![]() |
| PMII Kota Malang menggelar kajian KURMA sebagai salah satu langkah untuk menghidupkan kembali tradisi intelektual./dok.PMII Kota Malang |
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Malang kembali meneguhkan komitmennya dalam membangun tradisi intelektual dan spiritual kader.
Semangat ini kemudian diwujudkan melalui kegiatan Kajian Umum Rabu ke Tiga (KURMA) yang diselenggarakan oleh Pesantren Mahasiswa Islam Indonesia.
Kajian perdana ini mengangkat kitab Ayyuhal Walad karya Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali dengan menghadirkan Sekretaris PCNU Kota Malang, Prof. Dr. KH. M. Faisol Fatawi, M.Ag., sebagai pemateri utama.
Ketua Umum PC PMII Kota Malang, Benny Miftahul Arifin, menyampaikan bahwa program tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi menghidupkan kembali tradisi spiritual dan intelektual di lingkungan PMII.
"Kami berkomitmen mengubah kembali citra PMII Kota Malang yang selama ini dianggap jauh dari kegiatan spiritual-intelektual seperti ini," ungkap Benny, Kamis (28/5).
Menurut Benny, forum KURMA lahir dengan misi bahwa ilmu harus dibangun di atas adab dan diwujudkan melalui amal nyata. Maka, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang penguatan moral, intelektual, dan spiritual bagi kader maupun masyarakat umum.
Pada momen sama, Ketua Pelaksana kegiatan, Raihan Umrah, menegaskan Kurma bukan sekadar forum pengajian rutin, melainkan gerakan membangun kesadaran intelektual yang berpijak pada tradisi pesantren dan nilai-nilai keilmuan Islam.
"Di tengah derasnya arus informasi dan tantangan zaman, kader PMII harus tetap berpijak pada adab, ilmu, dan spiritualitas. Kajian kitab Ayyuhal Walad menjadi pengingat penting bahwa ilmu tanpa akhlak akan kehilangan arah," beber Raihan.
Mengenai Kitab Ayyuhal Walad, dikenal sebagai salah satu karya monumental Imam Al-Ghazali yang berisi nasihat mendalam tentang hubungan ilmu, amal, dan ketulusan dalam menjalani kehidupan.
Program Kurma ke depan akan menjadi agenda prioritas yang didukung penuh oleh Bidang III Keagamaan PMII se-Kota Malang sebagai bagian dari penguatan budaya literasi, diskusi, dan nilai-nilai keislaman di kalangan mahasiswa.
Melalui forum ini, PMII Kota Malang ingin menegaskan bahwa kaderisasi tidak hanya berorientasi pada gerakan organisatoris, tetapi juga proses membentuk manusia yang berilmu, beradab, dan berdaya guna bagi umat dan bangsa. ***
Editor: YAN



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?