![]() |
| Program KERTAGAMA hadir di UIN Malang, siap untuk membekali lulusan Syariah menghadapi seleksi calon hakim./dok.UIN Malang |
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang bersama Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya menggelar rapat koordinasi pelaksanaan Bimbingan Tes (Bimtes) Calon Hakim secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (16/7/2026).
Rapat ini menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi sekaligus mematangkan pelaksanaan Program KERTAGAMA (Klinik Edukasi dan Rekrutmen Talenta Calon Hakim) yang bertujuan membekali lulusan syariah menghadapi seleksi Calon Hakim Peradilan Agama.
Dari pihak PTA Surabaya hadir Kepala Bagian Perencanaan dan Kepegawaian, H. Muhammad Nidzom Anshori, S.H., M.H., bersama para pemateri Bimbingan Tes (Bimtes) Calon Hakim, yakni Ketua Pengadilan Agama Probolinggo, Dr. H. Achmad Fausi, S.H.I., M.H.; Wakil Ketua Pengadilan Agama Gresik yang juga Hakim Pengadilan Agama Gresik, Hikmah, S.Ag., M.Sy.; serta Ketua KERTAGAMA yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Ponorogo, H. Mahrus, Lc., M.H. Turut hadir pula tim dari PTA Surabaya, yakni Yolanda Aufa Wiragaayu, S.Sosio., M.M., Aghnia Bella Dina, S.T., dan Lena Nursiska, S.M.
Sementara itu, dari Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang hadir Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni, Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H.; Wakil Dekan II, Prof. Dr. Hj. Erfaniah Zuhriah, M.H.; Ketua Panitia Bimbingan Tes (Bimtes) Calon Hakim, Abdul Kadir, S.H., M.H.; beserta jajaran panitia lainnya.
Dalam sambutannya, Dr. Miftah menjelaskan bahwa penyelenggaraan Bimtes Calon Hakim merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) antara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan PTA Surabaya yang ditandatangani pada 14 November 2025 oleh Rektor UIN Malang dan Ketua PTA Surabaya.
Ia menambahkan, pertemuan lanjutan dengan Ketua PTA Surabaya pada 24 Juni 2026 menghasilkan kesepakatan untuk menghadirkan Program KERTAGAMA di Fakultas Syariah UIN Malang sebagai wadah pembinaan bagi lulusan syariah yang ingin mengikuti seleksi Calon Hakim Peradilan Agama.
"Kami menyambut baik inisiatif PTA Surabaya dan siap menjadi mitra dalam pelaksanaan Bimbingan Tes Calon Hakim di Fakultas Syariah UIN Malang. Rapat koordinasi hari ini bertujuan menyamakan persepsi agar pelaksanaan Bimtes tanggal 13 Agustus 2026 dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi para peserta," ujarnya.
Kepala Bagian Perencanaan dan Kepegawaian PTA Surabaya, H. Muhammad Nidzom Anshori, S.H., M.H., mengapresiasi tingginya minat peserta mengikuti program tersebut. Menurutnya, dalam waktu pendaftaran yang relatif singkat, jumlah pendaftar telah mencapai sekitar 60 peserta.
"Antusiasme ini menunjukkan tingginya minat lulusan Fakultas Syariah untuk berkarier sebagai hakim. Kerja sama ini merupakan langkah positif dalam menyiapkan calon aparatur peradilan agama yang berkualitas," katanya.
Salah satu pemateri Bimtes, Dr. H. Achmad Fausi, S.H.I., M.H., menjelaskan bahwa Program KERTAGAMA tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan saja. Peserta akan mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan hingga mendekati pelaksanaan seleksi Calon Hakim.
"Peserta akan dibimbing langsung oleh para hakim yang menjadi pemateri. Mereka juga akan memperoleh materi dan latihan soal yang aktual serta selalu diperbarui sesuai perkembangan seleksi. Program ini merupakan bentuk komitmen PTA Surabaya dalam menyiapkan sumber daya manusia terbaik dari perguruan tinggi Islam di seluruh Indonesia," jelasnya.
Senada dengan itu, Wakil Dekan II Fakultas Syariah UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Erfaniah Zuhriah, M.H., menegaskan komitmen fakultas untuk terus mengawal program tersebut hingga seluruh rangkaian seleksi Calon Hakim selesai dilaksanakan.
"Kami berharap pendampingan ini berjalan secara berkelanjutan sehingga peserta benar-benar siap menghadapi setiap tahapan seleksi Calon Hakim," ungkapnya.
Ketua Panitia Bimtes, Abdul Kadir, M.H., menyampaikan bahwa peserta berasal dari berbagai daerah dan perguruan tinggi. Mayoritas merupakan alumni Fakultas Syariah UIN Malang, sedangkan peserta lainnya berasal dari UIN Kediri, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Ponorogo, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Islam Malang (UNISMA), serta Universitas Brawijaya Malang.
Sementara itu, Ketua KERTAGAMA, H. Mahrus, Lc., M.H., menegaskan bahwa peserta akan tetap memperoleh pendampingan setelah pelaksanaan Bimtes melalui grup WhatsApp yang melibatkan seluruh pemateri.
"Pasca-Bimtes kami akan membentuk grup WhatsApp sebagai media pendampingan. Seluruh pemateri akan bergabung untuk memberikan informasi terbaru, membagikan materi, sekaligus menjadi ruang diskusi bagi peserta hingga pelaksanaan seleksi Calon Hakim," tuturnya.
Melalui sinergi antara PTA Surabaya dan Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Program KERTAGAMA diharapkan mampu melahirkan lebih banyak calon hakim yang kompeten, berintegritas, dan siap bersaing dalam seleksi Calon Hakim Peradilan Agama. Program ini juga menjadi bentuk nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga peradilan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Peradilan Agama. (MFT)
Editor: YAN



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?