Banner Iklan

Kelola Air bekas Wudhu, Mahasiswa KKN Berdampak UPN “Veteran” Jatim Hadirkan Solusi untuk Jaga Lingkungan

Admin JSN
29 Agustus 2025 | 13.47 WIB Last Updated 2025-08-29T06:47:08Z

 

Dokumentasi Kegiatan KKN BERDAMPAK 2025 Kelompok 1

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM - Masjid Istiqomah UPN “Veteran” Jawa Timur kini memiliki cara dalam mengelola kembali air bekas wudhu. Jika sebelumnya air bekas wudhu langsung terbuang ke tanah, kini air tersebut dapat diolah kembali menjadi air bersih non-konsumsi. Melalui program KKN Berdampak, mahasiswa KKN Berdampak kelompok 1 menghadirkan sistem pengolahan air bekas wudhu berbasis energi surya. 

Air bekas wudhu dipilih sebagai fokus utama karena sering menjadi sumber pemborosan penggunaan air bersih jika tidak dilakukan dengan bijak. “Sebagai gambaran, sekali berwudhu rata-rata menghabiskan sekitar 3 liter air per orang, maka dalam sehari sudah 15 liter air bersih yang langsung terbuang begitu saja. Belum lagi pada hari-hari tertentu seperti hari Jumat dimana jumlah pemakaian air wudhu bisa jauh lebih besar.” Jelas Prastika salah satu anggota kelompok 1 KKN Berdampak dalam penyuluhan kepada pengurus masjid dan beberapa warga kampus.

Selain boros, pembuangan air wudhu yang tidak teratur juga kerap menimbulkan genangan. Kondisi ini membuat area masjid lembab, licin, dan berpotensi menumbuhkan lumut atau mikroorganisme lain. Dengan adanya sistem baru ini, air wudhu tidak hanya lebih tertata, tetapi juga bisa dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman, flushing toilet, atau membersihkan lingkungan sehingga tidak lagi mengganggu kestabilan tanah. 

Sistem pengolahan ini menggunakan panel surya sebagai sumber energi ramah lingkungan. Panel berkapasitas 200 WP dipasang dekat bak kontrol untuk menggerakkan pompa dan sistem filtrasi. Dengan bak kontrol berkapasitas 216 liter, yang rata-rata terisi penuh dua kali sehari, sekitar 432 liter air per hari berhasil didaur ulang. Jika dihitung dalam setahun, jumlah ini setara dengan lebih dari 155.000 liter air bersih yang bisa didaur ulang. Sementara itu, panel surya mampu menghasilkan energi hingga 1,4 kWh per hari apabila panel tersinari matahari selama 7 jam, ini cukup untuk mengoperasikan pompa tanpa bergantung pada listrik PLN. Dengan demikian, selain menghemat air, sistem ini juga mengurangi emisi karbon karena memanfaatkan energi terbarukan.

Tak hanya menghemat air dan energi, inovasi ini juga menjadi langkah nyata mendukung program green campus serta konsep green mosque. Kehadiran sistem ini memberi edukasi kepada masyarakat bahwa air bekas masih bisa dimanfaatkan kembali. Jika sistem ini diterapkan di lebih banyak titik wudhu, manfaatnya tentu akan semakin terasa luas, tidak hanya bagi lingkungan masjid, tetapi juga bagi upaya global dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kelola Air bekas Wudhu, Mahasiswa KKN Berdampak UPN “Veteran” Jatim Hadirkan Solusi untuk Jaga Lingkungan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now