Banner Iklan

Senator Lia Istifhama Kenang Margaret Aliyatul Maimunah, Ketua Fatayat NU yang Baik dan Santun

Admin JSN
02 Maret 2026 | 00.59 WIB Last Updated 2026-03-01T17:59:02Z
Ketua Umum PP Fatayat NU, Margaret Aliyatul Maimunah berpulang pada Ahad, 1 Maret 2026 di Jakarta, Senator Lia Istifhama mengenangnya sebagai sosok baik dan santun./dok. Istimewa

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Jawa Timur, Lia Istifhama turut berdukacita atas wafatnya Ketua Umum PP Fatayat NU, Margaret Aliyatul Maimunah pada Minggu, 1 Maret 2026.

Margaret Aliyatul Maimunah yang juga merupakan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berpulang pada Minggu (1/3) pagi WIB di Jakarta.

Berpulangnya Ning Margaret, sapaannya, turut menghadirkan duka mendalam bagi kalangan perempuan dan Nahdliyin, termasuk Senator Lia Istifhama.

Di mata Ning Lia, almarhumah merupakan sosok yang baik dan santun. Kepergiannya bukan hanya kehilangan bagi keluarga besar Fatayat NU, tetapi juga bagi gerakan perempuan, dunia advokasi anak, dan ruang pengabdian sosial yang selama ini diperjuangkan almarhumah.

Margaret dikenal memimpin dengan kelembutan, namun tetap teguh dalam memperjuangkan isu-isu perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan.

"Beliau adalah sosok yang baik dan santun. Kehadirannya meneduhkan, cara memimpinnya mengayomi, dan pengabdiannya memberi teladan," ungkap Lia dalam memberi saksi sepak terjang sang mendiang.

Menurut Lia, karakter santun yang dimiliki Margaret menjadi kekuatan moral, terutama dalam dinamika organisasi yang tidak selalu ringan. Namun, Margaret dinilai mampu menghadirkan keteduhan, menjaga adab komunikasi, sekaligus tetap konsisten pada garis perjuangan.

Ini yang membuat sosok Margaret, menurut Lia, layak dikenang bukan hanya karena jabatan yang pernah diemban, tetapi juga karena keteladanannya.

Di tengah ruang publik yang kerap gaduh, figur perempuan yang lembut, beradab, dan tetap tegas seperti Margaret ia nilai dapat menjadi contoh penting bagi generasi muda dan warga Nahdlatul Ulama.

"Almarhumah telah meninggalkan jejak pengabdian yang tidak kecil. Semoga husnul khatimah, dan semua kebaikan beliau menjadi amal jariyah," harap Lia.

Ketua Umum PP Fatayat NU, Margaret Aliyatul Maimunah meninggal dunia pada Minggu, 1 Maret 2026 di Jakarta./dok. Istimewa

Margaret Aliyatul Maimunah meninggal dunia di RS Fatmawati, Jakarta, pada Minggu, 1 Maret 2026. Ia dikenal luas sebagai Ketua Umum PP Fatayat NU (2022-2027) dan Ketua KPAI (2022-2027 paruh kedua, sejak 2025).

Ia mempunyai rekam jejak panjang dalam advokasi perempuan dan anak, dan merupakan lulusan IAIN Sunan Ampel Surabaya serta Universitas Indonesia.

Rekam jejaknya di lingkup sosial, terutama perempuan dan anak mengukuhkannya sebagai salah satu tokoh perempuan Nahdlatul Ulama yang kuat dalam advokasi, namun tetap dikenal rendah hati dalam pergaulan.

Atas jejak tersebut, Lia berharap warisan perjuangan Margaret terus dilanjutkan, terutama dalam penguatan peran perempuan, perlindungan anak, dan kepemimpinan yang berbasis keteladanan akhlak. ***

Editor: YAN

Baca juga: Gubernur Khofifah Sebut almh. Margaret Pemimpin Tegas dan Belas Kasih


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Senator Lia Istifhama Kenang Margaret Aliyatul Maimunah, Ketua Fatayat NU yang Baik dan Santun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now