Banner Iklan

SDM Unggul Berkarakter Pancasila Jadi Kunci Indonesia Emas, Sri Untari: Jangan Hanya Pintar, Harus Punya Jiwa Kebangsaan

Admin JSN
01 Juni 2026 | 22.17 WIB Last Updated 2026-06-01T15:43:05Z

Sri Untari Bisowarno mengikuti upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila


SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM - Peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap 1 Juni tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan semata.

Momentum bersejarah tersebut harus menjadi ruang refleksi untuk kembali meneguhkan cita-cita luhur para pendiri bangsa dalam mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat melalui pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter Pancasila.

Hal itu disampaikan oleh Sri Untari Bisowarno, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur sekaligus Ketua Komisi E yang membidangi Pendidikan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), usai mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026).

Menurut Sri Untari, gagasan besar yang disampaikan oleh Soekarno pada pidato 1 Juni 1945 mengenai kemerdekaan sebagai 'jembatan emas' hanya dapat diwujudkan apabila bangsa Indonesia mampu membangun SDM yang berkualitas, berdaya saing, dan memiliki karakter kebangsaan yang kuat.

"Pembukaan UUD 1945 telah mengamanatkan kepada kita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Ini adalah fondasi utama pembangunan Indonesia. Negara-negara maju seperti Jepang, Singapura, dan Korea Selatan membuktikan bahwa pembangunan manusia menjadi prioritas sebelum melakukan lompatan pembangunan fisik," ujar Sri Untari.

Ia menilai berbagai kebijakan pemerintah di sektor pendidikan sebenarnya sudah berada pada jalur yang tepat. Mulai dari alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN, program wajib belajar 12 tahun, hingga penyediaan berbagai beasiswa berkelanjutan dari jenjang sarjana hingga doktoral.

Namun demikian, Sri Untari melihat masih terdapat tantangan besar yang harus segera diatasi, yakni belum optimalnya implementasi hasil pembangunan SDM tersebut dalam kehidupan nyata dan pembangunan nasional.

"Saat ini intervensi kebijakan pemerintah di dunia pendidikan sudah sangat baik. Namun kita masih melihat adanya ruang kosong di mana output SDM ini masih bersifat administratif dan belum sepenuhnya terimplementasikan secara konkret bagi kepentingan Indonesia Emas," tegasnya.

Sri Untari yang juga dikenal sebagai tokoh koperasi Jawa Timur menyoroti fenomena banyaknya putra-putri bangsa yang berhasil menempuh pendidikan tinggi, tetapi belum mendapatkan ruang yang memadai untuk mengembangkan gagasan, inovasi, dan kreativitasnya di dalam negeri.

Kondisi tersebut, menurutnya, membuat potensi besar bangsa belum terintegrasi secara optimal untuk mendukung kemajuan Indonesia.

"Banyak anak bangsa yang memiliki kompetensi tinggi dan pendidikan yang baik, tetapi belum memperoleh wadah yang cukup untuk mengkreasikan pemikiran kreatif mereka. Akibatnya, potensi yang sangat besar ini belum termanfaatkan secara maksimal bagi pembangunan bangsa," katanya.

Karena itu, Sri Untari menegaskan pentingnya mengaktualisasikan nilai Sila Kelima Pancasila, yakni Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, yang harus senantiasa dilandasi semangat kemanusiaan dan ketuhanan.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam mencetak SDM Indonesia yang tidak hanya kompetitif secara global, tetapi juga memiliki semangat gotong royong dan kepedulian sosial.

Dalam pandangannya, sektor pendidikan memiliki tanggung jawab besar untuk menyusun cetak biru pembangunan SDM yang mampu menjawab tantangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045.

Di sisi lain, negara juga harus hadir dengan menciptakan ekosistem yang mendukung agar generasi muda dapat berkontribusi secara nyata bagi bangsa.

"Sektor pendidikan dituntut mampu merancang cetak biru SDM yang tangguh menuju Indonesia Emas. Di sisi lain, negara juga wajib menyiapkan ekosistem dan ruang bagi mereka agar dapat menjadi generasi pelanjut proklamasi kemerdekaan yang produktif," jelasnya.

Lebih lanjut, Sri Untari menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh berhenti sebagai konsep teoritis atau sekadar bahan diskusi di ruang akademik. Nilai-nilai yang terkandung dalam lima sila harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai kekuatan pemersatu bangsa.

Menurutnya, Pancasila telah terbukti menjadi konsensus nasional yang mampu menjaga integrasi Indonesia di tengah berbagai tantangan dan ancaman disintegrasi yang masih muncul hingga saat ini.

Sebagai legislator yang fokus pada bidang pendidikan dan kesejahteraan rakyat, Sri Untari mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus membumikan nilai-nilai Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan.

Ia menilai penguatan ideologi Pancasila menjadi langkah penting untuk membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh ideologi lain yang berpotensi mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Pancasila harus diterjemahkan ke dalam ruang-ruang ilmiah, ruang diskusi, dan yang paling penting diimplementasikan dalam praktik kehidupan sehari-hari. Kita harus mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam pemikiran intelektual, tetapi juga matang dalam implementasi nilai-nilai kebangsaan," ungkapnya.

Sri Untari optimistis bahwa SDM unggul yang berkarakter Pancasila akan menjadi kekuatan utama bangsa dalam menghadapi persaingan global sekaligus menjaga keutuhan NKRI.

"Dengan membumikan Pancasila melalui praktik hidup sehari-hari, SDM unggul kita akan menjadi benteng kokoh yang menjaga NKRI sekaligus motor penggerak menuju Indonesia Emas," ucapnya.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • SDM Unggul Berkarakter Pancasila Jadi Kunci Indonesia Emas, Sri Untari: Jangan Hanya Pintar, Harus Punya Jiwa Kebangsaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now