![]() |
| Ilustrasi Sumber Foto : https://jurnalpost.com/ |
ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM :
Pendahuluan
Di
era globalisasi saat ini, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi
terjadi sangat pesat. Internet dan media sosial telah mengubah cara masyarakat
Indonesia dalam berkomunikasi. Dulu, informasi hanya bisa didapatkan melalui
media tertentu dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Sekarang, siapa saja bisa
mengakses dan menyebarkan informasi hanya dalam hitungan detik.
Perubahan
ini tentu membawa banyak manfaat. Masyarakat menjadi lebih mudah mendapatkan
informasi, berkomunikasi dengan orang lain, bahkan menjalin hubungan dengan
orang dari berbagai negara. Selain itu, globalisasi juga membuka peluang baru
dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, bisnis, dan budaya.
Namun,
di balik kemudahan tersebut, ada juga tantangan yang tidak bisa diabaikan.
Salah satunya adalah banyaknya informasi yang beredar tanpa kejelasan
kebenarannya. Selain itu, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar juga
sering diabaikan, terutama di media digital. Kesalahan ejaan dan penggunaan
bahasa yang tidak sesuai kaidah masih sering ditemukan, bahkan dalam teks yang
bersifat informatif seperti berita.
Oleh
karena itu, penting untuk memahami bagaimana sistem komunikasi di Indonesia
berkembang di tengah arus globalisasi ini. Artikel ini akan membahas tantangan
yang dihadapi sekaligus harapan ke depan, serta menganalisis contoh teks dari
internet untuk melihat penggunaan ejaan dalam penyampaian informasi. Dengan
begitu, diharapkan kualitas komunikasi di Indonesia dapat terus meningkat.
Pembahasan
1. Perkembangan
Sistem Komunikasi di Era Globalisasi
Di
era globalisasi sekarang ini, sistem komunikasi di Indonesia berkembang sangat
cepat. Hal ini dipengaruhi oleh kemajuan teknologi seperti internet, media
sosial, dan berbagai aplikasi chatting. Menurut penelitian dari We Are Social,
penggunaan internet di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya, yang
menunjukkan bahwa masyarakat semakin bergantung pada teknologi dalam
berkomunikasi.
Dengan
adanya perkembangan tersebut, masyarakat jadi lebih mudah dalam berkomunikasi,
baik dengan orang yang dekat maupun yang jauh. Bahkan, komunikasi antarnegara
pun sekarang bukan lagi hal yang sulit. Hal ini sejalan dengan penelitian yang
dipublikasikan dalam jurnal oleh APJII yang menyebutkan bahwa internet telah
menjadi kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
2. Tantangan Sistem
Komunikasi di Indonesia
Namun,
perkembangan ini tidak hanya membawa dampak positif, tetapi juga dampak
negatif. Salah satu tantangan yang sering terjadi adalah banyaknya informasi
yang belum tentu benar, seperti berita hoaks. Berdasarkan penelitian dalam
jurnal komunikasi oleh Universitas Indonesia, penyebaran hoaks di media sosial
sering terjadi karena rendahnya literasi digital masyarakat. Banyak orang
langsung percaya dan menyebarkan informasi tanpa mengecek kebenarannya terlebih
dahulu.
3. Penggunaan Bahasa
Indonesia dalam Media Digital
Selain
itu, dalam sistem komunikasi saat ini, penggunaan bahasa Indonesia yang baik
dan benar juga masih menjadi masalah. Menurut penelitian dari Badan
Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, kesalahan ejaan dan penggunaan bahasa yang
tidak sesuai kaidah masih sering ditemukan, terutama di media digital.
Contohnya seperti penulisan kata “mencengah” yang seharusnya “mencegah”.
Kesalahan seperti ini sebenarnya terlihat kecil, tetapi jika terus terjadi bisa
membuat informasi menjadi kurang jelas.
4. Fenomena Campur Kode
(Code Mixing)
Di
sisi lain, banyak juga masyarakat, terutama anak muda, yang sering mencampurkan
bahasa Indonesia dengan bahasa asing dalam komunikasi sehari-hari. Dalam jurnal
sosiolinguistik yang diterbitkan oleh Universitas Gadjah Mada, fenomena ini
disebut sebagai code mixing, yang merupakan dampak dari globalisasi dan
interaksi budaya. Memang hal ini terlihat modern, tetapi jika digunakan secara
berlebihan bisa mengurangi penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
5. Harapan terhadap
Sistem Komunikasi Indonesia
Walaupun
begitu, globalisasi juga memberikan harapan yang besar bagi sistem komunikasi
di Indonesia. Dengan teknologi yang semakin maju, kita bisa memanfaatkannya
untuk hal-hal yang positif, seperti mencari informasi yang bermanfaat, belajar
secara online, dan menyebarkan informasi yang benar. Penelitian dari jurnal
pendidikan digital oleh Universitas Negeri Jakarta menunjukkan bahwa
pemanfaatan teknologi secara bijak dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan
komunikasi.
Oleh
karena itu, kita sebagai masyarakat, khususnya generasi muda, harus lebih bijak
dalam menggunakan teknologi dan dalam berkomunikasi. Kita perlu membiasakan
diri untuk mengecek informasi sebelum menyebarkannya, serta menggunakan bahasa
Indonesia sesuai dengan kaidah yang benar.
Kesimpulan
Berdasarkan
pembahasan yang telah dijelaskan, dapat disimpulkan bahwa globalisasi memberikan
pengaruh yang sangat besar terhadap sistem komunikasi di Indonesia.
Perkembangan teknologi seperti internet dan media sosial membuat komunikasi
menjadi lebih cepat, mudah, dan luas jangkauannya. Hal ini tentu memberikan
banyak manfaat bagi masyarakat dalam mengakses dan menyebarkan informasi.
Namun,
di balik manfaat tersebut, terdapat berbagai tantangan yang perlu diperhatikan.
Salah satunya adalah maraknya penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks,
serta masih banyaknya kesalahan dalam penggunaan bahasa Indonesia, terutama
dalam hal ejaan dan penulisan. Selain itu, kebiasaan mencampurkan bahasa
Indonesia dengan bahasa asing juga menjadi tantangan dalam menjaga kualitas
bahasa.
Meskipun
demikian, globalisasi juga membawa harapan yang besar bagi perkembangan sistem
komunikasi di Indonesia. Dengan adanya kesadaran masyarakat untuk lebih bijak
dalam menggunakan teknologi, meningkatkan literasi digital, serta menggunakan
bahasa Indonesia dengan baik dan benar, kualitas komunikasi dapat terus ditingkatkan.
Oleh
karena itu, peran semua pihak sangat dibutuhkan agar sistem komunikasi di
Indonesia tidak hanya berkembang secara teknologi, tetapi juga tetap
berkualitas dalam penyampaian informasi.
Daftar
Pustaka
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet
Indonesia (APJII). (2023). Laporan Survei Internet Indonesia.
Badan Pengembangan dan Pembinaan
Bahasa. (2022). Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
Universitas Indonesia. (2021). Jurnal
Komunikasi: Penyebaran Hoaks di Media Sosial.
Universitas Gadjah Mada. (2020).
Jurnal Sosiolinguistik: Code Mixing dalam Komunikasi Digital.
Universitas Negeri Jakarta. (2022).
Jurnal Pendidikan Digital dan Literasi Media.
Penulis : Mochammad Fahri Putra
Ilham, Program Studi Ilmu
Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?