Para Siswa yang berkorban dan ustadz IIB Thursina
MALANG | JATIMSATUNEWS. Iduladha 1447 Hijriah, dimanfaatkan oleh IIB Thursina untuk memperkuat semangat berbagi dan kepedulian sosial. Tahun ini, lembaga pendidikan Kepada Pimpinan Thursina IIBS Malang yang terletak di Dusun Klandungan, Landungsari, Kec. Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur 65151 tersebut menyembelih ratusan hewan kurban yang berasal dari wali santri, santri, hingga keluarga besar sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Thursina, Rabu 27/5/2026.
Direktur Wakaf IIB Thursina, Rahadika menjelaskan, total hewan kurban yang berhasil dihimpun pada pelaksanaan Iduladha 1447 Hijriah atau tahun 2026 mencapai ratusan ekor.
“Untuk tahun ini ada sekitar 225 ekor kambing yang berasal dari wali santri, santri, dan juga SDM. Selain itu ada juga sapi hasil patungan maupun sapi murni,” ujarnya saat ditemui di lokasi penyembelihan hewan kurban.
Ia menambahkan, total sapi yang disembelih pada tahun ini mencapai 26 ekor. Sebagian hewan kurban tersebut tidak hanya dipotong di lingkungan Thursina, namun juga didistribusikan ke sejumlah daerah yang membutuhkan.
“Kalau sapi total ada 26 ekor. Sebagian sudah didistribusikan ke masyarakat. Ada beberapa wilayah yang memang membutuhkan daging maupun hewan kurban,” jelasnya.
Program distribusi hewan kurban yang dilakukan IIB Thursina tidak hanya menyasar masyarakat sekitar lingkungan lembaga, tetapi juga sejumlah pihak yang mengajukan proposal permohonan bantuan hewan kurban. Namun demikian, pihak manajemen dan panitia kurban melakukan proses seleksi ketat terhadap proposal yang masuk.
“Banyak proposal pengajuan hewan kurban masuk ke Thursina. Manajemen dan panitia kurban yang akan menyeleksi proposal yang masuk,” ujar salah satu ustadz di lingkungan IIB Thursina.
Proposal yang disetujui nantinya akan menerima bantuan berupa hewan hidup untuk kemudian ditasyarufkan kepada masyarakat penerima manfaat. Penentuan proposal yang disetujui sepenuhnya menjadi kewenangan manajemen dan panitia kurban.
Di tengah tingginya antusiasme masyarakat, tidak seluruh proposal dapat terakomodasi. Salah satu proposal yang belum lolos tahun ini berasal dari SMP Islam 1 Pujon. Meski tidak menerima surat konfirmasi pengambilan hewan kurban, sejumlah guru dari sekolah tersebut tetap datang dengan harapan memperoleh bantuan untuk para siswa mereka yang sebagian besar berasal dari keluarga kurang mampu.
“Karena tidak dapat surat konfirmasi jadi ya tidak dapat hewannya. Tidak apa-apa memang belum mendapatkan jatahnya, semoga tahun depan bisa dapat,” tutur salah satu guru yang hadir.
Sementara itu, Rahadika berharap program “Kurban Nusantara” yang dijalankan Thursina dapat terus berkembang setiap tahunnya, baik dari sisi jumlah hewan kurban maupun pemerataan distribusinya.
“Harapannya ke depan Kurban Nusantara mampu menghimpun hewan kurban lebih banyak lagi, dan pendistribusiannya juga semakin merata terutama untuk daerah-daerah yang benar-benar membutuhkan,” pungkasnya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?