Banner Iklan

Pembangunan Tak Boleh Merusak Alam, Lia Istifhama Serap Aspirasi Warga Prigen dan Rungkut

Anis Hidayatie
21 Juli 2026 | 21.33 WIB Last Updated 2026-07-21T14:33:58Z

Gambar: Lia Istifhama Gelar Kegiatan Serap Aspirasi Warga di Prigen Kabupaten Pasuruan


PASURUAN | JATIMSATUNEWS: Pembangunan nasional yang pesat kerap berbenturan dengan kelestarian alam. Berangkat dari isu krusial tersebut, Anggota MPR RI periode 2024–2029, Dr. Hj. Lia Istifhama, M.E.I., menggelar Penyerapan Aspirasi Masyarakat bertajuk “Pembangunan Nasional Berwawasan Lingkungan” di Prigen, Kabupaten Pasuruan, Senin (20/7/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah dialog interaktif antara wakil rakyat dan warga, mulai dari kelompok masyarakat Rungkut, Surabaya, hingga warga Prigen dan kawasan Pasuruan. Forum tersebut turut dihadiri jajaran tokoh ternama, seperti Prof. KH. Dr. Muhibbin Zuhri, M.Ag., KH. Mukarrom Arief Ibrahim, Marjiin Syam, serta Abdul Mujib HU.

Dalam pemaparannya, senator yang akrab disapa Ning Lia ini menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak boleh sekadar diukur dari capaian angka pertumbuhan ekonomi atau kemegahan fisik semata. Keseimbangan ekologis dan keberlanjutan daya dukung lingkungan harus menjadi benteng utama.

“Pembangunan nasional harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, tetapi pada saat yang sama juga harus menjaga keberlanjutan lingkungan. Karena itu, aspirasi masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan pembangunan tidak berjalan secara parsial,” ungkap Lia di hadapan para peserta.

Gambar: Lia Istifhama saat menyampaikan materi dan juga menyerap aspirasi warga 


Lia menambahkan, menerapkan konsep pembangunan berwawasan lingkungan sama sekali bukan untuk meredam laju kemajuan ekonomi. Sebaliknya, pendekatan terpadu antara aspek ekonomi, sosial, dan ekologi justru menjadi kunci agar hasil pembangunan dapat dinikmati secara adil hingga generasi mendatang.

Sektor tata ruang dan daya dukung lingkungan disebutnya memiliki dampak langsung terhadap kualitas hidup harian warga. Oleh sebab itu, edukasi publik serta ruang partisipasi aktif sangat dibutuhkan agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, melainkan turut mengawal arah kebijakan.

Melalui agenda jaring aspirasi ini, Ning Lia berkomitmen membawa gagasan dan masukan konkret dari akar rumput ke tingkat nasional demi terwujudnya kebijakan pembangunan yang harmonis dengan alam. Ans



Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pembangunan Tak Boleh Merusak Alam, Lia Istifhama Serap Aspirasi Warga Prigen dan Rungkut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now