Banner Iklan

Trans Jatim Kota Malang Disorot: Penumpang Membludak, Dishub Cari Solusi dengan 3 Tindakan

Admin JSN
30 November 2025 | 17.55 WIB Last Updated 2025-11-30T10:55:50Z
Warga Kota Malang berbondong-bondong memanfaatkan layanan transportasi baru, Trans Jatim./dok. Istimewa

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Layanan Bus Trans Jatim di Kota Malang mendapat sorotan publik yang puncaknya terjadi pada Sabtu  sorotan setelah membludaknya penumpang di beberapa titik halte, terutama di kawasan Kayutangan, pada Sabtu (29/11).

Menurut laporan yang kemudian terkonfirmasi pada Minggu (30/11), banyak warga mengeluh jika dirinya tidak terangkut bus dari Terminal Hamid Rusdi.

Seharusnya, bus Trans Jatim beroperasi dengan interval kedatangan tiap 20 menit. Namun dalam praktiknya, waktu kedatangan sering melampaui jadwal hingga 10-15 menit lebih lambat.

Kondisi ini membuat penumpang menumpuk di halte, sementara bus yang tiba tidak lagi memiliki ruang kosong.

"Di Kayutangan banyak penumpang tapi tidak terangkut karena bus sudah penuh terus. Artinya, dari Terminal Hamid Rusdi sudah penuh sejak awal," ungkap salah satu penumpang, Endang.

Ia juga mengatakan bahwa kejadian ini terulang beberapa kali sehingga membuatnya mengeluh seperti warga lain terkait optimalisasi layanan transportasi baru ini.

Menanggapi kejadian ini, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang, Wijaya, mengakui banyaknya keluhan masyarakat terkait layanan baru tersebut.

Ia menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan operator lapangan dan segera meneruskan laporan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur selaku penanggung jawab program Trans Jatim.

"Untuk mengangkutnya akan kami teruskan pada teman-teman operator. Apakah itu bisa termonitor lewat aplikasi? Nanti kami coba. Apa pun permasalahan akan kami teruskan ke Provinsi Jawa Timur," tutur Wijaya.

Wijaya mengungkap sejumlah laporan bahwa bus keluar dari Terminal Hamid Rusdi dalam keadaan kosong sesuai SOP keberangkatan, namun hanya dalam 20 menit perjalanan bus sudah penuh dan tidak mampu mengangkut penumpang di halte berikutnya.

"Begitu banyak sekali keluhan masyarakat tidak terangkut. Bus seharusnya 20 menit sekali, tapi kenyataannya lebih lama. Itu pun saat lewat pos-pos jalan sudah penuh," bebernya.

Dishub Kota Malang berjanji akan melakukan evaluasi bersama operator dengan tiga tindakan.

Pertama, menambah frekuensi layanan pada jam padat.
Kedua, memperbaiki pemantauan armada melalui aplikasi.
Ketiga, mengecek kembali rotasi bus agar kondisi serupa dapat diminimalisir.

Pada sisi warga, mereka berharap masalah ini segera ditangani agar layanan transportasi publik tetap nyaman, tepat waktu, dan mampu memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat Kota Malang. ***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Trans Jatim Kota Malang Disorot: Penumpang Membludak, Dishub Cari Solusi dengan 3 Tindakan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now