Banner Iklan

Peringati 25 Tahun MSAA UIN Malang, Fase Kematangan Institusi dan Reaktualisasi Visi Keilmuan

M. Kholilur Rohman
17 April 2026 | 16.27 WIB Last Updated 2026-04-17T09:27:37Z

 

Foto: Dokumentasi bersama

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM — Dalam rangka memperingati Milad ke-25 Ma’had Sunan Ampel Al-‘Aly (MSAA) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, telah diselenggarakan kegiatan refleksi pada Kamis, 16 April 2026 pukul 19.30–21.30 WIB yang bertempat di Masjid At-Tarbiyah. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari rangkaian peringatan hari lahir MSAA yang secara historis diresmikan pada 17 April 2001.

Kegiatan itu dihadiri oleh jajaran dewan pengasuh, murabbi dan murabbiah, serta seluruh musyrif dan musyrifah. Hadir pula Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., serta tokoh sentral dalam sejarah institusi, yakni Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo, selaku founding father UIN Malang sekaligus inisiator pendirian Ma’had Al-Jami’ah di Perguruan Tinggi.

Rangkaian acara dibuka dengan pembacaan kalam Ilahi, dilanjutkan dengan internalisasi nilai melalui lantunan Senandung dan Mars MSAA sebagai simbol identitas kelembagaan, kemudian disusul sambutan yang disampaikan oleh Mudir Ma’had Al-Jami’ah UIN Malang, Dr. Kyai Ahmad Izzuddin, M.HI.

Foto: Sambutan Mudir Ma'had UIN Malang

Dalam sambutannya, Mudir Ma'had UIN Malang menegaskan bahwa capaian usia 25 tahun ini merepresentasikan fase kematangan institusional yang sarat dengan dinamika historis dan perjuangan kolektif.

"Sebagai pionir model ma’had di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), MSAA diharapkan terus mengokohkan posisinya sebagai basis pembinaan integratif antara spiritualitas, intelektualitas, dan kepemimpinan sosial," paparnya.

Puncak acara diisi dengan refleksi mendalam oleh Prof. Dr. H. Imam Suprayogo yang menguraikan landasan filosofis pendirian MSAA dalam kerangka besar pembangunan universitas Islam. Ia menegaskan bahwa eksistensi ma’had merupakan elemen esensial yang tidak dapat dipisahkan dari identitas universitas Islam.

Foto: Pemaparan Prof. Dr. H. Imam Suprayogo

Selain itu, Prof. Dr. H. Imam Suprayogo juga memaparkan konsep Arkan al-Jami’ah (أركان الجامعة) yang terdiri atas sembilan pilar fundamental: (1) dosen, (2) masjid, (3) ma’had, (4) perpustakaan, (5) laboratorium, (6) pusat kajian ilmiah, (7) pusat pelayanan, (8) pusat pengembangan seni dan olahraga, serta (9) sumber pendanaan yang kuat dan berkelanjutan. Kesembilan pilar tersebut, menurut beliau, harus dibangun secara sistematis dan berjenjang sesuai dengan prioritas urgensinya.

Dalam penutup refleksinya, Pria asal Trenggalek itu menegaskan dimensi praksis dari keberhasilan institusi, yakni melalui internalisasi nilai-nilai ibadah, khususnya konsistensi dalam menjaga shalat lima waktu sebagai fondasi spiritual. Selain itu, beliau menekankan pentingnya konstruksi visi dan cita-cita besar sebagai driving force dalam keberlanjutan institusi, sebagaimana MSAA dapat bertahan dan berkembang selama seperempat abad berkat fondasi idealisme yang kuat sejak awal pendiriannya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi refleksi historis, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat komitmen kelembagaan dalam melanjutkan transformasi MSAA sebagai pusat pembinaan keislaman yang adaptif, progresif, dan berdaya saing global.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Peringati 25 Tahun MSAA UIN Malang, Fase Kematangan Institusi dan Reaktualisasi Visi Keilmuan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now