![]() |
| PAN mendukung perkembangan pendidikan Pasuruan dan dorong 5 peran madrasah./dok. Istimewa |
PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM - Partai Amanat Nasional (PAN) mendukung perkembangan pendidikan di Pasuruan dengan salah satunya mendorong peningkatan peran pendidikan madrasah.
Beberapa agenda pendampingan dilakukan PAN seperti mengunjungi TPQ Sunan Ampel Dusun Guyangan, Desa Genengwaru, Kabupaten Pasuruan. Lalu, Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula Miftahul Ulum 77 Lebaksari Utara, Lebaksari, Wonorejo Pasuruan.
Pada momen ini (3/5), hadir Ketua Yayasan Miftahul Ulum Al Ansori, Ustaz Zainulloh, Dewan Guru MI Miftahul Ulum Al Ansori, hingga Wali Siswa Madrasah.
Pendidikan madrasah secara umum dan di Kabupaten Pasuruan secara khusus saat ini menghadapi tantangan, sekaligus peluang besar dalam mencetak generasi yang cerdas dan berakhlak.
Tantangan ini hadir di tengah persoalan kualitas, kesejahteraan guru, dan keterlibatan wali murid yang belum optimal.
Pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada transfer ilmu, tetapi juga menekankan keteladanan, sebagai inti pembentukan karakter.
Dukungan berbagai pihak, termasuk komitmen dari Partai Amanat Nasional (PAN), dalam mencerdaskan anak bangsa, menjadi penting untuk memperkuat madrasah.
Jika dioptimalkan, madrasah dapat menjadi pilar pendidikan yang mampu melahirkan generasi unggul, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Poin penting dalam pendidikan madrasah pun diungkap, yaitu:
1. Peran Strategis Madrasah dalam Pembentukan Karakter dan Peradaban
Madrasah memiliki kekuatan utama dalam membentuk generasi, yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Tantangan zaman seperti krisis moral dan disrupsi digital, madrasah menjadi benteng penting, dalam menjaga identitas dan karakter bangsa.
Maka, penguatan madrasah harus menjadi bagian dari agenda besar, mencerdaskan kehidupan bangsa, termasuk melalui dorongan kebijakan, yang berpihak pada pendidikan berbasis nilai.
Pada konteks ini, komitmen partai politik seperti Partai Amanat Nasional (PAN) yang menempatkan pendidikan, sebagai prioritas pembangunan manusia menjadi relevan, untuk memperkuat posisi madrasah sebagai pusat peradaban.
2. Tantangan Kualitas dan Ketimpangan Akses Pendidikan Madrasah
Kondisi riil menunjukkan, masih adanya ketimpangan kualitas antar madrasah, baik dari sisi fasilitas, tenaga pengajar, maupun akses teknologi. Madrasah di daerah terpencil seringkali tertinggal, dibandingkan dengan yang berada di perkotaan.
Hal ini membutuhkan intervensi kebijakan yang serius dan berkelanjutan. PAN dalam berbagai gagasannya mendorong pemerataan akses pendidikan.
Kemudian, mendorong peningkatan anggaran pendidikan yang tepat sasaran, pembangunan infrastruktur sekolah/madrasah, serta digitalisasi pendidikan agar seluruh anak bangsa tanpa terkecuali mendapatkan kesempatan belajar yang setara.
3. Kesejahteraan Guru sebagai Kunci Kualitas Pendidikan
Guru madrasah merupakan pilar utama keberhasilan pendidikan, namun masih banyak yang menghadapi persoalan kesejahteraan, terutama guru honorer.
Ketimpangan antara beban kerja, dan penghasilan menjadi tantangan besar yang harus diselesaikan.
PAN mendorong peningkatan kesejahteraan guru, melalui penguatan program sertifikasi, pemberian insentif yang layak, serta kepastian status kepegawaian. Dengan guru yang sejahtera, diharapkan kualitas pembelajaran meningkat, dan proses pendidikan berjalan lebih optimal.
4. Penguatan Peran Wali Murid dan Pendidikan Berbasis Keluarga
Pendidikan tidak hanya berlangsung di madrasah, tetapi juga di lingkungan keluarga. Oleh karena itu, keterlibatan wali murid menjadi sangat penting, dalam mendukung keberhasilan pendidikan anak.
PAN juga menekankan pentingnya pendidikan berbasis keluarga, sebagai fondasi utama pembangunan manusia.
Program edukasi parenting, peningkatan literasi keluarga, serta penguatan komunikasi antara sekolah, dan orang tua menjadi bagian dari upaya, menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan berkelanjutan.
5. Transformasi Pendidikan dan Komitmen Mencerdaskan Anak Bangsa
Untuk menjawab tantangan masa depan, madrasah perlu melakukan transformasi, melalui inovasi kurikulum, pemanfaatan teknologi, serta penguatan keterampilan abad 21.
PAN dalam misinya tentang 'mencerdaskan anak bangsa', mendorong pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing global tanpa meninggalkan nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan.
Dukungan terhadap madrasah, peningkatan kualitas SDM, serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha menjadi kunci dalam mewujudkan generasi Indonesia yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.
![]() |
| Kunjungan PAN ke Madrasah Diniyah di Kabupaten Pasuruan./dok. Istimewa |
PANTUN PENUTUP
Pergi ke taman memetik melati,
Harumnya semerbak menenangkan hati.
Mari bersama perkuat madrasah ini,
Cerdaskan bangsa dengan iman dan budi pekerti.
***
Editor: YAN




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?