Banner Iklan

Mahasiswa KKN UPN “Veteran” Jawa Timur Desa Tlogoagung Buktikan Ruang Hijau Tak Harus Mahal, Cukup Bermodal Kekompakan dan Kreativitas

Admin JSN
10 Agustus 2026 • 14.00 WIB
Membersihkan dan menata taman desa (Flaody Nayaka)


LAMONGAN | JATIMSATUNEWS.COM : Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur melaksanakan program revitalisasi taman di kawasan gapura Desa Tlogoagung, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan. Program revitalisasi ini dimaksudkan untuk menghijaukan kembali taman desa di kawasan gapura yang sebelumnya terlihat gersang. Program perbaikan taman ini disambut baik oleh pengelola taman, Bapak Dekarto. Beliau mengungkapkan "Kita tidak harus mengeluarkan biaya yang besar. Yang terpenting adalah bagaimana lingkungan dapat ditata dengan baik dan nyaman" (2/8/26). Konsep taman kering (dry park) yang diusung mahasiswa KKN dinilai sesuai dengan kondisi iklim Desa Tlogoagung yang cenderung panas, terutama pada bulan Juli dan Agustus.

Sebutan dry park atau taman kering merujuk pada lanskap taman yang didominasi oleh tanaman yang tidak membutuhkan banyak air, serta lebih mengandalkan bebatuan dan kerikil ketimbang rumput hijau. Menurut chrystolie.id, kelebihan taman kering terletak pada perawatannya yang minim karena tidak membutuhkan banyak air, sehingga tidak diperlukan penyiraman setiap harinya. Selain itu, taman kering juga lebih tahan terhadap perubahan cuaca dan tidak mudah terlihat kusam, berbeda dengan taman yang didominasi oleh penggunaan rumput yang cenderung lebih mudah menguning terutama saat musim kemarau.

Keberadaan taman tepat di pintu masuk desa tidak hanya berfungsi sebagai penghias kawasan, tetapi juga dimaksudkan sebagai identitas desa yang memberi kesan pertama bagi masyarakat yang berkunjung. Oleh karena itu, mahasiswa KKN UPN “Veteran” Jawa Timur berharap keberlanjutan perawatan taman menjadi perhatian bersama dan tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola taman saja, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat Desa Tlogoagung. Sebelumnya, perawatan taman desa di kawasan gapura biasa dilakukan secara gotong royong, terutama saat menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di tanggal 17 Agustus atau yang lebih dikenal dengan istilah “Agustusan”. Namun, karena beberapa kendala, kegiatan perawatan taman memang sempat terhenti, tetapi bapak Dekarto menyampaikan bahwa masyarakat dan aparat desa berkomitmen untuk melanjutkan pemeliharaan taman secara bertahap. Momentum peringatan hari kemerdekaan dinilai menjadi kesempatan yang tepat untuk kembali menggerakkan semangat gotong royong warga dalam menjaga keindahan lingkungan desa.

Bagi masyarakat Desa Tlogoagung, keberadaan taman memiliki makna yang lebih luas dari sekadar elemen dekoratif yang difungsikan untuk mempercantik kawasan gapura. Taman ini juga menjadi simbol dari kemandirian masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih, indah, dan nyaman tanpa harus sepenuhnya bergantung pada bantuan dana pemerintah maupun bantuan dana dari desa.

Revitalisasi taman ini juga memiliki tujuan yang lain, yaitu pemanfaatan sisa sekam padi yang telah diolah menjadi arang sekam oleh mahasiswa KKN UPN “Veteran” Jawa Timur pada program kerja sebelumnya. Melalui pemanfaatan arang sekam hasil olahan sendiri, mahasiswa KKN UPN “Veteran” Jawa Timur berharap bahwa adanya taman ini bisa menjadi bukti nyata kebermanfaatan penggunaan arang sekam sebagai media tanam campuran selain tanah yang dapat secara langsung dilihat oleh masyarakat luas. Sesuai dengan pemikiran tersebut, diharapkan juga bahwa program kerja yang satu dengan yang lain masih saling berkesinambungan sesuai dengan prinsip sustainable development yaitu pembangunan yang berkelanjutan. Hal ini menunjukkan dukungan penuh mahasiswa KKN terhadap upaya dunia yang terus menekankan perlunya pembangunan yang berkelanjutan pada setiap aspek kehidupan manusia terutama dalam hal ini pada kehidupan masyarakat Desa Tlogoagung sendiri.

 

Ruang hijau tak harus mahal, cukup dengan kreativitas dan kepedulian. Revitalisasi taman menjadi langkah sederhana untuk menghadirkan lingkungan yang lebih asri, estetik, dan mudah dirawat.

 

Wartawan: Rizqisa Hilma Amalia & Rika Sania Romadhona

Redaktur: Revi Bintang Dasya Marsella

Editor: Ayu Syawal Linda

Infografis: Muhammad Ilham


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mahasiswa KKN UPN “Veteran” Jawa Timur Desa Tlogoagung Buktikan Ruang Hijau Tak Harus Mahal, Cukup Bermodal Kekompakan dan Kreativitas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?