Foto: Penandatanganan MoU
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring kemitraan dan pengabdian kepada masyarakat melalui penandatanganan kerja sama strategis dengan Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini, Kabupaten Pasuruan. Kolaborasi tersebut ditandai dengan pembukaan Workshop dan Camp Bahasa Asing yang berlangsung pada Jumat, 17 Juli 2026, bertempat di Aula Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini.
Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan pesantren dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya pada pengembangan kompetensi Bahasa Arab dan Bahasa Inggris bagi para tutor dan mudarris Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini. Program ini dijadwalkan berlangsung selama 17–25 Juli 2026 dengan berbagai sesi pelatihan, pendampingan, dan penguatan kompetensi kebahasaan.
Pembukaan kegiatan diawali dengan sambutan dari Dekan FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang menyampaikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pesantren merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang saling menguatkan. Menurut beliau, pesantren memiliki peran besar dalam mencetak generasi berkarakter, sementara perguruan tinggi hadir untuk memperkuatnya melalui pengembangan keilmuan, inovasi, dan pendampingan akademik.
Dalam sambutannya, Dekan FITK menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat dan diseminasi ilmu pengetahuan. Melalui kegiatan ini, dosen tidak hanya berbagi pengalaman akademik, tetapi juga menghadirkan solusi dan inovasi yang dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan di lingkungan pesantren.
Kehadiran para akademisi tersebut menjadi bukti nyata komitmen FITK dalam menghadirkan pendampingan yang komprehensif, mulai dari penguatan metodologi pembelajaran bahasa, peningkatan kompetensi pedagogik, hingga pengembangan strategi pembelajaran yang komunikatif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Gus Mujib, selaku Pimpinan Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini, yang menyambut baik terjalinnya kemitraan dengan FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Beliau berharap kerja sama ini menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat kompetensi para pengajar, serta melahirkan inovasi pembelajaran yang memberikan manfaat luas bagi santri dan masyarakat.
Sebagai puncak acara, dilaksanakan penandatanganan dokumen kerja sama antara FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini. Penandatanganan tersebut menjadi simbol komitmen kedua institusi untuk bersama-sama mengembangkan program-program pendidikan, pelatihan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kolaborasi ini juga sejalan dengan visi FITK untuk memperluas jejaring kemitraan dengan lembaga pendidikan, masyarakat, pemerintah, maupun dunia industri sebagai bagian dari upaya membangun pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berdampak nyata. Melalui sinergi yang kuat, transfer ilmu pengetahuan tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi juga hadir secara langsung di tengah masyarakat sebagai solusi atas berbagai tantangan pendidikan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?