Foto: Mahasiswa FITK sampai di Kuala Lumpur International Airport
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Sebanyak 10 mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang tergabung dalam Grup Dasavartha tiba di Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Malaysia, pada Rabu (01) kemarin. Kedatangan mereka menandai dimulainya program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dan asistensi mengajar luar negeri yang difasilitasi oleh International Office and Student Affairs (IOSA) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Malang. Rombongan sebelumnya menempuh perjalanan panjang dengan transit selama 17 jam di Bandara Changi, Singapura.
Program KKM dan asistensi mengajar luar negeri ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa di tingkat internasional yang mengintegrasikan praktik mengajar, pemberdayaan masyarakat, serta pengalaman lintas budaya. Dalam keterangan resminya, pihak IOSA menyampaikan bahwa program ini bertujuan mencetak lulusan berwawasan global. Mahasiswa akan melaksanakan kegiatan di Maahad Tahfiz Ihya’ Al-Ahmadi, Malaysia, sebagai bagian dari upaya memperluas pengalaman akademik sekaligus memperkuat nilai pengabdian.
Perjalanan Grup Dasavartha dimulai dari Bandara Juanda, Surabaya, pada Selasa (31/3) pukul 18.00 WIB dan dilepas oleh dosen FITK dari perwakilan IOSA. Setelah menempuh penerbangan menuju Singapura, rombongan harus menjalani transit selama kurang lebih 17 jam sebelum melanjutkan perjalanan ke Kuala Lumpur. Waktu transit tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi tim dan mempersiapkan materi pengajaran.
“Kami memanfaatkan waktu transit untuk persiapan sekaligus mempererat kebersamaan tim. Ini menjadi pengalaman yang tidak terlupakan,” ujar Muhammad Sulaiman Jazuli, salah satu anggota tim.
Grup Dasavartha terdiri dari mahasiswa dari tiga program studi, yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI): Izzatul Salsa Bila Simamora, Delfina Aurora Azzahroh, dan Muhammad Reza Pahlevi; Tadris Bahasa Inggris (TBI): Muhammad Sulaiman Jazuli, Najhwa Aurora Salsabila, dan Kanza Ayomi Negara; serta Pendidikan Bahasa Arab (PBA): Asyara Nur Magistra, Khusnul Hotimah, Shofiyyah Azmi Arrahmah, dan Siti Maryam. Keberagaman latar belakang akademik ini menjadi kekuatan tim dalam menjalankan misi pengabdian di kancah internasional.
Setibanya di KLIA, rombongan disambut hangat oleh pihak Maahad Tahfiz Ihya’ Al-Ahmadi, yaitu Ustazah Afidah, Ustazah Misrina, dan Ustaz Wafi. Sambutan tersebut menjadi awal dari rangkaian kegiatan pengabdian mereka di Malaysia. Program ini juga menjadi bagian dari upaya IOSA FITK dalam memperluas jejaring internasional UIN Malang, khususnya dengan lembaga pendidikan Islam di Malaysia, sekaligus membekali mahasiswa dengan pengalaman global yang relevan menghadapi tantangan masa depan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?