat saya bangga menjadi seorang guru, saya selalu senang setiap kali mendengar kabar siswa-siswa yang telah lulus meraih mimpi dan kesuksesannya. Nikmat lain yang saya rasakan dengan menyandang status sebagai guru yakni saya merasa rejekinya begitu berkah. Meski mungkin gaji tidak terlalu banyak, tidak menjadikan kaya, namun pada kenyataannya bisa mencukupi segala kebutuhan. Alhamdulillaah, selalu saya syukuri Allah mengijinkan serta memberikan kesempatan pada saya menjadi seorang guru.

Saya pun berharap kelak bila saya telah tiada di dunia, akan tetap ada pahala-pahala mengalir dari apa yang telah saya sampaikan. Insya Allah, aamiin yaa Rabbal'alamiin.

Penulis : Ainur Raifah,MS,S.Sos


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ceria dan Bahagia menjadi Bagian dari RA Perwanida Pandaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now