Merajut Cinta dalam Ketulusan di Madrasah
Rajutan cinta dalam ketulusan dari Guru BK MTsN 4 Pasuruan mengurai air mata dengan melukiskan senyum siswanya.
ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM: Perasaan cinta yang hadir dari arah yang tak pernah saya duga. Cinta yang begitu mendalam bersemi di madrasah, bagi saya menjadi bagian kehidupan dari madrasah bukan sekedar menjalankan tugas sebagai pengajar atau pembimbing, ini adalah rajutan cinta yang panjang.
Setiap hari di madrasah, rongga pikiran saya terisi oleh ratusan pasang mata yang penuh dengan kisah uniknya. Seketika tersadarkan bahwa saya harus memastikan setiap siswa memiliki ruang emosionalnya untuk bertumbuh.
Kebahagiaan bagi saya tidak harus datang dari suatu penghargaan yang terukir diatas piagam. Kebahagiaan sejati justru hadir dalam bentuk ketulusan yang sederhana namun menyentuh relung kehidupan. Senyum tulus dan tertawa lepas dari seorang siswa yang sebelumnya murung bahkan dalam kegalauan, atau sapaan hangat yang hadir dengan tiba-tiba membuat hati saya penuh kebahagiaan. Momen-momen kecil yang sering teracuhkan ini yang sebenarnya menjadi kekuatan hati saya dalam pengabdian.
Saat siswa merasa nyaman untuk berbagi keresahan hatinya, saya merasa telah berhasil merajut kepercayaan hati. Euforia yang tak bisa dijabarkan ini, ketika saya tidak lagi dipandang sebagai sosok yang menakutkan, melainkan sebagai pelabuhan untuk bernaung. Sebuah peristiwa yang spesial dalam relung hati dan semakin mencintai profesi saya sebagai guru BK.
Suatu hari, seorang siswa yang tidak saya duga tiba-tiba menghampiri dengan wajah yang begitu beratnya. Tanpa ada sedikit keraguan, ia mulai menumpahkan segala kerumitan hidupnya dikala usianya yang belum siap menopang. Seketika isak tangis mulai mereda dan kesunyian menyelimuti ruang hampa. Sebuah permintaan tulus terdengar lirih namun menggetarkan jiwa, dengan tatapan penuh harap ia meminta saya bersedia menjadi ibunya yang bisa merajutkan cinta untuk anaknya.
Keharuan itu mengisi rongga pikiran saya, bahwa madrasah ini benar-benar hidup dan menjelma dalam kebermaknaan. Madrasah bukanlah sekedar sebuah bagunan ruang fisik, namun menjelma dalam rajutan kasih yang panjang dan tempat ketulusan yang bertaburkan rasa saling menghargai dan saling menguatkan hati.
Di madrasah ini saya menemukan sebuah makna bahwa pendidikan yang membekas adalah pendidikan yang bisa menyentuh relung jiwa. Ketika ketulusan hati hadir, kejujuran yang luar biasa akan datang begitu saja dari hati siswa.
Inilah rajutan cinta yang tulus dalam dunia pendidikan madrasah yang kita cintai. Melihat siswa tumbuh menjadi karakter yang mandiri namun selalu ceria dan penuh rasa saling cinta menghargai adalah anugerah yang bisa diukur nilainya. Peran kita tidak hanya memberikan pengetahuan tapi lebih dalam memberikan kehangatan pada hati mereka yang sedang menyusuri jati diri.
Menjadi bagian dari madrasah ini sebuah kebanggaan dan rasa syukur yang tak terhingga. Tempat dimana setiap langkah adalah karunia terindah. Saya meyakini bahwa bukan hanya pengetahuan atau materi pelajaran satu-satunya yang terpatri dalam rongga ingatan siswa, melainkan rasa berharga dan ketulusan hati yang mereka rasakan dalam rajutan cinta selama mendampinginya.
Oleh : Eka Terisia, S.Psi. _ Guru BK MTsN 4 Pasuruan



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?