Banner Iklan

JAWARA dengan Komisi 3 DPRD Kabupaten Pasuruan, Ungkap Rumah Tangga Penyumbang Terbesar Sampah TPA

Anis Hidayatie
01 April 2026 | 01.35 WIB Last Updated 2026-04-03T16:21:24Z


 

DPRD Kabupaten Pasuruan Komisi 3 podcast di kediaman Eko Suyono, bersama Mashuda dan  Mahdi Haris.

PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Persoalan sampah di Kabupaten Pasuruan masih menjadi tantangan serius. Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan dari Fraksi Golkar, Mahdi Haris, Eko Suyono dari Fraksi PDI Perjuangan, Mashuda dari Fraksi PKB mengungkapkan bahwa  rumah tangga menjadi penyumbang terbesar sampah. Menghasilkan volume menumpuk di hilir dan yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Hal tersebut disampaikan dalam perbincangan Podcast Jawara bersama media JatimSatuNews yang digelar di kediaman DPRD Eko Suyono Pasrepan Kabupaten Pasuruan, Senin (30/3/2026), dengan tema Masa Depan Lingkungan Hidup di tangan kita.

Eko Suyono menyebut persoalan ini menimbulkan problema kurangnya TPA.

"Sampah menumpuk dapil saya termasuk di wilayah rumah saya ini di Pasrepan. Sampah menumpuk rumah tangga saja di TPST Tapi tidak ditangani sehingga menimbulkan masalah bau juga. Saya minta pemerintah segera turun tangan menangani, bisa membuat TPA lagi," ujar Eko.

Senada, DPRD Mashuda sepakat sampah rumah tangga menjadi penyumbang paling besar, mirisnya lokasi di dapilnya adalah pesisir, hilir dari seluruh sampah dari hulu. Sehingga tumpukan sampah menjadi pemandangan keseharian yang tidak bisa ditolak.

"Dapil saya itu daerah pesisir. Desa saya Kalirejo itu tempat akhir hanyutnya sampah, kalau banjir tidak kelihatan, kalau surut luar biasa. Ada kasur, juga tumpukan Pampers terlihat menggunung selain sampah lain. Kami membutuhkan bak sampah yang sewaktu-waktu bisa diangkut dinas jika sudah menumpuk untuk dibuang ke TPA," ujar Mashuda.

Menanggapi, DPRD Mahdi menyampaikan tumpukan sampah yang saat ini menumpuk di dua TPA utama Kabupaten Pasuruan, yakni TPA Baujeng dan TPA Wonokerto, sebagian besar berasal dari sampah rumah tangga.

"Harus diakui bahwa penyumbang terbesar sampah adalah rumah tangga," ujar Mahdi Haris.

Mahdi menegaskan, persoalan lingkungan hidup khususnya sampah harus ditangani dari sumbernya atau dari hulu, yakni rumah tangga. Jika masyarakat mampu mengelola sampah sejak awal, maka beban TPA dapat dikurangi secara signifikan.

Menurutnya, jika pengelolaan sampah dilakukan sejak rumah tangga, maka kondisi TPA tidak akan mengalami overload atau kelebihan kapasitas.

"Kalau dari hulu sudah ditangani maka TPA tidak akan overload karena sudah diselesaikan di hulu. Kalau para ibu rumah tangga sudah mengikuti bank sampah, tentu dari sampah rumah tangga tidak akan sebesar ini," jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kebiasaan memilah dan memanfaatkan sampah sejak dari rumah sebagai langkah konkret dalam mengurangi volume sampah.

"Memilih dan memilah sampah dari rumah lalu memanfaatkan sampah ini menjadi jalan terbaik mengurangi volume sampah," tambahnya.

Selain sampah rumah tangga, Mahdi juga menyoroti persoalan limbah industri yang menjadi tantangan lain dalam pengelolaan lingkungan hidup di Kabupaten Pasuruan.

Menurutnya, persoalan ini harus ditangani secara bijak karena di satu sisi daerah juga membutuhkan investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Selain sampah rumah tangga, problem utama yakni limbah industri. Ini seperti dua sisi mata uang. Karena kita juga butuh investasi, sehingga pembinaan secara kekeluargaan menjadi pilihan agar para perusahaan bisa ikut menjaga lingkungan," ujarnya.

Sebagai solusi, Mahdi Haris juga mengungkapkan kemungkinan pemberian reward atau penghargaan kepada perusahaan yang peduli terhadap lingkungan hidup.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong perusahaan untuk lebih aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengelola limbah secara bertanggung jawab.

"Kemungkinan memberikan reward juga menjadi wacana usulan terhadap perusahaan yang peduli lingkungan," tambahnya.

Melalui diskusi tersebut, Mahdi Haris, menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Pasuruan melalui Komisi III akan terus mendorong kebijakan dan program yang mendukung pengelolaan lingkungan hidup  berkelanjutan.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mulai peduli terhadap lingkungan dari hal kecil, yakni dari rumah masing-masing.

"Perubahan besar dimulai dari langkah kecil. Jika semua rumah tangga sadar dan peduli lingkungan, maka Kabupaten Pasuruan bisa menjadi daerah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan," ucapnya.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • JAWARA dengan Komisi 3 DPRD Kabupaten Pasuruan, Ungkap Rumah Tangga Penyumbang Terbesar Sampah TPA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now