Banner Iklan

Dosen dan Mahasiswa Biologi FSTeM UB Bersama Pusat Inovasi Jamu UB Lestarikan Budaya Indonesia melalui Gerakan Minum Jamu Bersama

Admin JSN
27 Mei 2026 | 15.42 WIB Last Updated 2026-05-27T08:42:41Z
Dosen dan mahasiswa Biologi FSTeM UB bersama Pusat Inovasi Jamu UB melestarikan budaya Indonesia melalui Gerakan Minum Jamu Bersama./dok.Biologi UB

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Semangat pelestarian budaya Indonesia terus digaungkan oleh sivitas akademika Departemen Biologi Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) bersama Pusat Inovasi Jamu Universitas Brawijaya.

Terbaru, Biologi FSTeM UB meluncurkan kegiatan Minum Jamu Bersama dalam rangka memperingati Hari Jamu Nasional pada 27 Mei. Kegiatan ini menjadi simbol nyata kepedulian akademisi muda terhadap warisan budaya bangsa sekaligus pentingnya menjaga gaya hidup sehat berbasis kearifan lokal.

Acara ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan dan berlangsung dengan penuh kebersamaan dan antusiasme.

Berbagai jenis jamu tradisional khas Indonesia diperkenalkan dan dinikmati bersama sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan hayati Nusantara yang telah diwariskan secara turun-temurun. Tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, acara ini juga membawa pesan edukatif mengenai pentingnya menjaga eksistensi jamu di tengah perkembangan modernisasi dan globalisasi.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diajak untuk lebih mengenal potensi tanaman herbal Indonesia serta memahami bahwa jamu memiliki nilai budaya, kesehatan, dan ilmiah yang sangat besar untuk terus dikembangkan.

Ketua Pusat Inovasi Jamu UB, Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan budaya jamu Indonesia.

"Pelestarian jamu tidak cukup hanya dengan mengenalnya, tetapi juga dengan membiasakan dan menumbuhkan kebanggaan terhadap produk herbal Indonesia. Kegiatan sederhana seperti minum jamu bersama menjadi langkah kecil yang bermakna dalam menjaga identitas budaya bangsa sekaligus mendukung kesehatan masyarakat," ungkap Prof. Sasmito.

Sementara itu, Sekretaris Pusat Inovasi Jamu UB, Dinia Rizqi Dwijayanti, menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bentuk pendekatan kepada generasi muda agar lebih dekat dengan budaya dan potensi herbal Indonesia melalui cara yang sederhana namun bermakna.

"Mahasiswa perlu melihat bahwa jamu bukan sekadar minuman tradisional, tetapi juga bagian dari identitas budaya Indonesia yang memiliki potensi besar dalam bidang kesehatan, penelitian, dan inovasi. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan herbal Indonesia serta mendorong lahirnya generasi muda yang peduli terhadap pengembangan jamu berbasis sains," beber Dinia.

Gerakan Minum Jamu Bersama ditunjukkan dosen dan mahasiswa Biologi FSTeM UB untuk melestarikan budaya Indonesia./dok.Biologi UB

Menurut rilis resminya, kegiatan ini mencerminkan kontribusi Universitas Brawijaya dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3 melalui kampanye hidup sehat berbasis herbal alami.

Kemudian, SDG 4 melalui edukasi budaya dan sains kepada mahasiswa, serta SDG 11 melalui pelestarian warisan budaya lokal yang berkelanjutan.

Melalui gerakan Minum Jamu Bersama, dosen dan mahasiswa Departemen Biologi FSTeM UB menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dimulai dari langkah sederhana namun bermakna. Tradisi minum jamu bukan hanya bagian dari masa lalu, tetapi juga dapat menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat masyarakat modern Indonesia. ***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dosen dan Mahasiswa Biologi FSTeM UB Bersama Pusat Inovasi Jamu UB Lestarikan Budaya Indonesia melalui Gerakan Minum Jamu Bersama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now