Banner Iklan

Mahasiswa UMM Kembangkan Inovasi NutriTrack MBG, Borong 3 Penghargaan Internasional

Admin JSN
10 April 2026 | 16.11 WIB Last Updated 2026-04-10T11:15:47Z
Daffa Azmi, mahasiswa UMM yang memborong 3 penghargaan internasional usai mengembangkan inovasi NutriTrack MBG./dok. UMM

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Kabar bahagia bagi warga Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), karena mahasiswa Ilmu Komunikasi, Muhammad Daffa Azmi berhasil meraih prestasi yang membanggakan.

Berawal dari keberadaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang acapkali diwarnai kendala di lapangan, mulai dari keterlambatan distribusi hingga kasus keracunan, mahasiswa Ilkom UMM ini berusaha menjawab keresahan tersebut dengan sebuah inovasi.

Daffa merancang inovasi NutriTrack MBG, yaitu sebuah aplikasi yang dirancang untuk membantu memantau kualitas makanan, memastikan keamanan pangan, serta mencatat data distribusi makanan secara real-time.

Berkat inovasi tersebut, ia bersama timnya sukses membawa tiga penghargaan sekaligus di ajang International Youth Innovation Summit #20 Chapter Malaysia–Singapore pada 23-26 Februari lalu.

Pemuda asal Banjarbaru tersebut bersama timnya tak tanggung-tanggung dalam meraih prestasi, sebab ia memborong tiga kategori bergengsi, yakni First Best Innovation Project, Second Best Presentation Project, serta Best Team.

Daffa menjelaskan, kompetisi tingkat internasional ini menantang pesertanya untuk merumuskan solusi konkret atas berbagai persoalan global yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Ide timnya murni lahir dari realita evaluasi program MBG di Indonesia.

"Program MBG ini adalah langkah pemerintah untuk memberikan gizi terbaik bagi anak-anak. Tapi faktanya di lapangan masih ada beberapa kasus seperti keracunan, keterlambatan distribusi, sampai makanan yang dilaporkan berbau tidak sedap," ungkap Daffa.

Berangkat dari masalah tersebut, Daffa dan timnya mempresentasikan NutriTrack MBG di hadapan dewan juri internasional. Aplikasi digital ini dirancang sebagai sistem pemantauan terintegrasi yang berfokus pada keamanan pangan dan ketepatan sasaran.

Agar pengawasan dan evaluasi program MBG berjalan transparan, aplikasi ini dapat diakses oleh berbagai pihak, mulai dari siswa, orang tua, pemasok bahan pangan, hingga pengelola program.

Keunggulan utama dari aplikasi ini mencakup transparansi informasi gizi dan pelacakan distribusi secara real-time. Melalui fitur transparansi gizi, pengguna dapat mengetahui secara pasti kandungan nutrisi dari makanan yang diterima, termasuk rincian jumlah kalori dan protein.

Kemudian, sistem pencatatan distribusi real-time dirancang untuk memastikan transparansi waktu, yang mencakup informasi detail mulai dari jam keberangkatan pengiriman hingga tenggat waktu pesanan tersebut harus sampai di tangan siswa.

Gagasan inovatif dan kerja sama tim yang solid ini pada akhirnya berhasil memukau dewan juri. Bagi Daffa, pencapaian ini membuktikan bahwa mahasiswa UMM mampu bersaing di kancah global. Pengalaman kompetisi ini juga memberinya perspektif baru yang mendalam.

"Ini pertama kalinya saya ke luar negeri bukan untuk jalan-jalan, tapi untuk belajar dan mencari pengalaman," ujarnya.

Melalui keberhasilannya, Daffa menitipkan pesan bagi generasi muda agar berani keluar dari zona nyaman.

"Kita tidak boleh takut mencoba hal baru. Kalau kita tidak mencoba, kita tidak akan tahu bagaimana hasilnya. Jangan pernah takut untuk bermimpi besar," tegasnya. ***

Editor: YAN

Baca juga: FKIP UMM Tawarkan Kesempatan Mahasiswa Mengajar Lintas Negara dan Beasiswa Jalur Internasional


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mahasiswa UMM Kembangkan Inovasi NutriTrack MBG, Borong 3 Penghargaan Internasional

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now