Lurug Pemkot Pasuruan, GM-FKPPI Dampingi Para Atlet Menuntut Hak-Hak Mereka
PASURUAN| JATIMSATUNEWS.COM: Kota Pasuruan - GM-FKPPI dampingi pelatih bersama para atlet olahraga melakukan aksi demo menuntut hak-hak mereka agar secepatnya dikembalikan dengan melurug Kantor Pemerintah Kota Pasuruan. Senin, (2/03/2026) pagi.
Dalam orasi yang berlangsung di depan gedung kantor Walikota Pasuruan yang dipimpin langsung oleh Ayik Suhaya seorang aktivis tergabung sebagai Wakil Gubernur LIRA Jawa Timur mengatakan, bahwa dari pihak Walikota, Dispora, KONI Kota Pasuruan tidak menepati janji one prestasi yang seharusnya pemberian bonus kepada para atlet.
"Disini seharusnya, para atlet-atlet menerima hak-haknya penuh. Namun, yang didapatkan dari atlet-atlet rasa kekecawaan. Dimana bonus one prestasi untuk para atlet tidak diberikan penuh, hal ini membuktikan dari Pemerintah tidak menghargai seorang atlet-atlet yang telah memberikan nama harum Kota Pasuruan," ujarnya.
Ayik Suhaya menegaskan, bahwa dari masyarakat dan para pelatih juga atlet-atlet sepakat, jika seorang Walikota Pasuruan, Dispora, KONI tidak mampu menjalankan roda-roda pemerintahan, dan tidak pro rakyat silahkan mengundurkan diri.
Ditempat itu pula selama melakukan aksi demo, dari para pelatih membawah serangkaian bunga dengan bertuliskan "Turut berbelasungkawa" yang ditujukan kepada Walikota Pasuruan, Kadispora, KONI.
Ayik Suhaya juga menjelaskan, atlet-atlet berprestasi tuntutannya itu diselesaikan. Setiap tahun di daerah itu bertambah. Jadi emas itu 30 juta seharusnya dinaikkan 40 juta, bukan tambah turun menjadi 10 juta. Harapan atlet itu dinaikkan, terkait pembangunan jika tidak mampu dan mengayomi masyarakat, juga banyak temuannya lebih baik turun dari jabatan Walikota.
Dikesempatan itu juga, dari salah satu Pelatih menerangkan, bahwa hak-haknya ingin dikembalikan sepenuhnya baik kepada para pelatih dan atlet-atlet yang berprestasi.
"Hanya ingin hak-hak kami ingin dikembalikan, yang awal semulanya 30 juta menjadi 10 juta. 20 juta jadi 7,5 juta. 10 juta menjadi 5 juta. Sedangkan untuk Pelatih yang meraih emas mendapat 7,5 juta menjadi 2 juta. Perak 5 juta jadi 1,7 juta. Perunggu 3 juta jadi 1,5 juta." Pungkasnya.
Wahyu menambahkan juga, bahwa bahkan dalam perjuangan selama latihan 1,5 tahun lebih untuk persiapan Porprov mereka sampai mengalami cidera dan dipukuli. (LW).



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?