Banner Iklan

Dari Sparta Menuju Prestasi Nasional: Bagaimana Damorin Menembus Batas dan Menajamkan Masa Depan

Admin JSN
18 Juni 2026 | 11.26 WIB Last Updated 2026-06-18T04:26:56Z

Damorin Gangga Prasetyo mendapatkan Medali Perak Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Nasional Bidang IPA

TOKOH | JATIMSATUNEWS.COM: Ketika jarum jam berdentang melewati pukul 21.00 WIB dan lampu-lampu asrama mulai dipadamkan, sebuah sudut di teras belakang SMP Ar-Rohmah Boarding School Malang (Sparta) masih menyisakan pendar cahaya. Di bawah temaram itulah, Damorin Gangga Prasetyo, santri tangguh asal Banyuwangi, duduk mendekap diktat sainsnya. Di kala remaja lain terlelap, Damorin memilih memeluk sunyi malam demi mengejar impiannya.

Kerja keras tanpa batas itu kini berbuah manis. Damorin sukses mengukir tinta emas dengan diterima melalui jalur undangan di salah satu madrasah terbaik di Indonesia, MAN 2 Kota Malang. Kisah heroiknya menjadi bukti sahih bahwa Sparta bukan sekadar sekolah berasrama biasa, melainkan kawah candradimuka terbaik bagi para juara untuk "Sharpness Your Future" menajamkan masa depan mereka sejak dini.

Menaklukkan Waktu 

Perjalanan Damorin menuju puncak prestasi adalah manifesto dari kedisiplinan tingkat tinggi. Menjadi santri sekaligus pejuang olimpiade di Sparta menuntutnya memiliki "napas" yang lebih panjang dari remaja seusianya. Ia harus piawai membagi waktu antara kurikulum akademik yang padat, pembinaan olimpiade intensif, hingga agenda kepesantrenan seperti halaqah Al-Qur'an, khitobah, dan tugas kemandirian asrama.

“Menjelang perlombaan, tantangan terbesar bukan lagi soal menghafal rumus atau teori, melainkan bagaimana menjaga pikiran, mental, dan fisik agar tetap tangguh meskipun rasa lelah yang luar biasa sering datang,” ungkap Damorin.

Namun, di Sparta, kompetisi tidak dihadapi dengan kesendirian yang dingin. Solidaritas antar-santri justru menjadi energi tambahan. Bersama rekan-rekan Tim Olimpiade Sparta, mereka kerap menggelar sesi belajar dan diskusi mandiri di kamar asrama selepas halaqah malam, saling mengisi kekurangan, dan saling menguatkan saat kejenuhan melanda.

Spiritualitas: Senjata Rahasia di Balik Layar

Hebatnya, ekosistem Sparta mengajarkan bahwa kecerdasan intelektual wajib berjalan beriringan dengan ketukan pintu langit. Damorin mengimbangi ikhtiar dunianya dengan disiplin ruhani yang ketat. Sebulan menjelang kompetisi besar, ia memperketat spiritualitasnya: konsisten salat berjamaah di barisan depan, merajut malam lewat tahajud, dan membiasakan puasa sunnah Senin-Kamis. Doa dari orang tua serta keikhlasan para ustadz di Sparta menjadi perisai mentalnya di atas panggung kompetisi.

Ditempa Kegagalan, Bukan Dihancurkan

Lembar portofolio Damorin tidak melulu berisi kemenangan manis. Ia pernah merasakan getirnya kegagalan saat melaju ke babak Final Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Nasional di Ternate namun pulang tanpa medali. Di kelas VIII, langkahnya sempat terhenti di tingkat OSN-K karena regulasi kuota sekolah, hingga gagal menembus final ajang Internasional Ascienco.

Namun, di bawah naungan Sparta, kegagalan tidak pernah diartikan sebagai akhir, melainkan sebuah jeda untuk bersiap melompat lebih tinggi. Didukung penuh oleh para ustadz dan lingkungan yang suportif, Damorin bangkit. Hasilnya, rentetan prestasi prestisius tingkat regional hingga nasional berhasil ia borong, mengawinkan keunggulan sains dan Al-Qur'an:

• Medali Perak Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Nasional Bidang IPA

• Medali Emas HIFEST Bidang IPA

• Medali Emas HIMSO Bidang IPA

• Medali Perak KSNR Tingkat Nasional

• Juara 1 Lomba Tartil Surabaya

• Juara 1 Lomba Tahfiz Surabaya

• Juara 3 Siswa Berprestasi Kabupaten Malang

Ungkapan Haru dan Terima Kasih Damorin

Mengingat kembali lembar demi lembar transformasinya, Damorin tak mampu menyembunyikan rasa haru dan terima kasihnya yang mendalam kepada sekolah tercinta.

"Saya datang ke Sparta tiga tahun lalu sebagai anak laki-laki biasa dari Banyuwangi yang belum tahu banyak hal. Namun di sini, saya dibentuk, ditempa, dan dituntun melampaui batas kemampuan saya sendiri. Terima kasih yang tak terhingga kepada para ustadz dan seluruh guru di Sparta yang tidak pernah lelah membimbing, memaafkan kekurangan saya, dan selalu mendoakan kesuksesan saya.

Sparta benar-benar telah mengubah hidup saya, menajamkan masa depan saya, dan memberi saya pondasi iman serta ilmu untuk berani bermimpi besar. Semua prestasi ini bukan milik saya sendiri, ini adalah hadiah untuk Sparta," tutur Damorin dengan penuh ketulusan.

Apresiasi Waka Kurikulum Sparta: Bukti Nyata Ekosistem Terbaik

Keberhasilan Damorin menembus MAN 2 Kota Malang melalui jalur undangan menjadi penegas posisi Sparta sebagai sekolah terbaiknya para juara dalam mengantarkan santri menuju gerbang kesuksesan tertinggi.

Waka Kurikulum SMP Ar-Rohmah Boarding School Malang (Sparta), turut memberikan apresiasi mendalam sekaligus menegaskan visi besar sekolah:

"Damorin adalah representasi hidup dari jargon kami, Sharpness Your Future. Di Sparta, kami berkomitmen penuh menyediakan ekosistem terbaik untuk menajamkan potensi, karakter, dan masa depan setiap santri agar mereka siap menjadi pemimpin peradaban di masa depan.

Belajar di boarding school memang menantang, namun kurikulum dan lingkungan di Sparta didesain untuk mengubah tantangan itu menjadi inkubator kedisiplinan dan mental juara. Keberhasilan Damorin membuktikan bahwa integrasi sains dan nilai Al-Qur'an di sekolah ini mampu melahirkan generasi unggul yang siap bersaing di level tertinggi. Kami sangat bangga, dan semoga jejak langkah Damorin menjadi pemantik api semangat bagi seluruh santri Sparta lainnya untuk tidak pernah takut gagal dalam meraih mimpi."

Kisah Damorin Gangga Prasetyo adalah pesan kuat bagi kita semua: bahwa dengan kesungguhan (man jadda wajada), disiplin baja, dan ekosistem pendidikan terbaik seperti Sparta, mimpi setinggi apa pun bukan lagi hal yang mustahil untuk digenggam. Selamat berjuang di babak baru, Damorin!. SPARTA JAYA! By Sujef




Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dari Sparta Menuju Prestasi Nasional: Bagaimana Damorin Menembus Batas dan Menajamkan Masa Depan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now