Ketua tim peneliti, Dr. Heny Kusdiyanti, S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa Program SMA Double Track telah membekali siswa dengan keterampilan tambahan, seperti tata boga, tata kecantikan, desain grafis, dan sejumlah keterampilan umum lainnya. Namun, pembelajaran masih banyak berfokus pada penguasaan teknis dan belum sepenuhnya mengajarkan cara menjadikan keterampilan tersebut sebagai sumber pendapatan.
“Melalui HenyEdu, siswa tidak hanya belajar membuat produk atau memberikan layanan, tetapi juga diarahkan untuk memahami siapa pelanggannya, apa nilai yang ditawarkan, bagaimana strategi pemasarannya, serta bagaimana menghitung biaya, pendapatan, dan risiko usahanya,” ujar Heny.
Dalam penggunaannya, guru terlebih dahulu membuat kelas kewirausahaan dan membagikan kode kelas kepada siswa. Setelah bergabung, siswa mengisi rencana usaha yang mencakup nama usaha, masalah dan solusi yang ditawarkan, target pasar, harga jual, keunggulan produk atau jasa, serta rencana pemasaran.
Data tersebut kemudian diproses oleh Gemini AI untuk menghasilkan pertanyaan kontekstual berdasarkan sembilan komponen Business Model Canvas. Setiap jawaban siswa dianalisis oleh sistem dan diberikan umpan balik, rekomendasi perbaikan, serta skor kemampuan analisis dalam rentang 1–10.
“Skor bukan menjadi tujuan akhir. Hal yang lebih penting adalah siswa mengetahui kekuatan dan kelemahan rencana usahanya, kemudian mampu memperbaikinya sebelum usaha benar-benar dijalankan,” tambah Heny.
Setelah menyelesaikan sesi tanya jawab, siswa menyusun sembilan blok Business Model Canvas berdasarkan ide usaha dan hasil refleksi bersama AI. Dokumen BMC yang telah selesai dapat dilengkapi logo usaha dan diunduh dalam format PDF sebagai portofolio pembelajaran maupun bahan presentasi.
Guru dapat memantau perkembangan rencana usaha, proses simulasi, skor analisis, dan hasil BMC siswa melalui dashboard kelas. Media ini juga dilengkapi buku panduan agar dapat digunakan secara lebih mandiri oleh guru dan siswa.
Penelitian ini diketuai oleh Dr. Heny Kusdiyanti, S.Pd., M.M., dengan anggota Putra Hilmy Prayitno, S.Pd., M.Pd., Ph.D., Gamma Rahmita Ureka Hakim, S.Psi., M.Psi., Dr. Robby Wijaya, S.Pd., M.Pd., Fidela Faustina Faizza, Octa Ramadhani, dan Ghufran Ghozali.
Heny berharap HenyEdu dapat memperkuat Program SMA Double Track serta membantu siswa lebih siap memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha mandiri berbasis keterampilan yang telah dipelajari.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?