Banner Iklan

Peringati Hari Perempuan Internasional 2026, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan

Anis Hidayatie
08 Maret 2026 | 14.13 WIB Last Updated 2026-03-08T07:13:42Z


Peringati Hari Perempuan Internasional 2026, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: , 8 Maret 2026 – Momentum peringatan Hari Perempuan Internasional dimanfaatkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk menegaskan pentingnya penguatan perlindungan serta pemberdayaan perempuan agar mampu berperan lebih optimal dalam pembangunan daerah maupun nasional.

Menurut Khofifah, perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan, terlebih dengan komposisi jumlah penduduk perempuan di Jawa Timur yang sangat signifikan.

“Jumlah penduduk Jawa Timur pada semester II tahun 2025 mencapai 42.226.212 jiwa dengan rasio perempuan sekitar 50,15 persen atau sebanyak 21.179.156 jiwa. Ini menjadi kekuatan besar sekaligus tantangan dalam pembangunan daerah,” ujar Khofifah di Surabaya, Minggu (8/3).

Ia menjelaskan, berbagai indikator pembangunan gender di Jawa Timur menunjukkan tren yang positif. Salah satunya adalah Indeks Pembangunan Gender (IPG) Jawa Timur tahun 2024 yang tercatat sebesar 92,19, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai 91,85.

Sementara itu, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Jawa Timur juga mengalami perbaikan signifikan. Pada tahun 2024, IKG Jawa Timur tercatat turun menjadi 0,347 dari sebelumnya 0,423 pada tahun 2023.

“Angka ini berada di bawah rata-rata IKG nasional sebesar 0,421 dan menempatkan Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan tingkat ketimpangan gender terendah di Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, keterwakilan perempuan di lembaga legislatif di Jawa Timur saat ini telah mencapai sekitar 20 persen. Partisipasi perempuan dalam angkatan kerja juga cukup tinggi, yakni mencapai 60,64 persen.

Meski berbagai capaian tersebut menunjukkan perkembangan positif, Khofifah menegaskan masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu dihadapi bersama. Di antaranya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, pernikahan anak, serta persoalan stunting.

“Peningkatan kualitas hidup perempuan harus terus menjadi perhatian bersama. Karena perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga pelaku utama pembangunan,” tegasnya.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat berbagai kebijakan perlindungan perempuan, salah satunya melalui penguatan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) serta Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) di berbagai daerah.

Menurut Khofifah, langkah tersebut penting untuk memastikan perempuan mendapatkan perlindungan, dukungan, serta kesempatan yang setara dalam berbagai aspek kehidupan.

Peringatan Hari Perempuan Internasional sendiri diperingati setiap tanggal 8 Maret sebagai momentum global untuk menyoroti perjuangan perempuan dan pentingnya kesetaraan gender. Mengutip laman resmi UN Women, tema peringatan tahun 2026 adalah “Rights. Justice. Action. For All Women and Girls” atau Hak, Keadilan, Aksi. Untuk Semua Perempuan dan Anak Perempuan.

Tema tersebut menekankan pentingnya pemenuhan hak, keadilan, serta aksi nyata bagi seluruh perempuan dan anak perempuan di berbagai bidang kehidupan.

Dalam pesan globalnya, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, António Guterres, menyebut bahwa hingga saat ini perempuan di dunia baru menikmati sekitar 64 persen dari hak hukum yang dimiliki laki-laki.

Berbagai bentuk diskriminasi hukum masih terjadi di sejumlah negara, mulai dari pembatasan hak kepemilikan properti, akses terhadap pekerjaan, hingga perlindungan hukum terhadap kekerasan dalam rumah tangga.

Karena itu, Khofifah menegaskan bahwa perjuangan kesetaraan gender harus terus diperkuat melalui kebijakan yang inklusif serta kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat.

“Momentum Hari Perempuan Internasional harus menjadi pengingat bahwa kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan perempuan dan anak mendapatkan hak, perlindungan, kesempatan, dan ruang yang adil dalam pembangunan,” ujarnya.

Ia berharap perempuan Jawa Timur terus meningkatkan kapasitas, berdaya secara ekonomi, serta berkontribusi aktif dalam membangun masyarakat yang lebih maju, inklusif, dan berkeadilan.

“Perempuan adalah pilar penting dalam keluarga, masyarakat, dan pembangunan bangsa. Ketika perempuan maju dan berdaya, maka bangsa ini juga akan semakin kuat,” pungkasnya.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Peringati Hari Perempuan Internasional 2026, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now