MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Huda Babatan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, terus memperluas kiprahnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Tak hanya menguatkan pendidikan agama dan karakter, madrasah ini juga membuka peluang bagi siswanya untuk memperoleh pengalaman belajar bertaraf internasional melalui kerja sama dengan lembaga pendidikan di Singapura dan Malaysia.
Bahkan, sejak tahun 2023 MTs Nurul Huda telah menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan Madrasah Aljunied Al-Islamiah Singapura serta Les' Copaque Animation Academy Malaysia, sebagai langkah awal membangun kolaborasi pendidikan, pertukaran pengalaman akademik, hingga pengembangan kompetensi siswa.
Kepala MTs Nurul Huda Ngajum, HM Rosid, M.Pd, mengatakan kerja sama internasional tersebut menjadi salah satu keunggulan madrasah yang terus dikembangkan pada tahun 2026.
"Alhamdulillah, MTs Nurul Huda sudah memiliki Letter of Intent dengan Madrasah Aljunied Singapura dan Les' Copaque Animation Academy Malaysia. Tinggal bagaimana nanti dukungan dari orang tua agar siswa dapat memanfaatkan fasilitas dan peluang yang telah tersedia," ujar HM Rosid, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi siswa untuk mengenal sistem pendidikan internasional sekaligus meningkatkan kemampuan bahasa asing, wawasan global, dan kepercayaan diri.
Selain menjalin kemitraan internasional, MTs Nurul Huda juga memiliki sejumlah program unggulan yang menjadi ciri khas madrasah. Salah satunya adalah pembelajaran dasar Al-Qur'an dan kitab kuning yang ditempatkan pada jam-jam awal sekolah.
Setiap pagi sebelum pelajaran umum dimulai, seluruh siswa melaksanakan salat duha berjamaah yang dilanjutkan dengan pembacaan Selawat Jibriliyah sebanyak 3.000 kali.
HM Rosid menjelaskan, seribu bacaan diniatkan untuk mendoakan kedua orang tua, seribu bacaan untuk keberkahan madrasah, dan seribu bacaan lainnya dipersembahkan untuk para siswa agar menjadi pribadi yang senantiasa memperoleh kemudahan dan keberuntungan dalam setiap kebaikan.
"Doa yang kami ajarkan sederhana, yaitu memohon agar Allah menjadikan anak-anak sebagai hamba yang beruntung dan diberikan kelancaran dalam segala urusan yang baik," jelasnya.
Usai kegiatan spiritual tersebut, siswa mengikuti pembelajaran Al-Qur'an sesuai kemampuan masing-masing. Madrasah membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok, mulai dari kelas Iqra bagi siswa yang belum bisa membaca Al-Qur'an, kelas tahsin, hingga kelas kitab kuning.
"Kami sengaja menempatkan pembelajaran Al-Qur'an dan kitab di pagi hari. Sudah kami evaluasi, kalau diberikan di siang atau sore hasilnya kurang maksimal karena anak-anak sudah lelah," katanya.
Tak hanya fokus pada pembinaan karakter religius, MTs Nurul Huda juga mulai menyiapkan generasi yang mandiri melalui pengembangan jiwa kewirausahaan.
Madrasah membangun jejaring dengan berbagai perusahaan untuk mendukung pendidikan siswa, di antaranya melalui kerja sama dengan PT Literindo Berkat Karya dan CV Mitra Mas Teknik.
Melalui program tersebut, siswa kelas VI SD yang mendaftar lebih awal hingga 31 Desember berkesempatan memperoleh beasiswa berupa bantuan dana sebesar Rp500 ribu hingga Rp1 juta, buku persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta pendampingan belajar secara daring maupun luring.
Sementara itu, dalam bidang penguasaan bahasa asing, MTs Nurul Huda juga menyiapkan program penguatan Bahasa Inggris. Siswa kelas VII akan mengikuti pembelajaran intensif di Kampung Inggris Singosari, tepatnya di Randuagung, di bawah pendampingan Gus Afin Nadzir.
Menurut HM Rosid, berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya madrasah mencetak lulusan yang memiliki bekal agama yang kuat, kemampuan akademik yang baik, serta siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Prestasi lulusan MTs Nurul Huda juga cukup membanggakan. Setiap tahun, siswa berhasil diterima melalui jalur prestasi di sejumlah sekolah favorit, di antaranya SMAN 1 Kepanjen dan SMKN 4 Kota Malang.
Meski demikian, pihak madrasah berharap Pemerintah Kabupaten Malang dapat memberikan perhatian yang lebih setara terhadap madrasah swasta.
Menurut HM Rosid, hingga kini masih terdapat sejumlah program pemerintah daerah yang belum dapat dinikmati madrasah, seperti bantuan perangkat pembelajaran digital, tunjangan guru non-ASN dan non-sertifikasi, maupun program revitalisasi gedung sekolah.
"Madrasah juga merupakan bagian dari warga Kabupaten Malang yang ikut mencerdaskan kehidupan bangsa. Harapan kami ke depan ada kebijakan yang memberikan perlakuan yang sama antara madrasah dengan sekolah di bawah Dinas Pendidikan," pungkasnya.
Dengan perpaduan pendidikan karakter, penguatan ilmu agama, pembelajaran bahasa asing, jejaring internasional, hingga pembinaan kewirausahaan, MTs Nurul Huda Ngajum terus memantapkan diri sebagai madrasah yang tidak hanya mencetak lulusan religius, tetapi juga siap menghadapi tantangan global. Ans



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?