Malang 17 Juli 2026.
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Tim pengabdian Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Brawijaya yang dipimpin oleh Dr. Muhaimin Zulhair A, S.IP.,MA., mengadakan sosialisasi di SMAN 1 Malang pada Jumat 17 Juli 2026. Tema yang diangkat yakni “sosialisasi hak pendidikan pengungsi anak di SMAN 1 Malang sebagai upaya menaikkan kesadaran siswa terhadap isu kemanusiaan”. Kegiatan ini berjalan di sela kegiatan belajar mengajar di SMAN 1 Malang.
Isu pengungsi merupakan salah satu isu kemanusiaan global yang juga ada di Indonesia. Ketua tim Bapak Zulhair mengatakan “diperkirakan sekitar 30% dari 12.261 pengungsi di Indonesia masuk dalam kategori pengungsi anak yang berhak mendapatkan pendidikan. Walaupun Indonesia belum meratifikasi konvensi 1951 maupun protokol 1967 tentang status pengungsi, masalah pendidikan merupakan hal yang dapat dibantu oleh pemerintah dan pihak lainnya. Hal tersebut dikarenakan hak untuk mendapatkan pendidikan dasar yang gratis merupakan hak dasar semua anak tanpa terkecuali (baik yang punya, maupun tidak punya kewarganegaraan) yang tertuang dalam Pasal 26 Deklarasi HAM 1948, kemudian dipertegas lagi dalam Konvensi Anak 1989. Pemerintah Indonesia telah menjadi bagian dari konvensi anak tersebut yang tertuang dalam Kepres 36/1990 kemudian dimajukan pada UU Perlindungan Anak 23/2002 jo. 35/2014. Hak untuk mendapatkan pendidkan dasar tidak sirna hanya karena anak kehilangan warga negaranya.”
Acara ini dihadiri 41 siswa SMAN 1 Malang yang tergabung dalam beberapa organisasi kesiswaan. Salah satu peserta mengatakan “acara ini penting untuk dilakukan mengingat kurangnya pemahaman siswa terhadap isu kemanusiaan dan memberikan siswa kesadaran untuk mengerti ada anak yang seumuran mereka dengan kondisi mengungsi ke negara lain yang berhak mendapatkan pendidikan”. Erinda, anggota tim pengabdian, mengatakan “sebenarnya terdapat beberapa siswa lagi yang ingin bergabung, namun keterbatasan kursi membuat acara hanya bisa dihadiri oleh peserta yang terbatas”. Acara ini diadakan di ruang multimedia SMAN 1 Malang.
Jonathan, anggota tim pengabdian, mengatakan bahwa selain sosialisasi isu kemanusiaan, kami membuat buku cerita yang mendeskripsikan kisah salah satu pengungsi anak asal Rohingya yang ingin melanjutkan kecintaannya terhadap mata pelajaran matematika di negara yang didatanginya. Penggunaan buku cerita ini diharapkan dapat memberikan visualisasi dan menyentuh hati siswa. Soraya, tim pengabdian, mengatakan setelah siswa membaca buku cerita itu dan mendengarkan pengantar yang diberikan, para siswa dibagi menjadi 4 tim dan dilakukan FGD/SGD. Pada saat diskusi kelompok dilakukan peserta tampak antusias dan interaktif yang menggambarkan kemampuan siswa yang baik. Anggota tim pengabdian yang juga GenZ mempunyai frekuensi komunikasi yang sama dengan siswa sehingga memudahkan transfer informasi.
Laksmi, anggota tim pengabdian, mengatakan setelah diskusi kelompok, dua orang siswa diminta kedepan untuk memberikan kesimpulan yang mereka dapatkan tentang sosialisasi ini. Kedua siswa memberikan komentar positif terhadap kegiatan yang dilakukan dengan penambahan wawasan terkait isu pengungsi khususnya pendidikan bagi pengungsi anak. Laksmi mengatakan tim memberikan kata kunci #pengungsianakberHAKsekolah sebagai hal yang mudah diingat oleh siswa.
Kegiatan ini berlangsung lancar tanpa mengganggu agenda siswa yang cukup padat disertai kesibukan sekolah setelah MPLS. Bapak Arya selaku guru SMAN 1 Malang yang mendampingi siswa dari awal sampai akhir kegiatan mengatakan kegiatan sosialisasi ini merupakan hal yang baik dilakukan agar siswa dapat berpikir lebih baik tentang nilai kemanusiaan yang universal. Acara ini ditutup dengan siswa melakukan post-test dengan mengkoreksi pengetahuan yang dijawab dalam pre-test. Bapak Zulhair menambahkan bahwa pilihan SMAN 1 Malang tahun ini dikarenakan pengabdian sebelumnya mayoritas berada di luar kota Malang, tahun ini dicoba dengan menargetkan pusat kota sehingga pengabdian FISIP Universitas Brawijaya hadir di luar dan dalam kota Malang. ANS



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?