![]() |
| Membersihkan dan menata taman desa (Flaody Nayaka) |
LAMONGAN | JATIMSATUNEWS.COM : Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata
(KKN) Universitas
Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur melaksanakan program revitalisasi
taman di kawasan gapura Desa Tlogoagung, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten
Lamongan. Program revitalisasi ini dimaksudkan untuk menghijaukan kembali taman
desa di kawasan gapura yang sebelumnya terlihat gersang. Program perbaikan
taman ini disambut baik oleh pengelola taman, Bapak Dekarto. Beliau
mengungkapkan "Kita tidak harus mengeluarkan biaya yang besar. Yang
terpenting adalah bagaimana lingkungan dapat ditata dengan baik dan
nyaman" (2/8/26). Konsep taman kering (dry park) yang diusung
mahasiswa KKN dinilai sesuai dengan kondisi iklim Desa Tlogoagung yang
cenderung panas, terutama pada bulan Juli dan Agustus.
Sebutan dry park atau taman
kering merujuk pada lanskap taman yang didominasi oleh tanaman yang tidak
membutuhkan banyak air, serta lebih mengandalkan bebatuan dan kerikil ketimbang
rumput hijau. Menurut chrystolie.id, kelebihan taman kering terletak
pada perawatannya yang minim karena tidak membutuhkan banyak air, sehingga
tidak diperlukan penyiraman setiap harinya. Selain itu, taman kering juga lebih
tahan terhadap perubahan cuaca dan tidak mudah terlihat kusam, berbeda dengan
taman yang didominasi oleh penggunaan rumput yang cenderung lebih mudah
menguning terutama saat musim kemarau.
Keberadaan taman tepat di pintu masuk desa tidak hanya berfungsi sebagai penghias kawasan, tetapi juga dimaksudkan sebagai identitas desa yang memberi kesan pertama bagi masyarakat yang berkunjung. Oleh karena itu, mahasiswa KKN UPN “Veteran” Jawa Timur berharap keberlanjutan perawatan taman menjadi perhatian bersama dan tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola taman saja, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat Desa Tlogoagung. Sebelumnya, perawatan taman desa di kawasan gapura biasa dilakukan secara gotong royong, terutama saat menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di tanggal 17 Agustus atau yang lebih dikenal dengan istilah “Agustusan”. Namun, karena beberapa kendala, kegiatan perawatan taman memang sempat terhenti, tetapi bapak Dekarto menyampaikan bahwa masyarakat dan aparat desa berkomitmen untuk melanjutkan pemeliharaan taman secara bertahap. Momentum peringatan hari kemerdekaan dinilai menjadi kesempatan yang tepat untuk kembali menggerakkan semangat gotong royong warga dalam menjaga keindahan lingkungan desa.
Bagi masyarakat Desa Tlogoagung,
keberadaan taman memiliki makna yang lebih luas dari sekadar elemen dekoratif
yang difungsikan untuk mempercantik kawasan gapura. Taman ini juga menjadi
simbol dari kemandirian masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih,
indah, dan nyaman tanpa harus sepenuhnya bergantung pada bantuan dana
pemerintah maupun bantuan dana dari desa.
Revitalisasi taman ini juga memiliki
tujuan yang lain, yaitu pemanfaatan sisa sekam padi yang telah diolah menjadi
arang sekam oleh mahasiswa KKN UPN “Veteran” Jawa Timur pada program kerja sebelumnya.
Melalui pemanfaatan arang sekam hasil olahan sendiri, mahasiswa KKN UPN “Veteran” Jawa Timur berharap bahwa adanya taman ini
bisa menjadi bukti nyata kebermanfaatan penggunaan arang sekam sebagai media
tanam campuran selain tanah yang dapat secara langsung dilihat oleh masyarakat
luas. Sesuai dengan pemikiran tersebut, diharapkan juga bahwa program kerja
yang satu dengan yang lain masih saling berkesinambungan sesuai dengan prinsip sustainable
development yaitu pembangunan yang berkelanjutan. Hal ini menunjukkan
dukungan penuh mahasiswa KKN terhadap upaya dunia yang terus menekankan
perlunya pembangunan yang berkelanjutan pada setiap aspek kehidupan manusia
terutama dalam hal ini pada kehidupan masyarakat Desa Tlogoagung sendiri.
![]() |
| Ruang hijau tak harus mahal, cukup dengan kreativitas dan kepedulian. Revitalisasi taman menjadi langkah sederhana untuk menghadirkan lingkungan yang lebih asri, estetik, dan mudah dirawat. |
Wartawan: Rizqisa Hilma Amalia &
Rika Sania Romadhona
Redaktur: Revi Bintang Dasya
Marsella
Editor: Ayu Syawal Linda
Infografis: Muhammad Ilham




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?