KS SDN Bareng 5 Sebut Program MBG Tingkatkan Semangat Belajar Siswa
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bareng, Kota Malang, mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak. Program ini dinilai memberikan dampak nyata bagi peningkatan gizi dan semangat belajar siswa, khususnya di sekolah dengan mayoritas peserta didik dari keluarga kurang mampu.
SPPG Bareng yang berlokasi di Jalan Ir. Rais Kota Malang selama ini menjalin sinergi dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Selorejo, Kecamatan Dau Kabupaten Malang untuk memasok bahan pangan langsung dari petani. Kolaborasi ini memotong jalur distribusi, menghilangkan peran tengkulak, sekaligus menjamin kesegaran bahan makanan melalui konsep farm-to-table.
Kepala SPPG Bareng, Rofi’u Rahmananda dari Yayasan Anak Sehat Bunda Bahagia, menyampaikan bahwa hingga kini program berjalan lancar dan telah menjangkau 16 sekolah penerima manfaat.
“Jumlah sekolah penerima manfaat total 16, dan alhamdulillah tidak ada yang mengembalikan. Artinya program ini berjalan dengan baik dan kualitas makanan diterima dengan baik oleh siswa,” ujarnya.
Apresiasi terhadap SPPG ini disampaikan Kepala SDN Bareng 5, Puji Astuti yang merasakan langsung manfaat program MBG bagi peserta didiknya. Ia menyebut program ini sangat membantu siswa dari keluarga kurang mampu.
“Program MBG sangat kami apresiasi, khususnya di sekolah kami yang sebagian besar peserta didiknya berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi. Program ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi harian siswa, tetapi juga meringankan beban orang tua siswa dalam memenuhi kebutuhan makan anak selama di sekolah,” ungkap Puji Astuti dalam wawancara Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, dampak positif program tersebut sudah mulai terlihat dalam aktivitas belajar siswa.
“Kami merasakan MBG memberi dampak positif. Siswa menjadi lebih bersemangat masuk sekolah, tingkat konsentrasi meningkat, dan kehadiran siswa lebih stabil,” tambahnya.
Ia juga berharap program ini dapat terus berlanjut dengan pengelolaan yang semakin optimal.
“Kami berharap program MBG dilaksanakan secara berkelanjutan dengan pengelolaan optimal, baik dari kualitas menu, ketepatan sasaran, sistem distribusi, maupun sistem pengawasan, sehingga manfaatnya bisa dirasakan maksimal oleh masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu,” harapnya.
Sementara itu, Chef Gizi SPPG Bareng, Wahyu Siswo Putra Adi, menjelaskan bahwa penyediaan menu bergizi juga disertai edukasi kepada siswa, terutama terkait konsumsi sayur.
“Persoalan utama anak-anak biasanya tidak suka sayur. Maka kami melakukan edukasi dan mengombinasikan menu dengan susu UHT maupun pasteurisasi agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi,” jelasnya.
Bahan pangan yang disuplai KDMP Selorejo Dau kini semakin beragam, mulai dari jeruk, buncis, baby buncis, kacang polong, wortel, brokoli hingga bunga kol. Semua bahan dipastikan memenuhi standar kualitas dengan sistem grading ketat dan proses penimbangan transparan.
Ketua KDMP Selorejo Dau, Dekcy Mahar Lesmana, menyampaikan bahwa pihaknya rutin memasok kebutuhan sayur dan buah untuk SPPG Bareng.
“Untuk pengiriman sayur sekitar 100 kilogram, sedangkan buah antara 1.550 hingga lebih dari 2.000 buah, tergantung kebutuhan harian SPPG. Pengiriman biasanya satu hingga dua kali dalam seminggu,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kerja sama yang dimulai sejak Januari 2026 ini berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Sinergi antara SPPG Bareng dan KDMP tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi siswa, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi petani lokal di Malang Raya. Sistem distribusi langsung membuat petani mendapatkan harga lebih adil sekaligus menjamin kualitas bahan pangan.
Mendapatkan dukungan sekolah penerima manfaat, program MBG melalui SPPG Bareng kini menjadi model kolaborasi yang dinilai berhasil. Selain meningkatkan kesehatan siswa, program ini juga memperkuat ketahanan pangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal secara berkelanjutan. Ans



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?