Banner Iklan

Kaji Indra, Rekayasa Lalu Lintas Oro-oro Dowo Harus Berbasis Data, Jangan Korbankan Pedagang dan Ekonomi Rakyat

Anis Hidayatie
29 Agustus 2025 | 08.39 WIB Last Updated 2025-08-29T01:40:07Z


Kaji Indra, Rekayasa Lalu Lintas Oro-oro Dowo Harus Berbasis Data, Jangan Korbankan Pedagang dan Ekonomi Rakyat

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Anggota DPRD Kota Malang, Dr. H. Indra Permana, SE., MM., menegaskan bahwa rencana rekayasa lalu lintas di kawasan Pasar Oro-oro Dowo harus dilakukan dengan kajian mendalam dan berbasis data. Menurutnya, kebijakan publik yang menyangkut aktivitas ekonomi masyarakat tidak boleh diambil secara tergesa-gesa.

“Pasar Oro-oro Dowo adalah denyut nadi ekonomi rakyat sekaligus ikon Kota Malang. Setiap kebijakan harus benar-benar dievaluasi dengan detail, melibatkan data lalu lintas, kinerja juru parkir, peran Dishub, kenyamanan pelanggan, hingga dampaknya terhadap pedagang,” tegas politisi dari Fraksi PKS dan Komisi B DPRD Kota Malang ini.

Indra menilai, rekayasa lalu lintas seharusnya tidak hanya mengurai kemacetan, tetapi juga meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan pengunjung. Lebih jauh, kebijakan tersebut harus memberi ruang bagi pedagang untuk tumbuh, sehingga ekonomi rakyat tidak terganggu.

“Keputusan yang terburu-buru berisiko memunculkan masalah baru. Karena itu saya mendorong agar dilakukan trial, analisis komprehensif, dan evaluasi transparan. Dengan begitu, apapun kebijakan yang diambil nantinya memiliki legitimasi kuat dan benar-benar berpihak pada masyarakat,” ujarnya.

Sebagai pengamat sekaligus wakil rakyat yang konsisten mengawal sektor ekonomi, Indra berharap penataan lalu lintas Oro-oro Dowo dapat menjadi contoh bagaimana sebuah kebijakan transportasi mampu bersinergi dengan penguatan pasar tradisional, sehingga Malang tidak hanya tertib lalu lintas, tetapi juga semakin berdaya secara ekonomi. ANS


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kaji Indra, Rekayasa Lalu Lintas Oro-oro Dowo Harus Berbasis Data, Jangan Korbankan Pedagang dan Ekonomi Rakyat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now