Banner Iklan

Harmoni Jawa-Madura, Walikota Malang Wahyu Hidayat Buka Karnaval Budaya Kota Malang

Anis Hidayatie
14 September 2025 | 16.17 WIB Last Updated 2025-09-14T09:17:42Z

 


Wali Kota Malang Wahyu Hidayat Buka Karnaval Budaya Kota Lama, Angkat Harmoni Jawa-Madura

MALANG – JATIMSATUNEWS.COM: Kawasan Kota Lama Malang berubah menjadi lautan manusia pada Sabtu (13/9/2025), saat ribuan warga tumpah ruah menyaksikan Karnaval Budaya Kota Lama. Gelaran ini semakin istimewa karena mengangkat kearifan lokal Jawa dan Madura yang ditampilkan secara kolaboratif dalam parade seni dan budaya.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, hadir langsung membuka dan memberangkatkan peserta karnaval. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa karnaval budaya bukan hanya sekadar ajang hiburan, tetapi juga wadah memperkuat identitas serta menumbuhkan perekonomian rakyat.

 “Penampilan di karnaval Kota Lama ini menampilkan banyak sekali kearifan lokal, di sini ada penggabungan antara budaya Jawa dan Madura. Selain berkesenian, kegiatan ini juga berkontribusi pada perputaran ekonomi masyarakat,” ujar Wahyu.

Wali Kota yang akrab disapa Pak Mbois itu menambahkan, karnaval menjadi bagian dari program “Seribu Event” yang digagas Pemerintah Kota Malang. Setiap event, menurutnya, harus memberikan manfaat nyata, baik bagi pelaku seni, UMKM, maupun masyarakat umum.

Ketua RW setempat sekaligus anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Nurul Faridawati, menyampaikan bahwa karnaval ini juga menjadi sarana menjaga kelestarian budaya, khususnya bagi warga keturunan Madura yang jumlahnya mencapai 80 persen di lingkungannya.

 “Notabene di RW saya hampir 80 persen itu Madura. Makanya kesenian itu saya gabung antara Jawa dan Madura. Meski tinggal di Malang, adat Madura tetap harus dijaga,” tegas politisi Gerindra itu.

Tahun ini, sebanyak 12 grup kesenian tampil memeriahkan panggung karnaval. Jumlahnya memang sedikit berkurang dibanding tahun sebelumnya karena sebagian mengikuti agenda karnaval lain, namun hal itu tidak mengurangi semaraknya acara. Nurul juga memastikan pelaksanaan tetap ramah lingkungan dengan larangan penggunaan sound horeg yang kerap dianggap mengganggu kenyamanan warga.

Selain pertunjukan seni, karnaval juga disemarakkan dengan bazaar kuliner UMKM yang menghadirkan 53 stan. Warga bisa menikmati ragam sajian mulai dari nasi jagung, seafood, hingga sosis bakar. Setiap pelaku usaha membayar biaya partisipasi sebesar Rp50 ribu per stan, yang hasilnya turut membantu operasional kegiatan.

 “Selain karnaval, kami juga ada UMKM sebanyak 53 stan. Ini tidak hanya meningkatkan seni dan budaya, tapi juga mengubah mindset masyarakat agar lebih kreatif dan mandiri,” tutur Nurul.

Atmosfer Kota Lama malam itu semakin hidup: dentuman musik tradisional berpadu dengan semerbak aroma kuliner lokal, sementara penonton bersorak riuh menyambut setiap penampilan yang lewat. Karnaval Budaya Kota Lama sekali lagi membuktikan bahwa Malang adalah rumah harmoni, tempat Jawa dan Madura bertemu dalam seni, budaya, dan kebersamaan.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Harmoni Jawa-Madura, Walikota Malang Wahyu Hidayat Buka Karnaval Budaya Kota Malang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now