Banner Iklan

Keamanan Perempuan di Transportasi Umum Harus Menjadi Prioritas

Admin JSN
07 Mei 2026 | 18.53 WIB Last Updated 2026-05-07T11:59:03Z

 

Sumber Foto : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260428111003-20-1352916/seluruh-korban-tewas-kecelakaan-kereta-bekasi-perempuan-dewasa


ARTIKEL | JATIMSATUNEWS. COM: 

Pendahuluan

Belum lama ini masyarakat dihebohkan dengan berita mengenai seorang perempuan yang menjadi korban tindakan tidak pantas saat menggunakan kereta KAI. Kasus tersebut langsung mendapat perhatian luas dari masyarakat karena kembali menunjukkan bahwa perempuan masih sering merasa tidak aman ketika berada di ruang publik, termasuk transportasi umum. Padahal, transportasi seperti kereta api seharusnya menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi seluruh penumpang tanpa rasa takut atau khawatir.

Sebagai perempuan, kejadian seperti ini tentu menimbulkan rasa cemas. Banyak perempuan sering merasa harus lebih waspada ketika bepergian sendirian, terutama saat berada di tempat umum. Mulai dari memilih tempat duduk, memperhatikan orang di sekitar, hingga menjaga diri agar tetap aman selama perjalanan. Menurut saya, hal ini menunjukkan bahwa masalah keamanan perempuan masih menjadi persoalan yang serius dan perlu mendapatkan perhatian lebih.

Isi

Kasus yang terjadi di kereta KAI tersebut membuktikan bahwa tindakan pelecehan atau perlakuan tidak pantas terhadap perempuan masih sering terjadi di kehidupan sehari-hari. Banyak perempuan yang sebenarnya hanya ingin bepergian dengan tenang, tetapi justru harus merasa takut menjadi korban tindakan yang merugikan diri mereka sendiri. Kondisi seperti ini membuat perempuan sering merasa tidak bebas saat berada di ruang publik.

Menurut saya, dampak dari kejadian seperti ini tidak hanya dirasakan saat itu saja, tetapi juga bisa memengaruhi kondisi mental korban. Seorang perempuan yang mengalami tindakan tidak pantas biasanya akan merasa takut, trauma, tidak nyaman, bahkan kehilangan rasa percaya diri. Beberapa korban juga memilih diam karena takut disalahkan atau tidak dipercaya oleh orang lain. Padahal, korban seharusnya mendapatkan dukungan dan perlindungan, bukan justru dihakimi.

Selain itu, masih ada sebagian masyarakat yang kurang peduli terhadap masalah pelecehan terhadap perempuan. Tidak sedikit orang yang menganggap tindakan seperti ini hanyalah hal biasa atau bahkan menyalahkan korban karena cara berpakaian dan sikapnya. Menurut saya, pola pikir seperti itu harus diubah karena kesalahan sepenuhnya berada pada pelaku yang tidak bisa menghargai dan menghormati perempuan.

Pihak transportasi umum sebenarnya sudah menyediakan berbagai fasilitas keamanan seperti CCTV, petugas keamanan, dan layanan pengaduan. Namun, pengawasan dan tindakan tegas tetap perlu ditingkatkan agar perempuan merasa lebih aman saat menggunakan transportasi umum. Selain itu, masyarakat juga perlu memiliki kesadaran untuk saling menjaga dan membantu apabila melihat tindakan yang merugikan orang lain.

Sebagai mahasiswa dan bagian dari masyarakat, kita juga memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan. Kita harus berani menolak segala bentuk pelecehan dan tidak menjadikannya sebagai bahan candaan. Edukasi mengenai pentingnya menghormati perempuan juga perlu terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terus dan sering terulang.

Kesimpulan

Berdasarkan kasus tersebut, saya berpendapat bahwa keamanan perempuan di transportasi umum harus menjadi perhatian bersama. Perempuan memiliki hak untuk merasa aman dan nyaman ketika berada di ruang publik tanpa rasa takut menjadi korban tindakan yang tidak pantas. Kasus yang terjadi di kereta KAI menunjukkan bahwa masih banyak hal yang perlu diperbaiki dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan.

Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara pihak transportasi, masyarakat, dan pemerintah untuk meningkatkan keamanan serta memberikan perlindungan yang lebih baik kepada perempuan. Selain itu, masyarakat juga harus lebih peduli dan menghormati perempuan agar ruang publik dapat menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan pelecehan.

 

Penulis : 1152500116/Nashwa Eka Zahfarinna, C/Bahasa Indonesia, Ilmu Komunikasi

Dosen Pengampu : Dheny Jatmiko, S.Hum,MA

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Keamanan Perempuan di Transportasi Umum Harus Menjadi Prioritas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now