Banner Iklan

Banggakan MAN 2 Kota Malang, 11 Tim Riset Lolos Seleksi Proposal OPSI 2026

Admin JSN
08 April 2026 | 21.26 WIB Last Updated 2026-04-08T14:28:33Z
22 siswa MAN 2 Kota Malang lolos seleksi proposal OPSI 2026./dok. MAN 2 Kota Malang

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Warga Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang mendapat kabar membanggakan setelah 11 tim riset siswa berhasil lolos seleksi proposal dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Tahun 2026.

Pada 11 tim yang lolos tersebut mencakup tiga bidang kompetisi, yaitu Matematika Sains dan Teknologi (MST), Fisika Terapan dan Rekayasa (FTR), serta Ilmu Sosial dan Humaniora (ISH).

Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. Samsudin, M.Pd., mengungkapkan rasa bangga dan syukur atas pencapaian luar biasa ini.

"Ini adalah bukti bahwa siswa MAN 2 Kota Malang tidak hanya unggul dalam akademik konvensional, tetapi juga memiliki daya nalar riset yang kompetitif di tingkat nasional. Saya mengapresiasi kerja keras seluruh tim, pembimbing, dan tentu saja orang tua yang telah mendukung penuh. Prestasi ini menjadi penyemangat untuk terus berinovasi," ungkap Samsudin, dikutip dari keterangan resmi madrasah, Selasa (7/4).

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Alif Rifa’i, S.S., juga mengaku keberhasilan ini tidak lepas dari sistem pembinaan riset yang terstruktur di madrasah.

"Kami telah mempersiapkan siswa sejak awal tahun ajaran melalui program riset intensif. Alhamdulillah, hasilnya sesuai harapan. Ini menjadi motivasi bagi siswa lain untuk berani memulai penelitian sejak dini," beber Alif.

Ketua Insanpro MAN 2 Kota Malang, Dra. Wulaida Zuhriyana, juga menyebut capaian ini sebagai puncak dari ekosistem riset yang terus dibina.

"Insanpro hadir sebagai wadah bagi siswa untuk mengembangkan ide-ide riset. Lolosnya 11 tim dan raihnya medali di semua bidang yang dilombakan menunjukkan bahwa budaya riset sudah mengakar di madrasah ini. Anak-anak tidak hanya pandai membuat proposal, tetapi juga mampu mempresentasikan hasil penelitian dengan baik di hadapan dewan juri," tutur Wulaida.

Kemudian, Koordinator Riset MAN 2 Kota Malang, M Ronaldy Aji Saputra, M.Pd., memaparkan rincian prestasi yang diraih.

"Target awal kami memang meloloskan sebanyak mungkin tim. Namun hasilnya adalah untuk Bidang MST dengan 4 tim, Bidang FTR dengan 5 tim, dan Bidang ISH dengan 2 tim. Ini hasil maksimal dari kerja kolektif tim riset madrasah yang luar biasa," jelasnya.

Berikut ini, rincian peraih prestasi OPSI 2026.

Sebelas tim riset yang berisi 22 siswa MAN 2 Kota Malang lolos seleksi proposal OPSI 2026./dok. MAN 2 Kota Malang

Bidang Matematika Sains dan Teknologi (MST): 4 Tim
1. Liyana Rofiatur Rahmah Pratama (XI-A)
2. Firda Annisa Qonita (XI-K)
3. Arsy Kayyasa WR (X-F)
4. Verina Faizah Nadine (X-F)
5. Dzaki Dhia Ibrahim (XI-G)
6. Mahaputra Carlen Sufi (X-H)
7. Ngilma Tsuraya (X-F)
8. Aisha Zahra Ramadhani (X-K)

Bidang Fisika Terapan dan Rekayasa (FTR): 5 Tim
1. Damarent Anezka A (X-F)
2. Danisy Izzan B (X-F)
3. Ataya Azaria Robby (XI-D)
4. Ega Aptana Habibun Nazar (XI-D)
5. Muhammad Atha Rasyid (XI-J)
6. Rafif Keandre Oktaviano (XI-H)
7. Ahmad Aqiel Rabbani (XI-D)
8. Husain Farhan Abdillah (X-F)
9. Khansa Maulida Shaleh (X-F)
10. Arinza Aulydiana Nabihah (X-F)

Bidang Ilmu Sosial dan Humaniora (ISH): 2 Tim
1. Ayulia Kartika Maharani (XI-M)
2. Abia Freya Azzahra (X-N)
3. Mikaeela Anjani Candradari (X-H)
4. Gayatri Bhanurasmi A. Putri (X-H)

Para pembina riset yang mendampingi siswa juga memberikan tanggapan penuh syukur dan optimisme. "Anak-anak luar biasa dalam merumuskan permasalahan teknis. Mereka mampu mengaplikasikan teori ke dalam prototipe yang fungsional. Saya bangga menjadi bagian dari perjalanan mereka," ucap pembina riset bidang FTR, Abdul Hafid, S.Tr., M.T. 

"Mereka tidak hanya mampu menyusun proposal riset yang sistematis, tetapi juga menunjukkan pemahaman mendalam terhadap konsep-konsep matematika dan sains yang terintegrasi dengan teknologi," imbuh pembina riset, Tsaniyah Nur Kholilah, S.Pd., M.Si. Ia pun mengaku sangat terkesan karena ketekunan dan kemampuan berpikir kritis para siswa.

"Pendekatan saintifik yang mereka tunjukkan dalam metodologi penelitian setara dengan mahasiswa tingkat awal. Ini pertanda baik bagi masa depan riset di Indonesia," tambah pembina riset dalam bidang MST, Adam Lukman Chaubah, S.Si., Ph.D.

"Dalam bidang fisika, teknologi, dan rekayasa perlu dibekali kemampuan analisis data dan pemodelan matematika yang sangat tajam. Mereka tidak hanya hafal rumus, tetapi paham aplikasi," ujar pembina riset dalam bidang FTR, M Yosi Pratikno, S.Mat, dalam menggambarkan kemampuan siswanya.

Pembina riset dalam bidang FTR, M Fadly Rahmana, S.Si juga menyebut semangat eksperimen dan ketelitian di laboratorium menjadi kunci keberhasilan tim FTR. Siswa dinilai pantang menyerah meski berkali-kali gagal saat uji coba.

Apresiasi juga diberikan pembina ISH, Dewi Ariyanti Soffi, S.Sos., M.Sos yang menyebut bidang ISH menarik, karena siswa memberdayakan potensi lokal untuk pengembangan produk. Ini tidak hanya berkembang dari sains saja, tetapi kepekaan sosial juga.

Pembina ISH lainnya, Arina Haque, S.Ag., M.Hum juga mengatakan bahwa masalah sosial yang diangkat adalah potensi yang harus diberdayakan. Akan tetapi isu-isu yang diangkat juga harus dibedah dengan pendekatan ilmiah. "Jadi tidak hanya mendalami sains, tapi juga peka terhadap masyarakat," tegasnya.

Prestasi 11 tim riset MAN 2 Kota Malang dalam OPSI 2026 ini semakin mengukuhkan posisi madrasah sebagai pusat unggulan riset siswa tingkat nasional. Pihak madrasah mengharapkan capaian ini dapat menginspirasi madrasah lain untuk mengembangkan budaya ilmiah sejak dini. ***

Editor: YAN

Baca juga: Pesan FSM Undip untuk MAN 2 Kota Malang: Jadilah Pencipta, Bukan Sekadar Pengguna


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Banggakan MAN 2 Kota Malang, 11 Tim Riset Lolos Seleksi Proposal OPSI 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now