Banner Iklan

Dampak Banjir Meluas: Tanggul Sungai Jebol di Dua Titik Kota Pasuruan

Admin Cyber
26 Maret 2026 | 22.02 WIB Last Updated 2026-03-26T15:08:18Z

Warga karangwiko bahu-membahu bergotong royong menutup tanggul yang jebol dengan alat seadanya demi menahan aliran air agar tidak semakin meluas Tanpa menunggu bantuan datang mereka bergerak cepat demi keselamatan lingkungan dan keluarga


PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM

Pasuruan – Banjir besar yang melanda wilayah Kota Pasuruan pada Selasa hingga Rabu (24–25 Maret 2026) menyisakan dampak serius, terutama pada infrastruktur pengendali banjir. Dua tanggul sungai dilaporkan jebol, yang memperparah luapan air hingga merendam permukiman warga dan sejumlah ruas jalan utama.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tanggul yang jebol berada di dua titik berbeda. Lokasi pertama berada di aliran Sungai Gembong, tepatnya di Dusun Karangwingko, Kelurahan Wirogunan, Kecamatan Purworejo. Di titik ini, tanggul dilaporkan jebol dengan panjang sekitar 9 meter dan lebar kurang lebih 1,5 meter.

Sementara itu, titik kedua berada di Sungai Petung yang melintas di wilayah Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul. Kerusakan tanggul di lokasi ini terbilang lebih panjang, mencapai sekitar 20 meter dengan lebar yang hampir sama, yakni sekitar 1,5 meter.

Jebolnya dua tanggul tersebut diduga kuat menjadi faktor utama meluasnya genangan banjir di sejumlah kawasan Kota Pasuruan. Air sungai yang tak lagi terbendung langsung meluap ke permukiman warga, bahkan hingga menggenangi jalur utama Pantura yang menjadi akses vital transportasi.

Akibatnya, aktivitas masyarakat sempat lumpuh. Sejumlah warga terpaksa bertahan di dalam rumah sambil menyelamatkan barang-barang berharga, sementara sebagian lainnya memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman. Arus lalu lintas di jalur Pantura juga mengalami gangguan akibat genangan air yang cukup tinggi di beberapa titik.

Menanggapi kondisi tersebut, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Petugas melakukan asesmen cepat sekaligus upaya penanggulangan sementara guna mencegah luapan air semakin meluas.



Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menutup bagian tanggul yang jebol menggunakan karung pasir atau sandbag. Upaya ini diharapkan mampu menahan debit air sungai untuk sementara waktu, sambil menunggu penanganan lanjutan berupa perbaikan permanen.

Selain itu, petugas juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi debit air sungai serta wilayah-wilayah yang terdampak banjir. Koordinasi lintas instansi juga dilakukan guna mempercepat proses penanganan serta meminimalisir risiko banjir susulan.

Seiring berjalannya waktu, kondisi banjir di beberapa titik di Kota Pasuruan dilaporkan mulai berangsur surut. Meski demikian, masih terdapat genangan di sejumlah wilayah, terutama di kawasan yang berada di dataran rendah.

Pihak terkait mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi. Warga juga diminta untuk selalu mengikuti arahan dari petugas serta segera melapor jika menemukan kondisi darurat di lingkungan sekitar.(WN)


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dampak Banjir Meluas: Tanggul Sungai Jebol di Dua Titik Kota Pasuruan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now