Foto: Busahwi
Penulis: M. Kholilur Rohman
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Busahwi, Dosen UIN Madura berhasil raih gelar doktor di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Pencapaian tersebut resmi setelah digelarnya sidang terbuka di Gedung Pasca sarjana pada Rabu (24).
Dengan judul disertasi "Konstruksi Kiai Madura Tentang Pendidikan Moderasi Beragama di Pesantren", Busahwi mampu mempertahankan hasil penelitiannya di hadapan penguji.
Hasil penelitian Busahwi menjadi salah satu rujukan penting dalam kajian moderasi beragama di lingkungan pesantren sebagai bagian dari entitas masyarakat.
Sebagai informasi, tempat penelitian Busahwi ialah Pesantren Al-Hikam Bangkalan (pesantren Modern), Pesantren As-sirojiyyah Kajuk Sampang (pesantren salaf), dan Pesantren Nurul Hikmah Blumbungan Pamekasan yang bertransformasi dari pesantren salaf menjadi modern.
Adapun sederet penguji yang hadir dalam sidang terbuk Busahwi ialah Prof. Dr. H. M. Zainuddin, M.A (penguji I), Prof. Dr. H. Fadil, M.Ag (penguji II), Drs. H. Basri Zain, M.A, Ph. D (penguji III), Prof. Dr. Hj. Like Raskova Octaberlina, M.Ed (ketua penguji), Dr. H. Ahmad Fatah Yasin, M.Ag (sekretaris sekaligus penguji IV), Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah (promotor), dan Dr. Hj. Samsul Susilawati, M.Pd (co promotor).
Dalam penelitiannya, Busahwi menjelaskan secara mendalam tentang bagaimana karakteristik orang Madura sekaligus bagaimana peran kiai sebagai tokoh sentral di Madura dalam upaya membangun masyarakat yang moderat berdasarkan teori Peter L. Berger.
Suasana sidang terbuka Busahwi dihadiri oleh banyak kolega, akademisi, dan para pejabat UIN Madura, dan aktivis lintas organisasi sebagai bentuk apresiasi dan bangga atas gelar akademik yang telah dicapai.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?