Banner Iklan

Coaching Clinic Doctoral Defense Readiness: Pascasarjana UIN Malang Cetak Doktor MPI Berintegritas dan Berdaya Saing Global

Anis Hidayatie
06 Juni 2026 | 08.06 WIB Last Updated 2026-06-06T01:28:35Z

 

Gambar: Poster Kegiatan Coaching Clinic Doctoral Defense Readiness yang dilaksanakan oleh Pascasarjana UIN Malang dengan mengusung tema "Transforming Research into Academic Excellence: Mempersiapkan Doktor MPI yang Unggul, Inovatif, dan Berdaya Saing Global"

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam (S3 MPI) menyelenggarakan kegiatan Coaching Clinic Doctoral Defense Readiness pada Jumat (5/6/2026) sebagai bagian dari upaya strategis mempersiapkan mahasiswa doktoral menghadapi ujian terbuka disertasi sekaligus memperkuat kualitas lulusan doktor yang unggul, inovatif, berintegritas, dan berdaya saing global.

Mengusung tema “Transforming Research into Academic Excellence: Mempersiapkan Doktor MPI yang Unggul, Inovatif, dan Berdaya Saing Global”, kegiatan yang berlangsung di Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut diikuti oleh mahasiswa doktoral tahap akhir yang sedang mempersiapkan ujian promosi doktor. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber utama, yaitu Direktur Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd., Guru Besar Pascasarjana Prof. Dr. H. Munirul Abidin, M.Ag., dan Ketua Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam Prof. Dr. Hj. Sutiah, M.Pd. Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan dipandu oleh Dr. Indah Aminatus Zuhriyah, M.Pd., Sekretaris Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam, yang bertindak sebagai moderator dalam seluruh rangkaian sesi Coaching Clinic Doctoral Defense Readiness.

Dalam sambutannya, Direktur Pascasarjana Prof. Agus Maimun menegaskan bahwa disertasi yang baik adalah disertasi yang selesai dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Menurutnya, kesempurnaan dalam karya ilmiah tidak pernah bersifat mutlak karena setiap penelitian akan selalu memperoleh kritik, masukan, dan penyempurnaan dari komunitas akademik.

“Yang paling penting adalah penguasaan teori, ketepatan metodologi, kekuatan data, dan kemampuan menjelaskan temuan penelitian secara ilmiah. Doktor harus mampu mempertanggungjawabkan setiap keputusan akademiknya,” ujarnya.

Beliau juga mengingatkan pentingnya penguatan landasan teori melalui penggunaan sumber primer dan referensi bereputasi, khususnya jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi. Penguasaan teori yang  menjadi fondasi utama dalam membangun argumentasi ilmiah yang kuat. Selain itu, mahasiswa doktoral harus mampu menentukan pendekatan, jenis penelitian, teknik pengumpulan data, serta metode analisis data yang tepat dan konsisten dengan fokus penelitian yang dikaji. Menurutnya, metode penelitian tidak cukup hanya dituliskan dalam naskah disertasi, tetapi harus benar-benar diterapkan dalam seluruh proses penelitian sehingga menghasilkan data yang valid, temuan yang bermakna, serta kontribusi ilmiah yang nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik pendidikan

Pada sesi berikutnya, Prof. Dr. H. Munirul Abidin, M.Ag. memaparkan bahwa disertasi merupakan karya ilmiah paling kompleks pada jenjang doktoral karena mengintegrasikan teori, metodologi, data, analisis, temuan, dan kontribusi ilmiah. Berbagai problem umum yang masih sering dihadapi mahasiswa doktoral adalah pada aspek penelitian yang belum tajam, research gap yang kurang kuat, inkonsistensi metodologi, hingga analisis data yang belum mampu menghasilkan kontribusi keilmuan yang signifikan.

Menurutnya, kualitas disertasi sangat ditentukan oleh keselarasan antara rumusan masalah, teori, metode, data, analisis, dan temuan penelitian.

“Disertasi adalah latihan menjadi ilmuwan mandiri. Kuncinya adalah fokus, konsisten, disiplin, dan mampu menunjukkan kontribusi keilmuan yang jelas,”  Namun Beliau menegaskan bahwa:“Finish is Better than Perfect.” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Doktor MPI, Prof. Dr. Hj. Sutiah, M.Pd., memberikan penguatan mengenai kualitas disertasi, strategi presentasi, academic defense, dan kematangan doktoral. Ia menjelaskan bahwa ujian terbuka bukan sekadar forum mempertahankan disertasi, tetapi merupakan forum promosi kepakaran doktoral kepada masyarakat akademik.

“Pada ujian terbuka yang diuji bukan hanya naskah disertasi, tetapi juga kepakaran akademik, kedalaman keilmuan, kemampuan berpikir ilmiah, integritas akademik, kepemimpinan intelektual, serta kontribusi penelitian bagi pengembangan ilmu Manajemen Pendidikan Islam,” jelasnya.

Gambar: Kegiatan Coaching Clinic Doctoral Defense Readiness Pascasarjana UIN Malang

Terdapat tiga aspek utama yang harus dipersiapkan mahasiswa menuju ujian terbuka cemerlang, yaitu kualitas disertasi, strategi presentasi dan academic defense, serta academic excellence dan kematangan doktoral. Disertasi yang berkualitas harus menunjukkan bebas kesalhan teknis dan standar kepatutan plagiarisme,. keterkaitan yang kuat antara masalah penelitian, landasan teori, metode, hasil penelitian, pembahasan, temuan kebaruhan hasil penelitain, serta implikasi teoritis dan praktis yang dihasilkan. Setiap bagian penelitian harus membentuk satu kesatuan yang utuh, koheren, dan saling menguatkan sehingga mampu menunjukkan kontribusi ilmiah yang jelas.

Selain itu, peserta juga dibekali strategi presentasi yang efektif dan teknik menjawab pertanyaan penguji secara santun, objektif, argumentatif, dan berbasis data. Dalam academic defense, mahasiswa dituntut mampu menjelaskan logika penelitian, menunjukkan bukti empiris, menghubungkan temuan dengan teori yang digunakan, serta menjelaskan posisi kebaruan penelitian yang dihasilkan. Untuk itu, seluruh peserta didorong melakukan audit menyeluruh terhadap kualitas disertasi yang mencakup semua bagian dari awal sampai akhir mulai dari Bab I hingga Bab VI sebagai hasil karya penelitian yang menunjukkan seluruh komponen penelitian benar-benar saling terhubung secara logis.ilmiah dan akademik. Presentasi yang kuat merupakan bukti kualitas penelitian yang telah dilakukan, sedangkan kemampuan academic defense yang unggul menjadi indikator kematangan kepakaran doktoral seseorang. Disertasi yang utuh, proses ilmiah yang terbukti, serta kontribusi yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu dan praktik pendidikan merupakan fondasi lahirnya Doktor MPI yang unggul, berintegritas, inovatif, dan berdampak global.

Dalam mengantarkan lahirnya Doktor MPI yang unggul, Prof. Sutiah menegaskan tiga domain utama yang harus dimiliki setiap lulusan doktor. Pertama, Domain pertama adalah kepakaran dan kedalaman keilmuan. Seorang doktor harus mampu menunjukkan penguasaan teori dan metodologi penelitian secara komprehensif, memahami secara mendalam Body of Knowledge (BoK) Manajemen Pendidikan Islam, menjelaskan kontribusi hasil penelitiannya terhadap pengembangan disiplin ilmu MPI, serta mampu mengintegrasikan perspektif Islam dalam setiap proses analisis dan pengembangan keilmuan. Doktor tidak hanya menjadi konsumen ilmu, tetapi juga produsen ilmu yang mampu memperkaya khazanah akademik melalui temuan dan gagasan baru.

Domain kedua adalah integritas akademik. bahwa kualitas seorang doktor tercermin dari kejujurannya terhadap data, komitmennya terhadap etika akademik, keterbukaannya terhadap kritik dan masukan ilmiah, serta kemampuannya berpikir secara reflektif, kritis, dan argumentatif. Integritas akademik merupakan fondasi utama yang menjaga kualitas dan kredibilitas penelitian sehingga hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun moral.

Dan domain ketiga adalah dampak dan kepemimpinan intelektual. Seorang Doktor MPI diharapkan mampu menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi, memberikan kontribusi teoritis, praktis, dan kebijakan bagi dunia pendidikan Islam, tampil sebagai intellectual leader yang menjadi rujukan akademik, serta memiliki pengaruh dan dampak pada level nasional maupun global. Dengan demikian, gelar doktor tidak berhenti sebagai capaian akademik personal, tetapi menjadi amanah untuk menghadirkan perubahan, inovasi, dan kemaslahatan yang lebih luas.

Melalui kegiatan ini, Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan doktor yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas akademik, kepemimpinan intelektual, kemampuan menghasilkan inovasi, dan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan Islam di tingkat nasional maupun global.

Kegiatan Coaching Clinic Doctoral Defense Readiness menjadi salah satu ikhtiar strategis Program Studi Doktor MPI dalam membangun budaya akademik unggul dan memastikan setiap lulusan doktor mampu tampil sebagai ilmuwan, pemimpin intelektual, inovator, sekaligus agen perubahan yang memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan peradaban.

Sebagai penutup, para peserta diajak untuk memaknai proses doktoral sebagai perjalanan intelektual yang tidak pernah berhenti. Sebagaimana hikmah yang disampaikan pada akhir kegiatan:

من ظن أنه وصل فقد بدأ السقوط، ومن ظن أنه ما زال يتعلم فقد بدأ الوصول

"Man zhanna annahu wasala faqad bada’a as-suquth, wa man zhanna annahu ma zala yata‘allamu faqad bada’a al-wushul."

"Barang siapa merasa telah sampai, maka ia mulai terjatuh. Barang siapa merasa masih terus belajar, maka ia sedang menuju keberhasilan."

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa gelar doktor bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan awal dari pengabdian ilmu untuk kemajuan masyarakat dan peradaban dunia.

 



Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Coaching Clinic Doctoral Defense Readiness: Pascasarjana UIN Malang Cetak Doktor MPI Berintegritas dan Berdaya Saing Global

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now