LUMAJANG | JATIMSATUNEWS.COM
Lumajang – Pasca peristiwa pembacokan yang menimpa Kepala Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Sam (56), kondisi korban kini menjadi perhatian warga. Tidak hanya terkait fisik, namun juga perubahan perilaku dan cara berbicara yang dinilai berbeda dari sebelumnya.
Sejumlah warga mengaku melihat adanya perubahan signifikan pada diri Kades Sam setelah kejadian tersebut. Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa sikap dan bahasa yang digunakan Kades Sam kini tampak tidak seperti biasanya.
“Saya nggak tahu ya mas, setelah kejadian ini Pak Sam kok bahasa dan perilakunya lain. Mungkin karena jengkel tapi tidak bisa meluapkan,” ujarnya.
Tim media yang sempat mendatangi kediaman Kades Sam juga melihat langsung kondisi tersebut. Saat hendak melakukan konfirmasi, korban terlihat mengalami tekanan batin yang cukup berat. Pembicaraannya terkesan melantur dan sikapnya menunjukkan adanya beban psikologis, sehingga awak media memilih untuk tidak melanjutkan wawancara demi menghormati kondisi korban.
Keterangan lain datang dari Kepala Desa Tupit (41), yang mengaku sempat mengalami kejadian tidak biasa dengan Kades Sam sebelum insiden pembacokan terjadi.
“Sebelum kejadian ini, Pak Sam sempat marah-marah dan mencari saya, mas. Saya juga sempat bingung. Tapi setelah ketemu, beliau biasa lagi, tidak marah,” ungkapnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Kepala Desa Babakan, Rifal. Ia menduga bahwa perubahan perilaku tersebut kemungkinan disebabkan oleh emosi yang selama ini dipendam.
“Mungkin beliau menahan marah yang begitu besar sehingga seperti ini, mas. Bahkan sebelum kejadian itu, dari bahasanya sudah agak aneh,” ujar Rifal.
Di sisi lain, beberapa pihak yang mengenal dekat sosok Kades Sam menyebut bahwa gaya komunikasi beliau memang terkadang sulit dipahami oleh sebagian orang. Bagi yang sudah memahami karakter beliau, hal tersebut masih dapat dimaklumi. Namun bagi yang belum mengenal lebih jauh, ucapan-ucapan yang disampaikan kerap menimbulkan ketersinggungan.
Dari berbagai keterangan yang dihimpun, kuat dugaan bahwa tekanan batin yang dialami Kades Sam, baik sebelum maupun sesudah kejadian, turut memengaruhi kondisi psikologisnya saat ini. Warga pun berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait, baik dalam bentuk pendampingan medis maupun psikologis, agar kondisi Kades Sam dapat segera pulih.
Hingga kini, situasi di sekitar kediaman korban terpantau kondusif, sementara masyarakat terus mengikuti perkembangan kondisi Kades Sam dengan penuh keprihatinan.(Puj)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?