Banner Iklan

Bahas Pembelajaran Hingga Cara Efektif Melarang Pacaran, Workshop MGMP PAI SMA/SMK Kabupaten Malang Sukses

Anis Hidayatie
24 Januari 2026 | 17.05 WIB Last Updated 2026-01-24T10:16:59Z


Kasi PAIS Imron  bersama Pengawas danPengurus MGMP PAI SMA/SMK Kabupaten Malang 

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Workshop Implementasi Standar Proses yang digelar Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) SMA/SMK Kabupaten Malang Sabtu 24 / 1/ 2026 di SMA Islam 1 Kepanjen menjadi ruang refleksi dan penguatan peran guru di tengah dinamika peserta didik masa kini. 

Narasumber Pengawas H. Arito membahas Implementasi Standar Proses Dalam Pembelajaran berdasarkan permendikdasmen no. 1 tahun 2026.


H. Arito, menegaskan bahwa peran guru PAI tidak sebatas pengajar materi, melainkan pendidik yang menjadi teladan. Guru harus mampu menghargai siswa, bersikap terbuka terhadap kritik, memberi masukan yang membangun, serta melakukan pendampingan tanpa mengebiri kreativitas anak.

“Keteladanan itu kunci. Guru adalah fasilitator, pendamping, sekaligus pembimbing. Kreativitas siswa jangan dipangkas, justru diarahkan,” tegasnya.

Guru guru PAI SMA/SMK Kabupaten Malang 

Workshop juga mengulas penerapan pendekatan deep learning, yang menekankan pembelajaran bermakna dan berpusat pada siswa. 

Metode dan model pembelajaran dipilih dengan mempertimbangkan karakter siswa, tujuan pembelajaran, serta sumber daya yang tersedia. 

Contohnya, praktik wudhu secara langsung divideo, dibuatkan  video pembelajaran, dibahas di kelas. Juga dibahas pemanfaatan teknologi seperti laptop, ponsel, dan LCD proyektor.

Pembelajaran PAI, lanjut narasumber H. Arito, tidak bisa dilepaskan dari lingkungan nyata. Kelas, masjid, hingga praktik langsung seperti manasik haji melalui kemitraan dengan pembimbing haji, atau praktik mengkafani jenazah, menjadi bagian penting dari proses belajar. Penilaian pun tidak hanya berorientasi hasil, tetapi juga proses.

Isu yang menarik perhatian peserta adalah pacaran terkait pertanyaan guru guru Silvi. Bagaimana guru memberikan pemahaman bahaya pacaran itu sendiri.

Dalam hal ini moderator tidak hanya memberi kesempatan narasumber menjawab akan tetapi pada peserta saling sharing. Guru Nasikan  menyampaikan pentingnya sikap tegas guru dengan melarang pacaran berdasarkan nilai agama, merujuk Surat Al-Isra  tentang larangan mendekati zina. 

"Saya menyampaikan ke siswa bahwa Pacaran itu dilarang sebagaimana surat Al Isra' mengatakan," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut H. Arito mendukung hal yang dilakukan Guru Nasikan.

“Larangan itu bukan sekadar melarang, tetapi menyadarkan. Gurunya harus mendekati siswa dengan pendekatan keibuan, sebagai orang tua di sekolah. Menyentuh hati mereka, mengingatkan harapan orang tua, dan masa depan mereka,” jelas H. Arito.

H Arito juga menyoroti pentingnya komunikasi antara sekolah dan orang tua. Jika terjadi persoalan, tabayun dan penyelesaian secara kekeluargaan harus diutamakan, bukan langsung membawa persoalan ke ranah hukum. 

Menurutnya, kasih sayang orang tua jangan sampai justru merugikan anak dan mencederai marwah guru.

Narsum H. Arito dan Ketua MGMP PAI SMA periode sebelumnya H. Juzki Arif 

Narsum H Arito juga menyampaikan pesan Kabid Pendidikan Agama Islam Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Dr. Amak Burhanudin, yang mengingatkan agar sertifikasi dan PPG tidak justru menurunkan kreativitas guru. Guru diharapkan terus terbuka, reflektif, dan meningkatkan kompetensi berdasarkan penilaian siswa maupun evaluasi diri.

Workshop ini juga diwarnai pergantian kepemimpinan MGMP PAI SMA Kabupaten Malang. Jabatan Ketua MGMP SMA kini diemban oleh H. Ahmad Muzamil Kholili, M.Pd, menggantikan Juzki Arif. Sementara Ketua MGMP SMK dipegang oleh Joko Salam.

Ketua MGMP PAI sebelumnya, Juzki Arif, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk peningkatan kompetensi guru PAI. Meski tidak lagi menjabat, ia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung keberlanjutan program MGMP.

“Guru PAI jangan sampai absen dari kegiatan seperti ini. Walau saya tidak lagi menjadi ketua, saya akan tetap mendukung dari belakang layar agar MGMP terus berkesinambungan,” ujarnya.


Melalui workshop ini, MGMP PAI SMA/SMK Kabupaten Malang berharap pembelajaran PAI semakin kreatif, menyenangkan, bermakna, dan mampu membentuk karakter siswa yang berakhlak serta berdaya saing di masa depan. Ans


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bahas Pembelajaran Hingga Cara Efektif Melarang Pacaran, Workshop MGMP PAI SMA/SMK Kabupaten Malang Sukses

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now