Foto: Suasana forum
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun tata kelola pendidikan yang unggul, profesional, dan berstandar internasional melalui pelaksanaan 2nd Surveillance Audit ISO 9001:2015 dan ISO 21001:2018. Kegiatan audit yang berlangsung pada Jumat (19/6) ini merupakan bagian dari rangkaian evaluasi berkelanjutan untuk memastikan efektivitas sistem manajemen mutu dan sistem manajemen organisasi pendidikan yang diterapkan di lingkungan fakultas.
Rangkaian audit telah dimulai sejak Kamis (18/6) dengan agenda pembukaan dan dialog bersama pimpinan universitas yang dilaksanakan di Gedung Rektorat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Pada kesempatan tersebut, audit menghadirkan dua auditor profesional, yakni Sholichin Agung Darmawan dan M. Rahardian Firmansyah, yang melakukan penilaian menyeluruh terhadap implementasi standar mutu di berbagai unit kerja.
Pelaksanaan audit di tingkat fakultas berlangsung di ruang meeting FITK dan dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, ketua dan sekretaris program studi, Kepala Bagian Tata Usaha, serta ketua dan sekretaris unit di lingkungan FITK. Kehadiran seluruh unsur pimpinan ini mencerminkan keseriusan fakultas dalam menjaga kualitas layanan akademik, tata kelola organisasi, serta pengembangan budaya mutu yang berkelanjutan.
Membuka kegiatan audit, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan FITK, Dr. Muh. Yunus, M.Si, mengajak seluruh peserta untuk menjadikan audit sebagai momentum refleksi sekaligus penguatan kualitas kelembagaan. Dalam pemaparannya, Dr. Yunus juga menyampaikan berbagai capaian strategis fakultas yang menunjukkan semakin kuatnya orientasi internasional dan transformasi digital FITK. Salah satunya adalah keberangkatan 38 mahasiswa yang melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Internasional selama satu bulan di empat sekolah di Malaysia. Program tersebut menjadi bukti nyata komitmen fakultas dalam memperluas pengalaman global mahasiswa sekaligus memperkuat jejaring pendidikan lintas negara.
Selain itu, seluruh program studi di lingkungan FITK terus mengembangkan sistem layanan akademik berbasis digital melalui platform Empatik, yang memudahkan proses administrasi, monitoring akademik, hingga pelayanan mahasiswa secara lebih efektif dan terintegrasi. Upaya peningkatan mutu juga dilakukan secara konsisten melalui forum Dialog Kinerja yang diselenggarakan setiap hari Rabu sebagai sarana evaluasi pembelajaran dan pelayanan akademik di tingkat program studi.
Pada sesi audit, auditor M. Rahardian Firmansyah menegaskan bahwa standar ISO untuk sektor pendidikan saat ini telah berkembang secara signifikan seiring dengan dinamika dunia pendidikan global. Menurutnya, terdapat tiga aspek utama yang menjadi perhatian dalam implementasi sistem manajemen pendidikan modern, yaitu inklusivitas mahasiswa, keamanan data, dan digitalisasi pembelajaran pasca-pandemi COVID-19.
Dalam aspek inklusivitas, institusi pendidikan dituntut untuk memastikan bahwa seluruh layanan akademik, kurikulum, sistem penilaian, dan fasilitas pendidikan dapat diakses secara setara oleh seluruh mahasiswa, termasuk mahasiswa penyandang disabilitas. Pendekatan ini menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang adil, ramah, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta didik untuk berkembang dan berprestasi.
Sementara itu, terkait keamanan data, auditor menekankan pentingnya perlindungan terhadap informasi strategis institusi, termasuk data akademik, data keuangan, serta data pribadi mahasiswa. Perguruan tinggi perlu melakukan identifikasi risiko, menerapkan sistem pengamanan yang memadai, serta membatasi akses informasi hanya kepada pihak yang memiliki kewenangan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
Aspek ketiga yang menjadi perhatian adalah penguatan digitalisasi pembelajaran. Menurut auditor, transformasi digital tidak cukup hanya berhenti pada pengembangan sistem pembelajaran daring atau Learning Management System (LMS), tetapi juga harus disertai dengan proses monitoring dan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan efektivitas, kualitas, dan dampaknya terhadap proses pembelajaran.
Pelaksanaan 2nd Surveillance Audit ini menjadi bagian dari langkah strategis FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam menjaga konsistensi implementasi standar mutu internasional sekaligus memperkuat budaya perbaikan berkelanjutan (continuous improvement). Audit tidak hanya dipandang sebagai proses penilaian, melainkan juga sebagai sarana pembelajaran organisasi untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tuntutan global, dan kebutuhan pemangku kepentingan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?